Home » Kenalan dengan Istilah Generasi Sandwich

Kenalan dengan Istilah Generasi Sandwich

oleh | Des 16, 2020

#temanduit sudah tahu istilah generasi sandwich belum? Kalau belum, simak artikel berikut ya!

 

Memasuki usia dewasa dan berkeluarga menjadi sebuah babak baru yang memiliki tantangannya tersendiri. Terlebih lagi, saat kita berkeluarga dan memiliki keturunan, orang tua kita semakin menua dan sudah melewati usia produktifnya. Kamu, sebagai individu yang berbakti kepada orang tua sekaligus sayang kepada anak-anakmu tentu tidak bisa mengorbankan salah satu dari mereka. Secara sadar atau pun tidak, kamu merasa berkewajiban untuk memenuhi kebutuhan orang tuamu sekaligus anak-anakmu.

Apa kamu merasa familier dengan situasi di atas? Hmm, bisa jadi kamu salah satu dari member generasi sandwich, #temanduit!

Generasi sandwich merupakan sebutan buat seseorang yang harus mencukupi kebutuhan finansial banyak pihak dalam waktu bersamaan, mencakup dirinya sendiri, anak-anaknya, dan orang tua. Seperti halnya roti sandwich, kamu dihimpit oleh dua kewajiban tersebut. Terlebih lagi, di negara berkembang seperti Indonesia, banyak yang masih meyakini kalau menyokong hidup orang tua di masa pensiun adalah kewajiban anak-anaknya ketika dewasa.

Mungkin sebagian orang tidak begitu merasa terbebani dengan hal ini, karena penghasilannya lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan dan kamu bisa mengatur keuangan dengan baik. Nah, kalau penghasilannya pas-pasan, gimana?

Generasi sandwich via Freepik

Tenang aja, tanamduit sudah siapkan tips untuk kamu para generasi sandwich!

1. Komunikasi adalah hal terpenting

Big Family via Freepik

Kamu sebagai generasi sandwich harus bisa terbuka mengenai kondisi keuangan kepada keluarga, terutama ke pasangan dan orang tuamu. Beritahukan, berapa pendapatan bulanan kamu beserta pengeluarannya. Selanjutnya, omongin juga kebutuhan mereka, baik kebutuhan sehari-hari maupun fasilitas kesehatan yang dibutuhkan orang tuamu.

Barulah secara berkala, setiap bulannya kamu juga bisa update kondisi keuangan kamu. Misalnya, anak kamu butuh untuk bayar masuk sekolah dan bayar SPP untuk satu semester. Kamu perlu untuk menyampaikannya ke orang tua kamu, kalau transferan bulanan mereka mungkin perlu dikurangi karena ada kebutuhan lain yang nggak kalah penting.

 

 2. Prioritaskan kebutuhan primer

Primary Needs via Freepik

Sebelum kamu transfer biaya kebutuhan orang tuamu, baiknya kamu amankan dulu gaji kamu untuk pos-pos pengeluaran utama, yaitu kebutuhan rumah tangga (belanja bulanan), biaya listrik dan air, sekolah anak, dan membayar tagihan-tagihan. Barulah setelahnya kamu bisa alokasikan gaji kamu untuk kebutuhan orang tuamu.

 

3. Kerja sama dengan saudara atau kerabat dekat

Supportive Sisters via The Atlantic

Kalau kamu bukan anak tunggal, kamu bisa lho ajak adik/kakakmu untuk patungan memenuhi kebutuhan orang tua kalian. Nggak cuma soal uang juga, menjadwalkan kunjungan untuk nemenin orang tua kamu medical check-up, atau sekadar nemenin ngobrol, bisa jadi mempererat hubungan kamu dengan orang tua dan saudaramu, lho! Alhasil, kamu nggak merasa sendirian jadi generasi sandwich karena berbagi tanggungan dengan saudara terdekatmu.

 

4. Investasi dan asuransi kesehatan itu penting

Saat gajian, penting banget buat kamu untuk investasi sekurang-kurangnya 10 persen dari total penghasilan kamu. Kamu bisa mengalokasikan investasi tersebut sesuai dengan tujuan keuangan kamu di masa mendatang, seperti dana darurat, persiapan biaya pendidikan anak, sampai dana pensiun nanti. Perlu untuk #temanduit garis bawahi, kalau mempersiapkan dana pensiun harus dimulai sedini mungkin, agar di masa tua nanti kamu punya cukup dana untuk memenuhi kebutuhanmu sendiri, dan memutus rantai generasi sandwich di keluargamu.

Investment & insurance via Dribble

Asuransi kesehatan sama pentingnya dengan investasi. Kamu wajib banget untuk melindungi diri kamu dan keluarga dengan asuransi. Orang tua kamu udah nggak muda lagi, makanya lebih rentan kena penyakit dan lebih sering bolak-balik rumah sakit. Kalau orang tua kamu punya asuransi kesehatan, setidaknya tiap berobat ke rumah sakit, kamu bisa klaim biaya perawatannya. Sementara itu, kamu juga sebagai tulang punggung keluarga juga wajib punya asuransi kesehatan untuk jaga-jaga terhadap segala kemungkinan buruk yang terjadi di masa depan, entah sakit atau pun kecelakaan.

 

Semoga tips di atas membantu, ya, #temanduit! tanamduit siap bantu kamu untuk memutus rantai generasi sandwich nantinya saat berusia lanjut. Melalui aplikasi tanamduit kamu bisa berinvestasi sesuai tujuan keuanganmu sekaligus memproteksi dirimu dan keluarga tanpa harus pindah aplikasi. Yuk berinvestasi di tanamduit!

 

 

Penulis: Syafira Maulida

banner-download-mobile