Home » Market Berpeluang Naik Minggu Ini

Market Berpeluang Naik Minggu Ini

oleh | Jul 21, 2021

Huru-hara kenaikan kasus Covid-19 ternyata tidak hanya menimpa Indonesia. Negara-negara lainnya, seperti Amerika Serikat, Taiwan, dan Vietnam yang sebelumnya sudah dinyatakan bebas Covid-19 kembali alami lonjakan kasus positif Covid-19. Hal ini tentu jadi sentimen yang cukup mengkhawatirkan bagi kondisi pasar. Meskipun begitu, Ferry Latuhihin melihat potensi kenaikan IHSG minggu ini. Kira-kira apa alasannya, ya? Simak ulasan tanamduit Outlook berikut!

1. Covid-19 varian delta bagaikan monster

Lonjakan kasus Covid-19 di beberapa negara di dunia kembali membuat pelaku pasar dag-dig-dug, karena berpotensi mengancam kemajuan pemerintah untuk memberantas Covid-19. Secara umum, pemerintah sudah cukup baik menangani Covid-19, walaupun masih banyak hal yang perlu ditingkatkan dan dikritisi.

Selain itu, angka testing yang sangat rendah juga memicu kekhawatiran, karena bisa jadi jumlah orang yang terpapar Covid-19 jauh lebih banyak dibandingkan dengan data yang dimiliki pemerintah. Di Indonesia, positivity rate harian kita sebesar 26,88%. Positivity rate merupakan persentase dari jumlah kasus Covid-19 dibagi dengan jumlah orang yang menjalani tes atau pemeriksaan. Adapun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan batas minimal positivity rate suatu negara, yaitu 5%.

2. PPKM Darurat diperpanjang hingga 25 Juli

Pengendalian Covid-19 yang berlarut-larut akan membahayakan perekonomian nasional. Kalau pemerintah berhasil mengendalikan kasus Covid-19 sepanjang bulan Juli ini, maka dampak terhadap ekonomi nasional hanya terbatas sekitar 0,1—0,2 persen. Dilansir dari Kontan, Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede memproyeksikan bahwa perpanjangan PPKM Darurat hingga 6 minggu akan mendorong penurunan produk domestic bruto (PDB) tahun 2021 sebesar 0,5—1% dari proyeksi baseline. Jika PPKM Darurat masih diperpanjang lagi setelahnya, perekonomian kita akan mengalami perlambatan pertumbuhan yang lebih signifikan di tahun 2021.

Kalau dilihat dari sisi jaring pengaman sosial, pemerintah juga melakukan perpanjangan penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST), perpanjangan stimulus program ketenagalistrikan, percepatan Bantuan Langsung Tunai (BLT) desa, percepatan penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH), dan kartu sembako yang diharapkan dapat membatasi penurunan konsumsi masyarakat.

3. Pent-up-demand jadi setitik harap pemulihan ekonomi nasional

Perilisan angka-angka perekonomian Q2 diprediksi akan positif, meskipun di akhir Q2 ini ada kebijakan PPKM Darurat. Positifnya angka-angka perekonomian Q2 diharapkan bisa jadi angin segar bagi para pelaku pasar. Angka-angka perekonomian Q2 begitu dinantikan pelaku pasar sebagai pertanda bahwa Indonesia berhasil keluar dari resesi untuk sementara.

Pendistribusian vaksinasi Covid-19 akan dikebut oleh pemerintah dan jadi harapan untuk terjadinya pent-up-demand untuk mendorong angka pemulihan ekonomi pada kuartal berikutnya. Per 19 Juli 2021 sebanyak 42.095.531 penduduk Indonesia telah menerima vaksin dosis pertama, atau 422.067 lebih banyak dari hari sebelumnya. Sementara itu, penerima vaksin dosis kedua sebanyak 16.400.351 penduduk, atau 126.201 lebih banyak dari hari sebelumnya.

Covid-19 masih terus menghantui keseharian kita. Oleh karena itu, penting banget untuk mematuhi protokol kesehatan supaya badai Covid-19 segera berlalu. Tetap jaga, kesehatan fisik, mental, dan finansial dengan memiliki persediaan dana darurat yang cukup agar lebih tenang untuk menangkap potensi bullish dari pasar pada tahun ini.

 

Berdasarkan ulasan Ferry Latuhihin (Chief Economist tanamduit)

Kontributor: Syafira Maulida

banner-download-mobile