Home » Pentingnya Miliki Asuransi Kesehatan untuk Pebisnis

Pentingnya Miliki Asuransi Kesehatan untuk Pebisnis

oleh | Nov 16, 2021

Perencanaan keuangan yang baik, salah satunya dengan menyiapkan proteksi seperti asuransi kesehatan sangat penting untuk dimiliki oleh seorang pebisnis. Dalam webinar yang diadakan oleh Lifepal berjudul “Grow Revenue Using SEO and Awesome Tips About Insurance Planning for Business Owners” hadir audiens dari empat UKM/UMKM/Startup, yaitu tanamduit, Keeppack, Tebengan, dan Create It.

Materi disampaikan oleh SEO Specialist Lifepal.co.id, Tama Andy serta Perencana Keuangan yang juga Financial Educator Lifepal, Aulia Akbar, CFP®, AEPP®.

Perencana Keuangan Lifepal, Aulia Akbar, CFP®, AEPP® mengungkapkan pentingnya bagi pelaku usaha memiliki asuransi agar usaha dapat berjalan lancar.

Namun, sebelum mengetahui alasan-alasannya, ada beberapa hal yang juga tak kalah penting dan bisa kita terapkan dalam ilmu perencanaan keuangan, yaitu:

1. Mana yang sebaiknya jadi prioritas, investasi atau dana darurat?

Menjadi pebisnis berarti Anda harus cerdas dalam mengelola keuangan. Terutama untuk memberikan jaminan dan keamanan dari risiko yang dapat memengaruhi keuangan, baik jangka panjang maupun jangka pendek.

Investasi dan dana darurat menjadi dua hal yang penting dalam pengelolaan keuangan. Tapi, sebaiknya pebisnis mendahulukan yang mana ya?

Menurut Akbar, sebelum memilih investasi atau dana darurat, kita perlu memperhatikan kondisi keuangan. Jika masih belum sehat, misalnya seperti kas yang berantakan, belum punya dana darurat, dan belum punya asuransi sebagai proteksi dari risiko, sebaiknya jangan investasi terlebih dahulu.

“Kalau (keuangan) sudah aman, ya silakan berinvestasi. Jangan sampai ketika ada risiko datang dan kita malah nggak siap, akhirnya keuangan yang kena,” tuturnya.

Lebih lanjut, Akbar menekankan, kestabilan keuangan sangat penting sebelum memulai berinvestasi, berbisnis, atau mengalokasikan ke instrumen-instrumen lainnya.

Bagaimana dengan dana darurat? Dana darurat sangat penting untuk dimiliki, bahkan jauh sebelum Anda memulai usaha.

Jumlah Ideal Persediaan Dana Darurat

Jumlah idealnya tentu berbeda dari karyawan yang dapat berkisar antara 3 kali hingga 9 kali pengeluaran bulanan. Untuk pebisnis, membutuhkan setidaknya setara dua tahun pengeluaran guna menanggulangi risiko yang bisa terjadi dan tidak terduga.

Misalnya, risiko seperti pandemi Covid-19 yang terjadi mendadak dan tidak terduga. Banyak industri yang tidak siap dan tertekan, kemudian tidak bisa cetak laba, tidak bisa berjualan, akhirnya terpaksa menutup bisnisnya.

Baca juga: Tips Mempersiapkan Dana Darurat

2. Faktor-faktor penentu besarnya dana darurat

Penting untuk mendahulukan persediaan dana darurat sebelum berinvestasi. Ketahui terlebih dahulu pengeluaran tetap dan tidak tetap, setelah itu baru sisihkan dan tabung dana darurat tiap bulannya.

Lalu, apa saja sih faktor-faktor yang menentukan besarnya dana darurat yang kita butuhkan?

2.1. Jumlah tanggungan

Jika jumlah tanggungan, seperti anak atau anggota keluarga lainnya cukup banyak tentu saja kebutuhan dana darurat menjadi sangat banyak. Sebab jumlah tanggungan tinggi otomatis berarti pengeluarannya juga tinggi.

2.2. Risiko usaha

Apa saja risiko usaha yang dapat pebisnis alami? Akbar mencontohkan pemilik usaha gym yang harus tutup karena tidak beroperasi akibat adanya pandemi, maka risiko usahanya sangat tinggi.

“Ada masa kita akan menerima uang yang lebih sedikit daripada biasanya, atau bahkan tidak ada sama sekali, ketika kita punya risiko usaha yang lebih besar,” lanjutnya.

