Home » tanamduit Outlook 1 Februari 2021 – No Guts, No Glory

tanamduit Outlook 1 Februari 2021 – No Guts, No Glory

oleh | Feb 2, 2021

Halo, #temanduit!

Minggu lalu mungkin menjadi minggu yang cukup gloomy bagi para investor risky asset seperti reksa dana saham. Selama lima hari berturut-turut, IHSG mengalami koreksi ke angka 5.862. Hal ini diwajarkan Chief Economist tanamduit, Ferry Latuhihin karena kondisi market sudah overshooting sejak awal Januari 2021. Sejak awal tahun 2021, IHSG telah tumbuh 7 persen ke angka 6.435 selama tiga minggu terakhir.

Kali ini, tanamduit Outlook mengangkat tema “No Guts, No Glory” Artinya, kita tidak perlu takut akan volatilitas harga saham dalam jangka pendek. Justru, penurunan IHSG ke angka 5.800-an minggu lalu adalah kesempatan yang baik untuk kita tetap membeli reksa dana saham. Keep buying and hold it, setidaknya hingga akhir tahun 2021.

Berikut sentimen perekonomian yang mempengaruhi kondisi market seminggu belakangan.

 

Keberadaan daily trader yang membuat harga saham-saham alami penurunan

Minggu lalu (25—29 Januari 2021) IHSG mengalami penurunan berturut-turut dari angka 6.400-an ke angka 5.800-an. Penyebab utamanya adalah adanya margin call terhadap investor harian (daily trader) yang menggunakan fasilitas pinjaman untuk membeli portofolio saham. Fasilitas pinjaman ini memiliki ketentuan, jika harga saham yang dibeli mengalami penurunan sejumlah persentase tertentu, maka untuk menghindari kerugian yang lebih banyak, maka portofolio sahamnya harus dicairkan (forced sell). Nah, karena jumlah investor harian ini banyak, maka angka penjualan saham-saham dari portofolio mereka sangat tinggi, akhirnya harga-harga saham mengalami penurunan yang cukup signifikan seminggu belakangan.

 

Volatilitas harga saham-saham jangka pendek

IHSG dalam jangka pendek diperkirakan volatilitasnya masih tinggi. Namun, pada kuartal kedua tahun 2021 diperkirakan akan lebih stabil, sejalan dengan kejelasan pemulihan ekonomi dab kelancaran distribusi vaksin Covid-19 ke masyarakat Indonesia. Selain itu, stimulus perekonomian yang dibutuhkan masyarakat dan pelaku bisnis akan tetap diberikan oleh pemerintah Indonesia dan negara-negara lain di dunia agar roda perekonomian tetap berputar.

 

Pengalihan lokasi pabrik-pabrik dari luar negeri ke Indonesia

Pengalihan lokasi pabrik-pabrik dari luar negeri ke Indonesia akan menyebabkan peningkatan Foreign Direct Investment (FDI). Pemerintah RI sudah menyetujui beberapa proposal investasi asing di Indonesia. Saat ini pemerintah sedang mencarikan lahan untuk pembangunan pabrik-pabrik. Hal ini tentu mendorong naiknya pertumbuhan ekonomi Indonesia.

 

IHSG sudah undervalued

Pada tanggal 29 Januari lalu, IHSG berada di angka 5.800-an. Angka IHSG di bawah 6.000 dinilai sudah undervalued sehingga saat ini adalah waktu yang tepat untuk menambah portofolio kita di risky asset, yaitu reksa dana saham.

 

No guts, no glory. Untuk meraih kesuksesan, butuh keberanian untuk memulainya. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk menambah portofolio investasi kita di reksa dana saham mengingat IHSG diproyeksikan akan mencapai angka 7.000 akhir tahun ini. Yuk, berinvestasi reksa dana saham di tanamduit!

 

 

Berdasarkan ulasan Ferry Latuhihin (Chief Economist tanamduit)

Kontributor: Syafira Maulida

 

banner-download-mobile