Home » Nilai Investasi Reksa Dana Saham Sedang Sangat Tertekan? Jangan Panik, Ini Solusinya

Nilai Investasi Reksa Dana Saham Sedang Sangat Tertekan? Jangan Panik, Ini Solusinya

oleh | Mar 13, 2020

Kondisi Ekonomi Saat Ini

Tahun 2020 diawali dengan beberapa situasi yang kurang menyenangkan, antara lain kasus investasi Asuransi Jiwasraya yang masuk ke ranah hukum yang ditengarai melibatkan sebagian perusahaan manajer investasi, dibekukannya sejumlah produk reksa dana yang dikelola oleh beberapa perusahaan manajer investasi, dibubarkannya beberapa produk investasi yang dikelola oleh sebuah perusahaan manajer investasi yang mengakibatkan terjadinya force sell portofolio saham reksa dana dan keringnya likuiditas perdagangan saham di bursa, turunnya harga-harga saham dan ujung-ujungnya turunnya Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana, khususnya reksa dana saham. Bersamaan dengan itu kasus virus Corona (Covid-19) yang diawali di Wuhan, Tiongkok, menyebar ke berbagai negara, Italia, Iran, Yunani, Irlandia, Amerika Serikat, Brasil, Singapura, dan lain-lain bahkan di awal Maret 2020 pemerintah Indonesia mengumumkan sudah adanya warga negara yang teridentifikasi terkena virus Corona.

 

Bursa saham di seluruh dunia bereaksi negatif, harga-harga saham turun secara signifikan dalam waktu singkat, Dow Jones (DJI) sebagai acuan indeks harga saham bursa New York Stock Exchange turun 14% dalam waktu sekitar 3 minggu dari tgl 12 Februari 2020 sampai tanggal 11 Maret 2020, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia turun sekitar 22% sejak awal tahun 2020 sampai dengan 12 Maret 2020, demikian juga halnya Hang Seng (Hongkong), Nikkei-225 (Tokyo), FTSE-100 (London) turun signifikan antara 13%-20% dalam periode yang sama.

 

Tentu ada pertanyaan dari nasabah reksa dana saham, bagaimana nasib investasi saya di reksa dana saham? Apakah saya harus jual untuk menghindari kerugian lebih lanjut?

 

Reksa Dana Saham Solusi Investasi Jangka Panjang

Untuk menjawab pertanyaan di atas perlu dijawab dulu pertanyaan berikut, apakah kamu berinvestasi di reksa dana saham untuk jangka pendek atau jangka panjang? Jika untuk jangka pendek dan kamu ingin cut loss saat ini maka kamu melakukannya di saat harga-harga saham secara umum sedang tertekan dan undervalued, sementara secara umum bisnis dan kondisi keuangan perusahaan atau emiten dalam keadaan baik-baik saja dan jika permasalahan yang disebutkan di atas selesai maka harga-harga saham akan kembali naik secara signifikan ke harga wajarnya. Tetaplah bertahan jika tidak membutuhkan dana untuk keadaan darurat. Jika kamu adalah investor jangka panjang disarankan untuk tetap tenang, jangan panik. Sejarah membuktikan bahwa pasar keuangan selalu membaik atau recover secara signifikan setelah selesai tekanan harga di titik terendah. Pasar modal kita telah melalui tekanan harga antara lain krisis moneter tahun 1997-1998, krisis keuangan global tahun 2008, dan krisis akibat membengkaknya current account deficit (CAD) negara di tahun 2013, setelah krisis2 tersebut pasar kembali membaik.

 

Kunci utama berbaliknya harga-harga saham ke trend positif adalah ditemukannya obat atau antidote dari Virus Corona, semoga dalam waktu dekat sudah tersedia dan dapat digunakan di seluruh dunia.

 

Tetaplah Berinvestasi Secara Rutin

Bagi kamu yang memiliki profil risiko tinggi atau agresif, kamu bisa memanfaatkan situasi ini dengan menambah jumlah investasi di reksa dana saham secara berkala yang dikenal dengan istilah “averaging down”, jika profil risiko kamu adalah konservatif kamu bisa memilih reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap yang risiko investasinya lebih rendah dibandingkan dengan reksa dana saham. Jadi tetaplah berinvestasi… Berbagai produk yang cocok dengan profil risiko kamu ada di aplikasi tanamduit.

 

 

THIS TOO SHALL PASS…

banner-download-mobile