Home » Yuk Mengenal Lebih Jauh Mengenai Reksa Dana (Bagian 1)

Yuk Mengenal Lebih Jauh Mengenai Reksa Dana (Bagian 1)

oleh | Apr 29, 2020

Produk Reksa Dana di Indonesia pertama kali diluncurkan pada bulan Juli 1996 oleh perusahaan Manajer Investasi tertua di Indonesia, PT Danareksa Investment Management, sebuah perusahaan anak dari PT Danareksa (Persero), sebuah Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang bank investasi (investment bank). Saat artikel ini ditulis, bulan April 2020, jumlah perusahaan Manajer Investasi sudah mendekati 100 nama dengan jumlah produk reksa dana lebih dari 2.200 produk dan nilai dana kelolaan sekitar Rp480 Trilyun.

Kata Reksa Dana berasal dari Bahasa Jawa kuno yang secara umum artinya adalah menjaga dana atau menjaga asset. Di belahan dunia lain istilah Reksa Dana adalah Mutual Fund, jika kita terjemahkan secara bebas ke dalam Bahasa Indonesia bisa menjadi Dana Bersama atau Dana Kolektif. Nah untuk lebih rincinya yuk kita kenali lebih jauh produk Reksa Dana ini.

Apa itu Reksa Dana?

Reksa Dana adalah kumpulan dana kolektif yang dihimpun dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio saham, obligasi atau sekuritas lain untuk memenuhi tujuan investasi tertentu. Pengelolaan portofolio dilakukan oleh manajer portofolio (portfolio manager) yang didukung oleh team profesional termasuk analis yang tergabung dalam suatu perusahaan dengan ijin dari Otoritas Jasa Keuangan sebagai perusahaan Manajemen Investasi.

Ada beberapa jenis reksa dana dan masing-masing jenis memiliki tujuan investasi yang berbeda. Ada jenis reksa dana yang tujuannya adalah untuk memperoleh pendapatan secara regular dengan cara berinvestasi di obligasi atau surat utang dan deposito bank, jenis yang lainnya bertujuan untuk mencapai pertumbuhan modal atau nilai investasi dalam jangka panjang dengan berinvestasi di portofolio saham.

Karena reksa dana umumnya dianggap sebagai investasi jangka menengah dan panjang, investor disarankan untuk mencari informasi yang cukup yang tersedia di platform tanamduit sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat dan dapat memperoleh manfaat dari investasi jangka panjang.

Apakah Reksa Dana Ada Peraturannya?

Pada saat artikel ini ditulis, April 2020, Reksa Dana diatur oleh Undang-Undang Pasar Modal No.8 tahun 1995. Selain itu operasional Reksa Dana diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK, dahulu bernama Badan Pengawas Pasar Modal atau Bapepam). Undang-Undang dan POJK mengatur antara lain tentang produk Reksa Dana, jenis-jenis Reksa Dana, bagaimana proses peluncurannya, bagaimana menghitung  nilai investasinya (Nilai Aktiva Bersih), apa saja biaya di Reksa Dana, persyaratan menjadi pengelola Reksa Dana (Manajer Investasi dan Bank Kustodian), hal-hal yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan (do’s and don’ts) terhadap Manajer Investasi, perlindungan konsumen dan masih banyak lagi aturan yang membuat Reksa Dana menjadi transparan dan melindungi investor Reksa Dana.

Bagaimana Cara Kerja Reksa Dana?

Kamu dapat berinvestasi di reksa dana dengan membeli unit penyertaan dari suatu produk reksa dana. Harga setiap unit penyertaan ditentukan pada setiap penutupan hari bursa. Jika kamu melakukan pembelian unit penyertaan selambat-lambatnya jam 13.00 pada hari bursa, maka kamu akan memperoleh unit penyertaan dengan menggunakan harga unit pada akhir hari itu, namun jika kamu membeli unit penyertaan pada hari bursa setelah jam 13.00, maka kamu akan memperoleh unit berdasarkan harga pada penutupan hari bursa berikutnya. Pembelian yang dilakukan pada hari libur bursa, yaitu hari Sabtu, Minggu dan hari libur nasional lainnya, akan menggunakan harga penutupan hari bursa pertama setelah hari libur. Adapun biaya bank yang muncul, misalnya biaya transfer yang dipungut oleh bank, akan menjadi biaya yang harus kamu bayar.

