Home » Market Masih Menunggu Vaksin

Market Masih Menunggu Vaksin

oleh | Agu 18, 2021

Halo, temanduit!

Dirgahayu Republik Indonesia tercinta yang ke-76 untuk kita semua~ Sudah siapkah menyambut merdeka secara finansial? Yuk, kita simak dulu apa saja sih faktor penting di minggu ini yang perlu diperhatikan.

1. Market butuh kepastian, nggak suka digantung

IHSG masih gini-gini aja, nih alias sideways. Mr. Market membutuhkan kepastian dari data-data ekonomi dan laju penurunan Covid-19. Di antara data-data yang paling dinantikan adalah terkait kepastian vaksinasi yang diharapkan dapat membuat kita dapat melanjutkan hidup dengan situasi new normal. Program vaksinasi sangat dinanti karena dianggap menjadi kunci sukses utama untuk meningkatkan kepercayaan Mr. Market terhadap tingkat pemulihan ekonomi nasional. Bahkan, di Eropa, stadion sepakbola sudah dipenuhi kembali oleh pendukung tim sepakbola yang bertanding tanpa menjaga jarak dan menggunakan masker. Di balik pro dan kontra yang terjadi atas digelarnya Piala Eropa ditengah situasi pandemi, hal ini dapat kita jadikan acuan untuk melihat efektifitas vaksinasi dalam mencapai kekebalan komunal (herd immunity).

Ditengah penantian panjang agar kita bisa segera hidup dalam new normal dengan vaksinasi, pemerintah kembali memperpanjang PPKM level 4 agar situasi tetap terkendali, meskipun banyak kelonggaran yang diperbolehkan untuk meningkatkan geliat aktivitas ekonomi kembali.

2. Diperkirakan The Fed tidak akan mempercepat tapering tantrum

Isu tapering atau penghentian stimulus oleh pemerintah Amerika masih belum jelas nih, temanduit. Berdasarkan hasil polling terbaru dari Reuters, 28 dari 43 analis memprediksi bahwa The Fed akan mengumumkan tapering pada September/November nanti. Tentunya keputusan ini akan melihat perkembangan pasar tenaga kerja dan inflasi yang akan dipantau ketat. Sejauh ini, penciptaan tenaga kerja tergolong bagus dan inflasi semakin stabil & terkendali.

Chief Economist tanamduit, Ferry Latuhihin meyakini The Fed tidak akan mempercepat tapering tantrum, melainkan, akan dilakukan sesuai perencanaan sebelumnya pada tahun 2023. Hal ini akan berdampak pada fundamental ekonomi Indonesia yang terkendali. Dengan proyeksi rentang nilai kurs rupiah terhadap US dollar diprediksi masih akan terjaga direntang Rp. 13.000,00 – 15.000,00.

3.  Demam sentimen digital melanda

Pasar modal dalam negeri belakangan banyak diramaikan oleh berita tentang perusahaan startup unicorn yang juga turut menjadi salah satu partner tanamduit, yaitu Bukalapak. Startup marketplace terbesar ke-3 di Indonesia ini memiliki valuasi yang cukup besar sehingga kejatuhan harga saham Bukalapak yang menarik minat banyak investor institusi dan retail ini memiliki dampak yang besar ke IHSG dan menyebabkan tekanan hebat ke perusahaan lainnya (domino effect).

Di tengah gejolak yang terjadi, banyak pelaku pasar yang sedang menunggu sebelum masuk kembali ke pasar. Hal ini terlihat dengan volume transaksi yang sangat tipis.

Tetap semangat temanduit! Volatilitas jangka pendek yang terjadi tidak boleh mematahkan semangat kita untuk mencapai kemerdekaan secara finansial. Melainkan kita harus memanfaatkan kesempatan koreksi yang terjadi untuk berinvestasi. Habis gelap terbitlah terang. IHSG masih akan bullish hingga akhir tahun. Yuk, tambah portofolio kamu di tanamduit!

Kontributor: Muhammad Alvin Darari

 

banner-download-mobile