Home » tanamduit Outlook 03 Mei 2021 – Multispeed Recovery Index Masih Berpotensi ke 7000 Tahun Ini

tanamduit Outlook 03 Mei 2021 – Multispeed Recovery Index Masih Berpotensi ke 7000 Tahun Ini

oleh | Mei 5, 2021

Pasar modal dalam negeri masih mengalami fase sideways atau fase dimana market bergerak masih di situ-situ aja alias tidak naik dan tidak turun. Market masih melakukan konsolidasi mencari harga yang baru yang nyaman.

Pasar masih menunggu data-data ekonomi dan laporan keuangan dari korporasi. Volatilitas pasar diprediksi Chief Economist tanamduit Ferry Latuhihin akan mereda karena beberapa indikator ekonomi sesuai ekspektasi seperti angka inflasi yang berada pada rentang 1,6%. Angka Purchasing Managers Index kembali masuk fase ekspansi yang semakin menguat dari bulan sebelumnya menjadi 54,6 pada April dari 53,2 pada bulan Maret.

Apakah “Sell on May and go away” masih relevan dengan kondisi saat ini? Yuk, kita simak faktor penting dalam pasar modal di bulan Mei.

 

1. IHSG berpotensi KUAT ke 7000. Perbaikan ekonomi terus membaik

Sinyal pemulihan ekonomi di kuartal kedua 2021 terus berlanjut. Terbukti dengan keluarnya data ekonomi yang semakin baik. Mulai dari kasus harian COVID-19 menunjukkan tren yang semakin terkendali. Tingkat mobilitas masyarakat yang semakin meningkat seiring dengan program vaksinasi menjadikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua kembali menemukan titik terang. Hal ini yang menyebabkan indeks sangat berpotensi kuat menuju 7.000 pada semester 2.

2. Capital flow akan mengalir lebih cepat ke Emerging Market

Masuknya kembali dana asing ke pasar modal menunjukkan mulai pulihnya kepercayaan psikologis pasar terhadap ekonomi Indonesia. Aksi beli bersih asing ini menunjukkan kembali pulihnya pasar terhadap prospek ekonomi nasional. Meskipun dibayangi kekhawatiran akibat menguatnya angka kasus COVID-19 di Asia, terutama di negara India dan Malaysia. Namun tidak perlu panik, karena kekhawatiran yang terjadi ini lebih bersifat psikologis saja yang efeknya hanya sementara. Indikasi pemulihan ekonomi tercermin dari tingginya indeks manajer pembelian (Purchasing Manager Index) manufaktur yang menyentuh rekor tertinggi. Perbaikan ekonomi domestik dari negara kita yang semakin membaik inilah yang menjadi katalis positif bagi investor untuk kembali membeli aset beresiko seperti saham.

 

3. Rating utang Indonesia stabil. Hutang terkelola dengan baik

Lembaga pemeringkat dunia yang paling terkenal yaitu Moody’s, Fitch, dan S&P menegaskan peringkat rating Indonesia tetap stabil atau tidak ada kenaikan peringkat maupun penurunan. Ini merupakan suatu hal yang hebat di tengah gejolak ekonomi global akibat pandemi COVID-19. Tiga lembaga pemeringkat tersebut menurunkan outlook banyak negara. Fitch menurunkan peringkat utang sebanyak 51 negara, Moody’s 35 negara dan S&P 38 negara. Kurs rupiah terhadap dollar yang masih terjaga juga menjadi pertanda bahwa ekonomi negara kita masih terjaga dengan baik.

 

 

Buy the Fear, Sell the Greed! Kondisi pasar yang masih volatile seperti saat ini justru adalah momen yang tepat untuk KEEP BUYING. Pertumbuhan ekonomi yang semakin terbukti solid namun tidak tercermin dalam kenaikan IHSG menjadi kesempatan bagi temanduit untuk meningkatkan potensi keuntungan yang akan di dapat pada akhir tahun~

 

 

Berdasarkan ulasan Ferry Latuhihin (Chief Economist tanamduit)

Kontributor: Syafira Maulida

banner-download-mobile