Home » Market Masih Memantau Covid

Market Masih Memantau Covid

oleh | Agu 4, 2021

Halo temanduit!

Semoga kita selalu diberikan kesehatan ya ditengah PPKM yang terus diperpanjang.

Tidak terasa, akhir tahun semakin dekat. Namun kondisi pasar modal masih terus dibayangi oleh lonjakan gelombang kedua COVID-19 yang tidak berkesudahan. Kita lihat yuk sentimen apa saja yang terpengaruh akibat COVID-19 yang tanpa akhlak menghantam banyak sektor.

1. PPKM level 4 diperpanjang lagi hingga 9 Agustus

Keputusan untuk memperpanjang penerapan PPKM level 4 memberikan efek pedas untuk pelaku ekonomi. Seperti tingkat kepedasan salah satu fast food ayam goreng yang terkenal. Meskipun kebijakan PPKM level 4 membawa sejumlah perbaikan yang diharapkan dengan menurunnya tingkat kasus aktif, tingkat kesembuhan dan BOR (Bed Occupancy Rate). Namun dampak dari perpanjangan ini akan negatif untuk pemulihan ekonomi dan juga kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan. Meskipun PPKM level 4 kembali diperpanjang, periodenya semakin pendek dari sebelumnya 2 minggu menjadi 1 minggu.

2. PMI anjlok imbas serangan gelombang kedua COVID di dunia

Angka penurunan PMI Manufaktur Indonesia pada Juli sebesar 40,1 anjlok dari bulan sebelumnya sebesar 53,5. PPKM level 4 yang berkepanjangan memang menjadi biang kerok utama selain dari menurunnya permintaan di level global akibat serangan gelombang kedua yang menghantam banyak negara. Penurunan ini merupakan yang terendah dalam sembilan bulan terakhir dengan tingkat penurunan tercepat sejak bulan Juni 2020.

Pemerintah sudah mempersiapkan diri untuk penanganan krisis COVID-19 agar tetap terkendali dengan meningkatkan vaksinasi yang sudah tembus 1.3jt/hari. Selain itu utang masih menjadi jawaban dalam penanganan krisis. Meskipun begitu, kenaikan utang masih dalam batas wajar yang terbukti dengan tidak ada penurunan outlook dari kredit pemerintah Indonesia oleh Lembaga rating agency global. Kurs rupiah terhadap dollar juga menjadi pertanda bahwa utang pemerintah masih manageable.

3. Pasar modal masih bergerak mendatar

Meskipun pasar masih begini-begini saja atau sideways. Perlu diingat juga, bahwa krisis COVID-19 yang terjadi merupakan suatu hal yang sementara saja dan tidak berdampak permanen untuk struktur perekonomian. Sehingga ini menjadi kesempatan yang baik untuk kita terus berinvestasi ditengah pasar modal yang sedang ter-diskon.

Tingkat pengembalian obligasi pemerintah dan deposito perbankan masih terhitung murah yang menandakan banyaknya likuiditas di pasar. Sehingga jika dikelola dengan baik akan dapat menopang pertumbuhan ekonomi setelah PPKM berakhir.

Selain itu, pasar juga akan menantikan angka rilis ekonomi Q2 yang kemungkinan akan keluar di tanggal 5 Agustus. Diproyeksikan pertumbuhan ekonomi Q2 akan membaik ke zona positif meskipun terjadi pelemahan dari konsensus sebelumnya akibat dampak kebijakan PPKM diakhir periode Q2 2021.

Just wait the momentum and keep buying! Jika agustus ini PPKM dapat diakhiri maka akan terjadi pent up demand atau lonjakan pertumbuhan ekonomi dibulan berikutnya yang dapat mendorong kenaikan IHSG menjadi 6700 pada akhir tahun. Ekonomi terus menunjukkan perbaikan disetiap kuartal. Yuk, tambah portofolio reksadana saham kamu di tanamduit sekarang!

 

Berdasarkan ulasan Ferry Latuhihin (Chief Economist tanamduit)

Kontributor: Muhammad Alvin Darari

banner-download-mobile