Home » Tips Mengelola Keuangan: Beda Umur, Beda Cara Ngelolanya Lho! (Part 2)

Tips Mengelola Keuangan: Beda Umur, Beda Cara Ngelolanya Lho! (Part 2)

oleh | Nov 20, 2020

Ikuti cara mengelola keuangan berikut supaya hidupmu nyaman dan menyenangkan!

Kalau pada part sebelumnya kita membahas tentang mengelola keuangan di usia remaja, dewasa muda hingga berkeluarga, kali ini kita akan membahas cara mengelola keuangan di rentang usia selanjutnya sampai kamu pensiun nantinya.

 

  • Usia 40—50an

Our family portrait via Freepik

Di rentang usia 40—50an, anak-anak sudah tumbuh besar. Biasanya, ketika seseorang berusia 40-an, anak-ananya akan masuk SMP atau SMA, bahkan sudah persiapan untuk masuk universitas. Nah, saat ini prioritas pendidikan anak jadi yang utama. Kamu harus mempersiapkan uang pangkal masuk sekolah dan universitas. Selain itu, kamu juga mengalokasikan uang untuk membayar cicilan KPR. Jangan lupa untuk tetap menyiapkan dana darurat minimal 12 kali dari pengeluaran bulanan kamu untuk berjaga-jaga risiko pengeluaran darurat keluarga, seperti jatuh sakit atau ketika kamu tidak memiliki penghasilan dari pekerjaan.

Pada usia 40an, mungkin kamu juga bisa mengelola keuangan kamu untuk bepergian ke luar negeri bersama keluarga. Bagi kamu yang muslim, kamu mulai bisa mengalokasikan gaji kamu untuk umroh atau naik haji. Saat ini untuk umrah dibutuhkan biaya sekitar USD3,000 sedangkan untuk ibadah Haji dibutuhkan biaya antara USD 8,000—USD 12.000. Tentu saja ini bukan nilai yang kecil lho! Untuk yang beragama selain Islam mungkin ada keinginan untuk pergi melakukan ziarah keagamaan di negara lain dan dapat dipastikan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

 

  • Usia 50—60an

Retirement life via Freepik

Ketika kamu berusia 50—60an, mungkin sudah terpikirkan dalam benak rencana-rencana untuk mempersiapkan masa pensiun yang akan datang kurang dari satu dekade lagi. Tapi, jangan lupa, kamu juga mungkin masih perlu mengalokasikan gaji kamu untuk melunasi cicilan KPR dan membayar biaya kuliah anak di universitas.

Perlu diingat juga, anak kamu sudah bertumbuh dewasa, sebentar lagi menyelesaikan studi dan mulai meniti jenjang karir. Mereka memang pelan-pelan akan mandiri secara finansial, tetapi sebagai orang tua kamu juga harus mempersiapkan biaya pernikahan anakmu yang akan dilangsungkan beberapa tahun dari sekarang.

Ketika memasuki masa pensiun di usia 57 tahun, bisa jadi kamu tidak mendapatkan lagi penghasilan secara reguler. Penghasilan berhenti, dan mengelola keuangan menjadi sulit, tapi biaya hidup bulanan masih tetap berjalan, bahkan bisa saja lebih besar karena kondisi kesehatan yang tidak seprima ketika kamu muda. Kalau kamu sudah mempersiapkan dana pensiun sejak muda, kamu bisa memakai dana pensiun ini untuk membiayai kebutuhan sehari-hari. Masa pensiun impian sesuai rencanamu sudah di depan mata.

Jalani masa pensiun kamu sesuai dengan rencana kamu tempo hari. Meskipun begitu, kamu juga harus menghindari pengeluaran impulsif di masa pensiun kamu. Prioritaskan dana pensiun tersebut untuk biaya kesehatanmu. Kamu juga bisa mulai memikirkan soal harta warisan yang akan kamu berikan ke anak cucumu. Selain itu, kamu juga perlu memastikan dana yang kamu miliki cukup untuk kehidupan 2—3 dekade ke depan.

 

Nah, kalau cara mengelola keuangan kamu pada rentang usia tersebut sudah sesuai, kamu dapat menikmati masa pensiunmu dengan nyaman, tentu saja ini merupakan hasil kerja kerasmu sejak muda. Tidak ada kata terlambat untuk mulai berinvestasi dan merencanakan masa depan kamu, karena sekarang adalah waktu yang tepat untuk kamu memulainya. Kamu bisa mulai berinvestasi di tanamduit. Di aplikasi tanamduit, tersedia berbagai pilihan produk sesuai dengan tujuan finansial kamu, baik itu jangka pendek, menengah, mau pun panjang. Yuk, berinvestasi di tanamduit!

 

Penulis: Syafira Maulida

banner-download-mobile