2.3. Jumlah aset

Ketahui berapa jumlah aset yang Anda miliki, misalnya rumah atau mobil yang membutuhkan pajak tahunan. Semakin banyak jumlahnya, maka semakin besar dana darurat yang kamu butuhkan.

2.4. Besaran utang

Catat besaran utang yang kita miliki, dan berapa rasionya jika dibandingkan dengan aset kita. Utang yang besar bisa menghambat bisnis, apalagi jika bisnisnya tidak sanggup jalan, tentu tanpa dana darurat kita tidak bisa membayarnya.

3. Setelah punya dana darurat, boleh berinvestasi?

Setelah dana darurat terakumulasi, apakah boleh berinvestasi? Akbar mengatakan, sebelum berinvestasi sebaiknya pertimbangkan untuk memiliki asuransi terlebih dahulu.

Asuransi berfungsi sebagai proteksi terhadap risiko yang kemungkinan besar dapat terjadi. Ada dua jenis risiko menurut Akbar, antara lain:

3.1. Income Risk

Income risk merupakan risiko hilangnya pendapatan. Apabila mengalami siklus bisnis yang buruk, kamu dapat menangani permasalahan ini dengan persediaan dana darurat yang kamu miliki.

Akan tetapi, jika risikonya adalah meninggal dunia dan memiliki keluarga, atau cacat tetap karena kecelakaan yang menyulitkan untuk mencari nafkah atau berbisnis, maka Anda membutuhkan asuransi.

Asuransi yang tepat adalah asuransi jiwa, yang memberikan Uang Pertanggungan terhadap risiko meninggal dunia, sehingga dapat menggantikan pendapatan bagi keluarga dan meringankan beban finansial.

3.2. Expense Risk

Expense risk adalah risiko yang memaksa kita untuk keluar uang lebih banyak lagi. Contohnya kecelakaan di jalan, kehilangan kendaraan, mobil rusak, atau terkena penyakit.

Akbar menyebutkan bahwa menurut BPS, biaya kesehatan di tahun 2020 mengalami inflasi hingga 2,79 persen. Yang berarti biaya kesehatan akan terus meningkat per tahunnya.

4. Pentingnya miliki asuransi karena biaya kesehatan naik terus

Berdasarkan data dari Global Medical Trends Survey Reports yang Willis Tower Watson publikasikan, kenaikan tren biaya medis di Indonesia diproyeksi akan meningkat 12% (gross) di tahun 2021 ini.

Kondisi tersebut tentu saja menjadi petunjuk bagi kita semua, bahwa tanpa jaminan kesehatan, maka Anda akan membayar biaya yang sangat mahal untuk setiap pengobatan dan perawatan medis.

Jika Anda masih menjadi karyawan di sebuah perusahaan, maka kemungkinan besar mendapatkan asuransi kesehatan dengan manfaat yang baik, dan bisa melindungi anggota keluarga lain mulai dari pasangan hingga anak ketiga sudah kamu kantongi.

Sementara pendapatan kita belum tentu mengalami kenaikan tinggi tiap tahunnya, oleh karena itu penting untuk memiliki asuransi kesehatan. Bagi yang memiliki BPJS Kesehatan, kamu tetap bisa melengkapinya dengan asuransi swasta.

Fleksibilitas Asuransi Swasta

Salah satu alasannya adalah pasien asuransi lebih fleksibel dalam mendapatkan layanan perawatan (terutama yang bersifat darurat) ketimbang BPJS Kesehatan.

Premi asuransi kesehatan kini juga tidak mahal. Bahkan di Lifepal, mulai Rp50 ribuan per bulan sudah bisa mendapatkan asuransi kesehatan yang menanggung sesuai tagihan dan manfaat tahunannya tinggi.

Akbar menekankan, asuransi bukanlah bentuk investasi, namun cost yang harus kamu bayarkan demi keamanan finansial.

“Lakukan perhitungan sendiri, jangan sampai kita bayar mahal produk asuransi tapi manfaatnya sendiri nggak sesuai dengan yang dibutuhkan” kata Akbar.

Setelah dana darurat terakumulasi, asuransi sudah dimiliki, barulah Anda boleh berinvestasi. Pebisnis dapat menggunakan instrumen investasi apa saja yang diinginkan dan dirasa mendatangkan keuntungan lebih banyak.

Sumber artikel

Artikel ini ditulis oleh Financial Educator dan Perencana Keuangan Aulia Akbar, CFP®, AEPP® dan Andy Tama SEO Specialist Lifepal.co.id sebagai bagian dari kolaborasi dengan Lifepal.co.id.

Penyunting: Syafira Maulida

banner-download-mobile