Home » Pentingnya Asset Allocation dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya

Pentingnya Asset Allocation dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya

oleh | Okt 21, 2020

Asset allocation adalah sebuah teknik pengelolaan investasi yang bertujuan untuk menyeimbangkan risiko dengan cara membagi jenis produk investasi ke dalam beberapa kategori utama, antara lain tabungan, reksa dana, obligasi, saham, emas, real estate, dll. Setiap jenis produk investasi memiliki return dan risiko yang berbeda dan berkaitan dengan jangka waktu berinvestasi.

Dalam aplikasi tanamduit, ada beberapa jenis produk investasi, yaitu reksa dana, Surat Berharga Negara (SBN), dan emas. Produk investasi reksa dana terdiri dari tiga kategori risiko, yaitu risiko rendah untuk produk reksa dana pasar uang, risiko menengah untuk produk reksa dana pendapatan tetap dan campuran, dan risiko tinggi untuk produk reksa dana saham.

Asset allocation yang tepat akan menentukan keberhasilan dari keputusan investasimu. Akan tetapi, ada beberapa cara untuk mencapai asset allocation yang efektif. Apa saja, ya?

 

1. Pahami dengan baik tujuan keuangan dan periode investasi kamu

 

(https://static.vecteezy.com/system/resources/previews/000/635/356/original/financial-investments-concept-business-assistant-vector-illustration.jpg)

Setiap orang memiliki tujuan keuangan. Untuk mencapai hal tersebut, kita dapat berinvestasi. Misalnya, kamu ingin mempersiapkan biaya pernikahan 3 tahun dari sekarang, DP rumah 5 tahun lagi, persiapan biaya pendidikan anak di perguruan tinggi 10 tahun lagi, menyiapkan dana pensiun 20 tahun lagi, dan seterusnya. Tujuan keuanganmu dan lamanya berinvestasi akan menentukan asset allocation yang baik dan optimal.

 

2. Risk vs return

 

(https://thinkthyme.com/wp-content/uploads/2017/11/The-risk-taker-The-Four-Types-Of-Project-Manager.jpg)

Misalnya tujuan keuanganmu yang ingin kamu capai berjangka pendek (2-3 tahun), maka sebaiknya kamu berinvestasi di produk yang risikonya rendah, yaitu reksa dana pasar uang. Return yang dijanjikan memang rendah, tetapi berbanding lurus dengan risikonya yang juga rendah. Produk reksa dana saham dan emas tidak disarankan untuk tujuan keuangan jangka pendek, karena adakalanya dalam waktu singkat harga reksa dana saham dan emas mengalami penurunan yang signifikan (30-40%), seperti pada waktu pandemi Covid-19 awal tahun 2020.

Sementara itu, jika tujuan keuangan kamu berjangka menengah (2-5 tahun), kamu dapat mempertimbangkan produk reksa dana pendapatan tetap atau SBN. Kedua produk ini menjanjikan return yang lebih baik meskipun lebih berisiko.

Untuk investasi jangka panjang > 5 tahun, kamu dapat mempertimbangkan untuk berinvestasi di reksa dana saham atau emas. Data menunjukkan, semakin panjang waktu investasi, kinerja rata-rata tahunan reksa dana saham dan emas jauh lebih tinggi dibandingkan dengan reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap..

 

3. Berinvestasilah sedini mungkin

 

Semakin muda kamu mulai berinvestasi, semakin banyak waktu yang tersedia untukmu mencapai tujuan investasi jangka panjangmu. Kamu juga semakin leluasa untuk mengalokasikan investasi ke produk investasi yang lebih berisiko, yaitu reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, dan emas. Dalam perjalanan portofolio investasimu, mungkin kamu akan mengalami fluktuasi harga. Akan tetapi, jika kamu berinvestasi untuk jangka panjang, umumnya tren harga selalu naik; sehingga fluktuasi tersebut pengaruhnya tidak begitu besar.

