Home » Tiga (3) Mindset Yang Harus Kita HINDARI Dalam Berinvestasi Pada Reksa Dana

Tiga (3) Mindset Yang Harus Kita HINDARI Dalam Berinvestasi Pada Reksa Dana

oleh | Mar 20, 2020

Mulai banyak yang ingin belajar dan melakukan investasi namun ada juga yang menganggap bahwa investasi merupakan aktivitas yang dilakukan hanya untuk kalangan tertentu. Selain itu ada yang beranggapan bahwa untuk berinvestasi, kita harus memiliki modal yang besaaaar sekali jumlahnya.

“Ah masa sih?!”

Yuk kita simak beberapa mindset yang harus kita hindari dalam berinvestasi pada reksa dana.

Investasi Itu Butuh Modal Yang Besar!

“Eh, aku butuh berapa juta untuk berinvestasi?”

“Modalnya gede gak sih kalo mau investasi?”

Gak ada yang salah dengan pertanyaan di atas, malahan bagus ketika kita sadar untuk mempersiapkan modalnya terlebih dahulu sebelum berinvestasi. Namun faktanya, gak perlu modal yang besar kok untuk berinvestasi di reksa dana. Banyak sekali produk reksa dana yang memiliki nilai minimal pembelian awal dimulai dari Rp100 ribu. Ada juga loh pada salah satu produk reksa dana di aplikasi investasi tanamduit yang memiliki nilai pembelian awal sebesar Rp10 ribu. Hah Rp10 ribu?! Beli kopi di ‘starbak’ aja lebih mahal tuh. Jadi gak ada alasan lagi kalo kita tidak berinvestasi di reksa dana mulai dari sekarang. Modalnya sangat terjangkau!

Kamu bisa berinvestasi reksa dana di tanamduit setiap hari dengan nilai yang terjangkau, minimal Rp10 ribu, udah gitu nggak dipungut biaya administrasi. Bandingkan dengan tabungan di bank, kamu harus punya saldo minimal sejumlah tertentu, selain itu kamu akan dikenakan biaya administrasi bulanan nggak peduli ada berapa saldo kamu di tabungan.

 

Ingin Cepat Kaya Dalam Waktu Instan!

 Bisa nggak investasi di reksa dana dapetin untung dalam waktu singkat? Jawabannya bisa, tapi trade off atau risikonya bisa juga bunting dalam waktu singkat. Yang namanya investasi membutuhkan waktu untuk dapat bertumbuh, kalau pengen cepet tumbuh dalam waktu singkat itu namanya spekulasi dan spekulasi mengandung risiko yang tinggi. Kita bisa lihat sejarah di tahun 2009 investasi di reksa dana saham bisa menghasilkan keuntungan lebih dari 50% di semester pertama dan hampir 90% sepanjang tahun 2009, tetapi kalau kita kembali ke tahun sebelumnya, sepanjang tahun 2008 investasi di reksa dana saham mengalami penurunan sekitar 50% karena krisis ekonomi global yang berimbas ke pasar saham Indonesia. Di awal tahun 2020 bursa saham seluruh dunia juga mengalami tekanan, harga saham Indonesia secara gabungan turun lebih dari 30% dalam jangka waktu kurang dari 3 bulan. Tetapi jika kita lihat dalam jangka yang lebih panjang, yaitu 10 tahunan, maka hasil investasi rata-rata per tahun ada di rentang antara 6% sampai dengan 14%.

Jadi, yang harus kita perbaiki adalah mindset bahwa investasi itu tidak bisa mendatangkan kekayaan dalam waktu yang cepat ataupun instan, tapi dengan kita berinvestasi mulai dari sekarang dan berinvestasi secara rutin, maka dalam jangka panjang akan menghasilkan keuntungan atau pertumbuhan yang maksimal.

 

Harus Melihat Perkembangan Investasinya Setiap Saat Dong?

 Melihat atau memonitor perkembangan portofolio investasi kita memang salah satu hal yang wajib dilakukan. Jelas saja, yang namanya berinvestasi itu berhubungan dengan modal atau uang yang kita miliki, maka dari itu kita harus mengelola aset investasi kita agar tetap berkembang secara positif. Namun, apakah harus dimonitori setiap saat? Tidak juga…

Sebenarnya balik lagi tergantung dari tujuan, jangka waktu, dan rencana investasi yang teman-teman miliki sebelumnya. Jika kamu berinvestasi untuk jangka panjang, misal kamu memiliki reksa dana saham yang diinvestasikan dalam jangka waktu lebih dari lima tahun, kamu dapat memonitornya setiap satu bulan, tiga bulan, enam bulan, atau satu tahun sekali. Jika kamu berinvestasi untuk jangka pendek seperti membeli reksa dana pasar uang (diinvestasikan kurang dari satu tahun), kamu juga tidak harus memonitornya setiap hari atau setiap minggu karena umumnya pertumbuhan investasinya linear dan tidak volatile.

Memang, tidak ada aturan atau keharusan yang baku dalam seberapa sering kita harus memonitori portofolio investasi kita sendiri, semua tergantung dari tujuan, jangka waktu, jumlah modal yang kita investasikan, serta tingkat fleksibilitas waktu yang teman-teman punya.

Jangan sampai aktivitas memonitori portofolio kita sendiri dapat mengganggu aktivitas yang memiliki prioritas utama lain seperti sedang bekerja di kantor dan sebagainya.

 

Investasi itu mengasikkan loh!

Yuk benahi mindset kita dan mari berinvestasi ke reksa dana dari sekarang!

banner-download-mobile