Home » 3 Jenis Investasi Jangka Panjang yang Wajib Kamu Ketahui

3 Jenis Investasi Jangka Panjang yang Wajib Kamu Ketahui

oleh | Jan 5, 2022

Jika kamu ingin mempersiapkan dana pensiun, maka kamu perlu mengetahui berbagai jenis investasi jangka panjang. Kamu juga dapat mempersiapkan kebebasan finansial di masa yang akan datang dengan melakukan investasi. Namun, kamu perlu mempertimbangkan aset investasi yang akan kamu pilih untuk jangka panjang. Berikut merupakan alternatif investasi waktu jangka panjang yang wajib kamu ketahui sebelum mulai berinvestasi.

1. Properti

Properti merupakan salah satu alternatif investasi yang menarik dan penting bagi masyarakat Indonesia. Harga dari properti cenderung selalu naik. Aset properti tersebut dapat berupa sebidang tanah, rumah tinggal, apartemen, rumah toko (ruko), dan rumah kantor (rukan). Kamu dapat menyewakan properti tersebut dalam jangka waktu yang disepakati sehinga kamu dapat memperoleh passive income.

Seiring meningkatnya jumlah penduduk, permintaan properti semakin meningkat. Hal itu menciptakan peluang besar investasi properti dalam jangka panjang akan naik secara signifikan.

Namun, kamu harus memerlukan modal yang besar untuk berinvestasi properti. Misalnya, kamu berencana membeli ukuran LT72, LB86 di pinggiran Jakarta, maka kamu memerlukan modal investasi dengan rentang antara Rp1,4-1,8 milyar. Jika membeli rumah dengan luas yang sama di pinggiran kota Bandung, maka kamu membutuhkan modal Rp700-800 juta.

Dalam investasi propterti, kamu dapat beli secara tunai atau pinjam uang dari bank. Jika kamu membeli tunai, maka kamu harus harus menyediakan uang harga beli rumah dan pajak sekitar 5%. Jika kamu pinjam uang dari bank, kamu hanya bisa pinjam maksimum 70% dari nilai beli rumah. Jadi, kamu harus menyediakan 30% sebagai down payment (DP). Jangka waktu pinjaman bervariasi dari 5-15 tahun, hingga 20 tahun. Umumnya, bank mensyaratkan jumlah cicilan per bulan maksimum 30% dari monthly take home pay atau pendapatan bersih bulanan.

Selain itu, kegiatan jual-beli properti juga tidak mudah seperti menjual produk pasar modal seperti reksa dana, saham, ataupun obligasi. Kamu membutuhkan waktu tidak sebentar karena calon pembeli akan mempertimbangkan lokasi properti, kelayakan dokumen properti, dan hal penting lainnya.

Umumnya properti berukuran kecil lebih mudah dijual daripada properti berukuran besar. Demografi di Indonesia menunjukan lebih banyak anak muda dengan penghasilan yang relatif terbatas sehingga permintaan properti relatif  kecil.

2. Emas

Berdasarkan data situs Harga Emas, harga emas mengalami kenaikan sebesar 66% dalam waktu 5 tahun (5 Januari 2017-5 Januari 2022). Kenaikan tersebut sangat signifikan mulai dari tahun 2019, sebesar 27,6% dalam waktu empat bulan. Harga emas sangat fluktuatif mengikuti pergerakan kurs USD terhadap Rupiah.

JIka nilai USD menguat terhadap Rupiah atau Rupiah melemah terhadap USD, maka permintaan terhadap emas meningkat sehingga harga emas juga ikut naik. Selain itu, rentang harga beli dan harga jual cukup lebar sehingga keuntungan investasi emas dapat terlihat dalam jangka panjang.

Sekarang, investasi emas dapat berlangsung  secara online melalui smartphone. Bahkan, pembeli tidak harus membeli  dalam gramasi tertentu, tetapi bisa menyicil mulai dari 10 ribu. Untuk itu, kamu dapat rutin berinvestasi emas sesuai dengan kemampuan finansialmu. Investasi emas digital sangat mudah dan aman. Jika kamu ingin memilikinya secara fisik, maka kamu dapat mencetak emas dengan menambahkan biaya cetak.

Investasi emas menjadi pilihan tepat untuk investasi lebih dari 5 tahun karena harganya sangat fluktuatif. Pergerakan harga emas mengaci krisis ekonomi karena permintaan emas meningkat. Di sisi lain, harga saham, obligasi, dan reksa dana turun drastis. Contohnya, harga emas  awal tahun 2020 s.d. 9 April 2020  naik sekitar 27,6%. Sementara itu, harga saham di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun sekitar 26,2%.

3. Reksa dana

Investasi reksa dana menjadi alternatif untuk persiapkan tujuan investasimu. Reksa dana adalah kumpulan dana kolektif yang menghimpun dana masyarakat luas untuk dialokasikan pada surat berharga atau efek yang diperdagangkan di bursa dan penempatan deposito di bank. Instrumen investasi ini memiliki 4 jenis, diantaranya reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham dan reksa dana campuran.

Jenis reksa dana dengan risiko rendah dan menghasilkan return lebih tinggi dari deposito merupakan reksa dana pasar uang. dInstrumen investasi tersebut menjadi pilihan tepat untuk persiapkan dana darurat karena proses pencairannya maksimal 2 hari bursa. Jika ingin berinvestasi 3-5 tahun, kamu dapat pilih reksa dana pendapatan tetap. Kamu dapat berinvestasi reksa dana saham dan reksa dana campuran. Untuk jangka waktu lebih dari 5 tahun.

Itulah 3 jenis investasi jangka panjang yang bisa kamu pilih. Di aplikasi tanamduit, kamu bisa berinvestasi berbagai produk reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, maupun reksa dana saham mulai dari 10 ribu, lho! Yuk, download aplikasi tanamduit dan wujudkan kebebasan finansial di masa yang akan datang!

tanamduit Team
tanamduit Team

tanamduit adalah aplikasi investasi dengan beragam produk seperti reksa dana, SBN, emas dan asuransi. tanamduit telah terdaftar dan diawasi oleh OJK.

banner-download-mobile