Jika investasi diibaratkan sebuah perjalanan menuju suatu tempat, seperti ini narasinya. Kamu berencana pergi ke kota M dari kota A dengan estimasi waktu 4 jam perjalanan dan kecepatan rata-rata kendaraan 25 km/jam agar tepat waktu sampai tujuan.

(https://static.vecteezy.com/system/resources/previews/000/227/884/non_2x/city-skyline-at-sunset-vector-background.jpg)(https://inspgr.id/app/uploads/2013/09/nyc-illustrations-feature.jpg)

Waktu Kecepatan Rata-rata Kendaraan
4 jam 25 km/jam
3 jam 33,3 km/jam
2 jam 50 km/jam
1 jam 100 km/jam

Ilustrasi tabel di atas menggambarkan bahwa ketika kamu menunda keberangkatan kamu 1 jam saja, kamu harus menambah kecepatan rata-rata kendaraanmu dan kemungkinan kamu untuk mengalami bahaya di jalan lebih besar. Sama halnya dengan kamu berinvestasi, semakin kamu tunda waktumu untuk berinvestasi, semakin besar pula jumlah dana investasi yang harus kamu keluarkan dan semakin besar juga risiko investasi yang harus kamu ambil agar tujuan investasimu pada usia tertentu tercapai. Kalau tidak, bisa-bisa kamu harus memperpanjang waktu berinvestasi meskipun tujuan investasimu dibatasi oleh usiamu.

    4. Sesuaikan portofolio investasimu pada waktu yang tepat

    Jika tujuan investasimu semakin dekat waktunya, maka kamu harus menyesuaikan portofolio investasimu. Misalnya, 5 tahun yang akan datang kamu akan resmi pensiun, maka portofolio investasimu di reksa dana saham dan emas persentasenya harus dikurangi menjadi 30-40% saja dari total investasimu. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko penurunan harga saham pada jangka waktu tersebut. Sebagai contoh pada tahun 2008, IHSG turun sekitar 50% dalam satu tahun. Sama halnya dengan kuartal 1 tahun 2020, IHSG turun hampir 40% dalam waktu 2 bulan.

    Sebagai solusi dari risiko penurunan nilai investasimu di reksa dana saham dan emas, sebaiknya kamu mengalihkan investasimu ke reksa dana pendapatan tetap sebanyan 40-60% dan reksa dana pasar uang dengan persentase 10-20%.

      5. Berinvestasilah secara rutin dan disiplin

       

      (http://appsgeyser.com/blog/wp-content/uploads/2018/07/investment_concept_background_growing_trees_coins_symbols_design_6830759.jpg)

      Kalau kamu sudah memahami:

      • tujuan keuanganmu;
      • berapa lama kamu akan berinvestasi;
      • alokasi investasi yang optimal;

      selanjutnya kamu harus menjalankan investasi dengan rutin dan disiplin. Setelah itu, biarkan investasimu bertumbuh. Abaikan fluktuasi harian, mingguan, bahkan bulanan. Berdasarkan statistik, harga-harga saham secara agregat selalu tumbuh positif secara signifikan, sebagaimana harga emas yang juga naik. Begitu pun dengan indeks obligasi.

       

      Perlu kamu pahami,

      Asset allocation adalah metode pengelolaan portofolio investasi yang disesuaikan dengan profil risiko orang yang menjalankannya. Setiap orang memiliki profil risiko, ketersediaan dana untuk investasi, dan prioritas tujuan keuangan yang berbeda. Asset allocation bukanlah sebuah metode baku dan instan. Asset allocation merupakan suatu proses dan dapat disesuaikan secara berkala.

      Intinya, mulai aja dulu! Mungkin waktu investasi terbaik adalah beberapa tahun lalu, tetapi mulai sekarang jauh lebih baik daripada nanti.

       

      Yuk, mulai berinvestasi di tanamduit! Pilihan produk investasinya banyak, bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan kamu.

       

      Penulis: Syafira Maulida

       

      banner-download-mobile