 

Apa Manfaat Berinvestasi di Reksa Dana?

Diversifikasi

Walaupun nilai investasimu sedikit namun karena bergabung secara kolektif dengan dana investasi ratusan bahkan ribuan investor lainnya, maka terkumpullah nilai yang sangat besar dan selanjutnya oleh portfolio manager dialokasikan ke sejumlah portofolio aset. Setiap unit penyertaan reksa dana yang kamu miliki terdiversifikasi atau tersebar ke seluruh portofolio asset yang ada di dalam reksa dana tersebut, sekaligus tersebar pula potensi pertumbuhan nilai investasi, dilain pihak risiko investasi juga tersebar dan tidak terkonsentrasi ke satu atau beberapa portofolio asset saja.

 

    • Dana Investasi yang Terjangkau

      Sesuai dengan bentuknya sebagai investasi secara kolektif, Reksa Dana sangat cocok untuk investor individu dan setiap pembelian atau berinvestasi di reksa dana nilainya sangat terjangkau. Kamu dapat membelinya dengan nilai rata-rata minimal senilai Rp100.000, bahkan ada produk Reksa Dana dengan nilai pembelian mulai dari Rp10.000. Sangat terjangkau bukan? Kamu tidak punya alasan untuk tidak dapat berinvestasi, Reksa Dana adalah produk investasi yang terjangkau bagi semua kalangan; tua-muda, berpenghasilan besar-kecil, pegawai-pengusaha-mahasiswa/i, ibu rumah tangga, pegawai swasta-pegawai negeri, dan lain-lainnya.

    • Solusi yang Fleksibel

      Kamu dapat memilih satu produk reksa dana atau kombinasi dari beberapa produk reksa dana yang sesuai dengan tujuan investasi dan profil risiko kamu. Sebagai contoh, seoarang ibu yang masih muda dan memiliki rencana untuk mempersiapkan biaya pendidikan anaknya masuk perguruan tinggi sekitar 10 tahun yang akan datang dapat mempertimbangkan untuk berinvestasi seluruhnya di reksa dana saham karena dalam jangka panjang portofolio saham pada umumnya tumbuh jauh lebih tinggi dibandingkan dengan bunga deposito di bank atau investasi di obligasi. Contoh yang lain, seorang investor yang sudah mendekati masa pensiun dan memiliki toleransi risiko yang rendah dapat mempertimbangkan berinvestasi di reksa dana pendapatan tetap yang pada umumnya cenderung menunjukkan volatilitas lebih rendah dibandingkan dengan reksa dana saham.

    • Manajemen Yang Profesional

      Reksa dana dikelola oleh pengelola dana profesional. Mereka membuat keputusan berdasarkan pada alat penelitian dan analitik yang mungkin tidak dapat diakses oleh investor non-profesional.

    • Aman Karena Harus Terdaftar di dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

      Setiap perusahaan pengelola Reksa Dana harus mendapatkan ijin dari OJK sebagai perusahaan Manajer Investasi, setiap produk Reksa Dana juga harus didaftarkan di OJK dan OJK mengawasi kegiatan perusahaan pengelola Reksa Dana secara ketat sehingga investor reksa dana terlindungi dari prakterk-praktek illegal kegiatan investasi.

  1.  

    • Hasil Investasi di Reksa Dana Bukan Merupakan Objek Pajak.

      Jika kamu mencairkan atau menjual kembali reksa dana yang kamu miliki maka atas keuntungan ataupun atas nilai reksa dana yang kamu cairkan bukan merupakan objek pajak. Hal ini dijelaskan di dalam Surat Edaran Dirjen Pajak No. SE/18/PJ-42/1996 tentang Pajak Penghasilan Atas Usaha Reksa Dana.

banner-download-mobile