Home » tanamduit Outlook 1 Maret 2021 – Don’t Worry Be Happy

tanamduit Outlook 1 Maret 2021 – Don’t Worry Be Happy

oleh | Mar 3, 2021

Halo, #temanduit!

Pada hari Senin (01/03) kemarin, IHSG masih berada pada fase sideways di area 6300. Sementara itu, beberapa angka yang sudah keluar masih menunjukkan optimisme yang tinggi akan pulihnya perekonomian global. Angka PMI masih berada diatas 50 meskipun terjadi penurunan dibandingkan bulan Januari. Hal ini masih menunjukkan industri manufaktur masih mengalami ekspansi yang menandakan pertumbuhan ekonomi yang sulit.

So, tanamduit mengangkat tema “Don’t Worry be Happy” untuk edisi market outlook kali ini karena tidak ada hal yang perlu membuat kita khawatir terhadap kondisi pasar. Market outlook edisi kali ini lebih special karena turut dihadiri CEO Danareksa Asset Management, yaitu Bapak Marsangap Tamba.

Yuk simak sentiment pasar yang bisa membuat kita tidak worry dan happy karena market masih akan bullish:

 

Pent up demand mendorong Inflasi Amerika dan global sesuai ekspektasi

Pent up demand akan terjadi sehingga mendorong permintaan barang dan jasa, tetapi hal ini tidak diimbangi dari sisi supply sehingga berpotensi menimbulkan inflasi. Dinamakan pent-up demand karena permintaan yang tinggi tersebut mengacu karena adanya keinginan terpendam (pent-up) akibat berbagai alasan. Sektor yang akan diuntungkan dari pent up demand adalah barang tahan lama (durable goods) seperti mobil, property dan elektronik.

The Fed akan melakukan normalisasi atau pengetatan jika terjadi lonjakan inflasi. The Fed akan melihat inflasi yang terjadi merupakan hal yang berkelanjutan atau tidak. Selama ini target inflasi Amerika sebesar 2% sulit dicapai, sehingga jika terjadi lonjakan inflasi menjadi 3% tidak akan menjadi masalah besar karena perhitungan dilakukan berdasarkan rata-rata inflasi beberapa bulan. The Fed sendiri berkomitmen untuk tidak menaikkan suku bunga acuan selama 3 tahun ke depan. Sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari data statistik ekonomi yang rilis karena sesuai ekpektasi pasar.

 

Liquidity Play mendorong index tumbuh

Danareksa meyakini IHSG akan bullish, market akan uptrend and recovery, angka-angkanya masih akan naik. Asset class akan membaik karena ada story scenario bullish, berdasarkan consensus akan sekitar 17x dari Earning. Potensial upside di Reksadana Saham masih cukup baik. Namun, fluktuasi masih sangat tinggi didorong dari faktor global market.

Laporan keuangan Q1 masih akan jelek akibat dampak covid, tetapi apakah sesuai dengan ekspektasi dengan consensus pasar atau tidak. Namun, pasar sekarang sudah priced-in terkait pemulihan ekonomi.

Market bisa saja terjadi bubble tetapi yang perlu diperhatikan apakah rasional atau tidak. Kondisi sekarang memang terjadi bubble akibat pandemic covid menekan laba emiten pada IHSG, namun hal ini masih tergolong wajar karena market sudah priced-in dan optimis akan pemulihan ekonomi.

 

Inflasi menanjak, taper tantrum optimis tidak terjadi

Penguatan Wall Street dan data ekonomi Amerika turut memberikan sentimen positif ke pasar Asia, sehingga IHSG berpeluang melanjutkan kenaikan. Yield Treasury mulai terkendali dalam 2 hari perdagangan terakhir membuat pelaku pasar tenang.

Kenaikan yield Treasury dilatarbelakangi optimisme pertumbuhan ekonomi, tercermin dari inflasi yang menanjak dan berpotensi menyentuh 3%. Hal ini menandakan pelaku pasar mengantisipasi kemungkinan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) mengurangi nilai program pembelian obligasi dan surat berharga lainnya (quantitative easing/QE) atau yang dikenal dengan istilah tapering.

Dilansir dari CNBC, Tapering merupakan salah satu hal yang ditakutkan, sebab berkaca dari pengalaman sebelumnya memberikan dampak yang besar di pasar finansial termasuk Indonesia. Saat itu dikenal dengan istilah taper tantrum.menaikkan yield jangka pendek, kemudian stabilitas yield jangka panjang, serta tidak akan menaikkan balance sheet.

 

Short story short, angka-angka yang mendorong indeks ke angka 6300 sudah sesuai dengan prediksi sebelumnya.

Sebagai kesimpulan, Bapak Marsangap menyimpulkan bahwa potensi upside secara longterm masih cukup menarik. Mangkanya kalau kita mau investasi harus mulai dari kerangka wealth planning. Return IHSG cukup menarik dimana secara bulanan, IHSG mampu memberikan keuntungan bagi 60-70% investor. Ini menjadi kesempatan bagi kita namun dengan memitigasi resiko secara regular.

Chief Economist Tanamduit, Profesor Ferry Latuhihin menambahkan market masih akan sangat bullish. Dunia akan mengalami pergeseran dimana yang akan menjadi growth market bukan lagi negara maju, dengan angka productivity mereka mendekati 0. No Guts, no glory, berarti kita harus put our money di risky asset. Indonesia  bersama negara Asia lainnya akan memimpin pertumbuhan ekonomi dunia. Kita harus melakukan regular investing dengan mindset long term untuk mendapatkan momentum ini.

Hal ini menambah keyakinan bahwa ekonomi dunia berada pada jalur yang tepat, sehingga temanduit tidak perlu khawatir dengan volatilitas yang terjadi. Yuk, mulai berinvestasi reksa dana di tanamduit!

 

 

Berdasarkan ulasan Ferry Latuhihin (Chief Economist tanamduit)

Kontributor: Alvin Darari

 

banner-download-mobile