Home » Tips Mengelola Keuangan yang Efektif dan Optimal Berdasarkan Usia

Tips Mengelola Keuangan yang Efektif dan Optimal Berdasarkan Usia

oleh | Des 29, 2021

Agar hidupmu lebih nyaman dan menyenangkan, kamu perlu mengetahui cara mengelola keuangan yang tepat. Pada dasarnya, setiap orang memiliki keunikannya masing-masing dalam membentuk dirinya. Satu kesamaan yang tidak dapat dipungkiri, yaitu gimana caranya mengelola keuangan supaya kebutuhan sehari-hari dapat terpenuhi dengan baik. Nah, kebutuhan temanduit dari waktu ke waktu pasti terus berubah, deh. Oleh karena itu, cara mengelola keuangan pada tiap rentang usia juga berbeda-beda lho. Yuk, kita simak tips berikut!

1. Usia < 20 tahun

 

 

 

 

 

Mulai belajar untuk mengelola keuangan sedini mungkin menjadi pilihan bijak yang kamu ambil di masa muda. Di usia remaja, biasanya uang yang diterima masih berasal dari orang tua. Nah, setiap harinya kamu bisa menyisihkan sebagian dari uang jajanmu untuk ditabung. Uang tabungan kamu nantinya bisa kamu investasikan di kemudian hari, lho, ketika nanti sudah cukup umur untuk membuka rekening reksa dana.

2. Usia 20-an tahun

 

 

 

 

 

Menginjak usia 20-an, kamu biasanya sedang menikmati masa perkuliahan dan perlahan mulai ambil tanggung jawab untuk mandiri secara finansial,dan mulai mengelola keuangan sendiri, terutama untuk para fresh graduates yang baru aja lulus dan mulai merintis karir. Orang-orang mulai menyusun rencana kehidupannya dari jangka pendek sampai jangka panjang.

Biasanya, pada masa-masa ini ada beberapa tujuan keuangan yang harus kamu persiapkan seperti dana darurat, biaya pernikahan, DP untuk beli rumah, dan tujuan keuangan lainnya. Untuk mencapai berbagai tujuan keuangan tersebut, kamu perlu upgrade cara mengelola keuanganmu dari menabung menjadi investasi. Kamu bisa investasikan uangmu pada produk investasi yang sesuai dengan tujuanmu sebagaimana pada contoh berikut:

  • Dana darurat: reksa dana pasar uang dan rekening tabungan yang terpisah dengan rekening utama
  • Biaya menikah (3-5 tahun lagi): reksa dana pendapatan tetap atau reksa dana campuran
  • DP beli rumah (>5 tahun lagi): reksa dana saham atau emas

Ketiga tujuan keuangan di atas mungkin membutuhkan biaya yang nggak sedikit. Supaya pengelolaan keuanganmu untuk investasi lebih efektif, biasakan untuk berinvestasi di awal bulan setelah gajian agar uangnya tidak terpakai untuk kebutuhan lainnya.

3. Usia 30—40an

 

 

 

 

Biasanya, pada rentang usia 30—40an, orang-orang banyak yang sudah berkeluarga. Tentunya, akan ada yang berubah dari cara mengelola keuangan kita. Pada rentang usia ini, biasanya tujuan keuangan yang ingin dicapai di antaranya:

  • DP beli rumah 30% dan cicilan rumah maks. 30% dari gaji bulanan. 

Jika uang DP beli rumah sudah kamu siapkan sejak usia 20-an, maka kamu tinggal menyisihkan maks. 30% dari gaji bulananmu untuk bayar cicilan rumah. Pastikan kamu menyisihkan alokasi gaji untuk bayar cicilan di awal bulan setelah gajian.

  • Dana darurat min. 12 kali pengeluaran bulanan

Jumlah minimum dana darurat yang kamu miliki menjadi lebih banyak karena sekarang kamu punya tanggungan keluarga seperti istri dan anak. Dana darurat ini sangat bermanfaat jika ada sesuatu yang darurat seperti jatuh sakit atau tidak mendapat penghasilan dari pekerjaan, dana darurat ini bisa digunakan keluargamu untuk tetap memenuhi kebutuhan sehari-hari sampai kembali mendapatkan penghasilan baru secara normal.

  • Biaya pendidikan dasar anak

Biaya pendidikan mencakup biaya masuk dan SPP tiap bulannya. Biayanya dari waktu ke waktu terus mengalami kenaikan.  Makanya, untuk memenuhi biaya pendidikan anak hingga kuliah, penting untuk kamu mengelola keuangan salah satunya berinvestasi jangka menengah dan panjang, seperti reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, dan reksa dana saham.

