Home » Mau Investasi Tapi Takut Riba? Tenang Aja, Investasi Syariah Juga Ada Lho!

Mau Investasi Tapi Takut Riba? Tenang Aja, Investasi Syariah Juga Ada Lho!

oleh | Mar 12, 2021

Investasi merupakan salah satu cara mengelola keuangan untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan kita di masa mendatang, seperti mempersiapkan dana darurat, membeli mobil, rumah, dsb. Di negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam seperti Indonesia, kegiatan berinvestasi sering kali dipertanyakan halal atau tidaknya, karena investasi identik dengan imbal hasil dalam bentuk bunga. Alhasil, imbal hasil dalam bentuk bunga dikaitkan dengan praktik riba yang diharamkan dalam Islam.

Sharia investment via The Economists

Meskipun begitu, kamu tahu nggak sih kalau investasi sebenarnya dianjurkan dalam Islam? Anjuran tersebut tertulis pada terjemahan QS: An-Nisa ayat 9 berikut.

“Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap kesejahteraannya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.”

Ayat tersebut dapat ditafsirkan sebagai anjuran kepada kita untuk mempersiapkan kesejahteraan keturunan kita, baik di masa sekarang mau pun di masa mendatang. Nah, untuk mencapai kesejahteraan di masa mendatang, kita bisa memenuhinya dengan mulai berinvestasi sejak dini.

 

Apa itu investasi syariah?

Investasi syariah merupakan upaya penanaman modal yang dilakukan dengan tujuan memperoleh bagi hasil yang sesuai dengan syariat Islam. Investasi syariah diawasi langsung oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang membentuk langsung Dewan Syariah Nasional (DSN) dan Dewan Pengawas Syariah (DPS).

Apa yang membedakan investasi syariah dengan konvensional?

Sharia vs conventional via Jojonomic

1. Tujuan investasi

Biasanya, keputusan seseorang untuk mulai berinvestasi dibarengi dengan keinginannya untuk mendapat keuntungan dari hasil investasinya. Nah, dalam investasi syariah, tujuannya nggak cuma mendapatkan keuntungan aja, tetapi di sisi lain harus membawa kebaikan bagi umat.

2. Adanya akad (perjanjian investasi)

Dalam pembelian produk investasi syariah, biasanya calon investor dan pihak terkait akan melakukan akad (perjanjian) yang meliputi akad kerja sama (musyarakah), akad sewa-menyewa (ijarah), dan akad bagi hasil (mudharabah). Adanya proses akad ini sebagai komitmen untuk tetap mengamalkan nilai-nilai syariah. Akad dilakukan secara sadar dan tanpa unsur paksaan sehingga adil bagi kedua belah pihak. Hal ini jelas berbeda dengan investasi konvensional yang tidak memerlukan tahapan akad terlebih dahulu.

3. Pengelolaan dana

Secara umum, sebenarnya produk investasi di pasar modal syariah nggak jauh beda dengan produk investasi di pasar modal konvensional. Hal yang membedakannya adalah produk investasi syariah tidak mungkin ditempatkan pada perusahaan yang bergerak dalam bidang yang diharamkan, di antaranya alkohol, rokok, makanan haram, dsb.

4. Adanya proses “pembersihan”

Proses “pembersihan” pada pendapatan pada investasi syariah bertujuan untuk memilah apakah sebuah perusahaan memiliki pendapatan tidak halal dalam bisnisnya atau tidak. Hal ini penting dilakukan dalam investasi syariah, karena semua pendapatan perusahaan yang masuk haruslah sesuai dengan ketentuan Islam. Nah, hasil penyisihannya nanti akan diperuntukkan untuk kegiatan amal.

 

Lalu, apa saja produk investasi syariah yang bisa dipilih?

Choose right investment via Helloneu

  1. Reksa dana syariah
  2. Saham syariah
  3. Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), seperti Sukuk Ritel (SR/Sukri) dan Sukuk Tabungan (ST)
  4. Emas

Nah, dari keempat jenis investasi syariah di atas, kira-kira #temanduit berminat mulai investasi di mana, nih? Di tanamduit, terdapat berbagai pilihan produk investasi syariah juga, lho, seperti reksa dana syariah, Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), sampai dengan emas.

Saat ini, masa penawaran SR014 juga sedang berlangsung lho. Kamu juga bisa melakukan pembelian SR014 melalui aplikasi tanamduit mulai dari tanggal 26 Februari 2021—17 Maret 2021. Yuk, mulai berinvestasi SR014 di tanamduit

 

Penulis: Syafira Maulida

banner-download-mobile