  • Asuransi kesehatan dan jiwa

Kedua jenis asuransi ini akan sangat bermanfaat kalau sewaktu-waktu kamu jatuh sakit dan butuh biaya rumah sakit yang besar.

  • Rekreasi bersama keluarga

Sesekali, kita juga perlu refreshing dengan menghabiskan waktu bersama di luar rumah untuk menjaga kehangatan dan keharmonisan keluarga kita.

4. Usia 40—50an

 

 

 

 

 

Di rentang usia 40—50an, anak-anak sudah tumbuh besar. Biasanya, ketika seseorang berusia 40-an, anak-anaknya akan masuk SMP atau SMA, bahkan sudah persiapan untuk masuk universitas. Oleh karena itu, pada rentang usia ini kamu bisa mengelola keuangan dengan memprioritaskan tujuan keuangan berikut:

  • Biaya pendidikan kuliah anak, mencakup uang pangkal masuk SMA dan universitas. Untuk tujuan keuangan jangka pendek-menengah (1–3 tahun) seperti ini, kamu bisa mengalokasikan dana pada produk reksa dana pasar uang atau reksa dana pendapatan tetap.
  • Cicilan rumah

Apabila kamu mengambil cicilan rumah jangka panjang, pada usia 40–50an biasanya kamu masih harus membayar cicilannya.

  • Dana darurat

Jumlah dana darurat pada usia 40–50an masih sama seperti rentang usia sebelumnya, selama jumlah tanggungan tidak bertambah. Kamu bisa menaruh dana darurat pada produk reksa dana pasar uang dan rekening tabungan.

  • Tabungan umrah atau naik haji

Bagi kamu yang muslim, kamu mulai bisa mengalokasikan gaji kamu untuk umroh atau naik haji. Saat ini untuk umrah dibutuhkan biaya sekitar USD 3,000 sedangkan untuk ibadah Haji dibutuhkan biaya antara USD 8,000—USD 12.000. Tentu saja ini bukan nilai yang kecil lho! Untuk yang beragama selain Islam mungkin ada keinginan untuk pergi melakukan ziarah keagamaan di negara lain dan dapat dipastikan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

5. Usia 50—60an

 

 

 

 

 

 

Ketika kamu berusia 50—60an, mungkin sudah terpikirkan dalam benak rencana-rencana untuk mempersiapkan masa pensiun yang akan datang kurang dari satu dekade lagi. Cara mengelola keuangan kita juga berubah, karena muncul kebutuhan-kebutuhan baru di antaranya:

  • Biaya pernikahan anak

Anak-anak kita biasanya telah tumbuh dewasa, lulus kuliah, dan bekerja. Setelah menuntaskan studi dan mulai berkarir, mereka mungkin akan menikah dan sebagai orang tua kita juga harus membantu mempersiapkan dananya.

  • Maksimalkan tabungan pensiun

Ketika memasuki masa pensiun di usia 57 tahun, bisa jadi kamu tidak mendapatkan lagi penghasilan secara reguler. Penghasilan berhenti, dan mengelola keuangan menjadi sulit, tapi biaya hidup bulanan masih tetap berjalan, bahkan bisa saja lebih besar karena kondisi kesehatan yang tidak seprima ketika kamu muda. Kalau kamu sudah mempersiapkan dana pensiun sejak muda, kamu bisa memakai dana pensiun ini untuk membiayai kebutuhan sehari-hari. Masa pensiun impian sesuai rencanamu sudah di depan mata.

Jalani masa pensiun kamu sesuai dengan rencana kamu tempo hari. Meskipun begitu, kamu juga harus menghindari pengeluaran impulsif di masa pensiun kamu. Prioritaskan dana pensiun tersebut untuk biaya kesehatanmu. Kamu juga bisa mulai memikirkan soal harta warisan yang akan kamu berikan ke anak cucumu. Selain itu, kamu juga perlu memastikan dana yang kamu miliki cukup untuk kehidupan 2—3 dekade ke depan.

Kesimpulan

Tidak ada kata terlambat untuk mulai berinvestasi, karena sekarang adalah waktu yang tepat untuk kamu memulainya. Berapa pun usia kamu, kamu bisa dengan mudah berinvestasi di tanamduit. Di aplikasi tanamduit, tersedia berbagai pilihan produk yang bisa disesuaikan dengan tujuan finansialmu seperti reksa dana, emas, dan SBN. Yuk, berinvestasi di tanamduit!

Syafira Maulida
Syafira Maulida

Penulis lulusan Sastra Indonesia yang tertarik dengan dunia musik dan kecantikan. Saat ini, Fira juga sedang mengerjakan projek musik bersama kedua bandnya sebagai vokalis sekaligus komposer lirik.

banner-download-mobile
mulai-tanam-duit
mulai-tanam-duit