Home » tanamduit Outlook 11 Januari 2021 – The Transitory & Permanent of Covid-19 on Globalization and Investment

tanamduit Outlook 11 Januari 2021 – The Transitory & Permanent of Covid-19 on Globalization and Investment

oleh | Jan 12, 2021

Halo #temanduit!

IHSG kembali menguat sejak awal tahun 2021. PSBB Jawa-Bali yang kembali diterapkan bukan menjadi hal baru selama pandemi Covid-19, oleh karena itu IHSG masih terus naik pada awal minggu ini. Chief Economist tanamduit, Ferry Latuhihin memprediksi, kondisi market akan tetap volatile beberapa waktu ke depan. Meskipun begitu, kalau merujuk tren jangka panjang di akhir tahun 2021, IHSG diprediksi akan mencapai level 7.000.

tanamduit Outlook kali ini mengangkat tema “The Transitory & Permanent of Covid-19 on Globalization & Investment”. Covid-19 transitory effect berarti pemerintah akan jor-joran mengucurkan stimulus market untuk meningkatkan pertumbuhan ekonominya seperti pada sektor infrastruktur dan memberi bantuan layanan tunai pada masyarakat. Kesadaran pemerintah untuk mengatasi economy shock seperti pada situasi pandemi sekarang dengan berbagai cara dinilai menjadi dampak jangka panjang yang permanen dari pandemi Covid-19. Ke depannya, apabila kembali terjadi economy shock, dampaknya tidak akan sebesar economy shock saat Covid-19 sekarang.

Berikut sentimen ekonomi terbaru yang mempengaruhi market seminggu belakangan.

 

Sejak awal tahun 2021, IHSG naik lebih dari 5%

Kenaikan IHSG lebih dari 5% sejak awal tahun 2021 (5 hari bursa) dipengaruhi oleh beberapa faktor:

  • Ekspektasi pasar semakin tinggi di tengah pandemi Covid-19

    PSBB bukan lagi suatu hal baru, karena masyarakat sudah mulai bisa beradaptasi dengan kondisi yang terjadi. Terlebih lagi, keberadaan vaksin Covid-19 yang sudah siap didistribusikan dan disuntikkan kepada masyarakat, membuat perekonomian tetap bisa berjalan. Beberapa negara juga sudah mulai melakukan suntikan vaksin kepada masyarakatnya.

  • IHSG diprediksi akan tumbuh ke level 6.800 akhir tahun 2021 dan ekonomi Indonesia akan tumbuh sebesar 6,1%

    Salah satu global investment bank terbesar di dunia memprediksikan IHSG akan tumbuh ke level 6.800 akhir tahun 2021, ini menjadi salah satu benchmark bagi investor global untuk menambah alokasi investasinya di Indonesia. Selain itu, IMF memperkirakan ekonomi Indonesia di tahun 2021 bisa tumbuh sebesar 6,1%

  • Kenaikan harga saham-saham di New York Stock Exchange
    Kenaikan harga saham di New York Stock Exchange dicerminkan pada indeks Dow Jones yang sudah naik ke level 31.000-an dari level 29.000-an pada pra Covid-19. Indeks Nasdaq juga mengalami kenaikan ke level 13.000-an. Kenaikan keduanya membawa dampak positif terhadap Bursa Efek Indonesia (IDX).

 

Pandemi Covid-19 bersifat sementara

Sejak vaksin Covid-19 ditemukan dan diproduksi massal, optimisme terhadap market mulai muncul dengan.keberadaan vaksin tersebut. Terbukti, IHSG sempat mencapai level 6.100-an di bulan Desember 2020 kemarin, walaupun ditutup di 5.979,07 di 30 Desember 2020. Sambil menunggu ditemukannya vaksin Covid-19 dan pendistribusiannya, pemerintah di seluruh dunia secara masif melakukan stimulus besar-besaran dengan memompa likuiditas untuk menyelamatkan ekonomi. Stimulus yang dilakukan oleh pemerintah AS sangatlah besar yang mengakibatkan likuiditas keuangan menjadi sangat besar dan sebagian dialokasikan oleh investor global ke negara lainnya.

Hal yang sama juga dilakukan oleh pemerintah Indonesia yang melakukan stimulus ekonomi dengan memompa likuiditas berupa bantuan layanan tunai kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan ke UMKM agar tetap melakukan kegiatan produksi. Stimulus ekonomi juga diberikan pada perbankan agar bank tetap dapat menyalurkan bantuan kredit. Stimulus ini menjadi efektif dan akan dikurangi besarannya, jika inflasi sudah merangkak naik ke level normalnya, yaitu pada kisaran 3% -an.

 

Volatilitas IHSG di bulan Januari

IHSG pada bulan Januari 2021 diprediksi masih volatile, karena reaksi berlebihan dari ekspektasi pasar yang tinggi vs masih tingginya jumlah orang yang terpapar Covid-19. Meskipun begitu, dalam jangka setahun ke depan IHSG diprediksi akan stabil. Vaksin Covid-19 menjadi game changer dan memberikan kepercayaan diri yang tinggi pada investor untuk meningkatkan alokasi investasi ke risky asset, khususnya portofolio saham.

 

Tingkat bunga US Fed diproyeksi akan tetap rendah

Tingkat bunga US Fed akan tetap rendah, setidak-tidaknya sampai tahun 2023 seperti yang terjadi saat ini, yaitu antara 0—0,25%. Tingkat bunga yang rendah menyebabkan investor global memindahkan investasinya dari surat utang atau obligasi ke risky asset, yaitu saham.

 

tanamduit memiliki pandangan bahwa pasar saham akan tumbuh (bullish market) untuk jangka waktu setahun ke depan. Berdasarkan ulasan yang telah disampaikan di atas, sekarang masih menjadi waktu yang baik untuk menambah alokasi investasi di reksa dana saham. Yuk, investasi reksa dana saham di aplikasi tanamduit! 

 

 

Berdasarkan ulasan Ferry Latuhihin (Chief Economist tanamduit)

Kontributor: Syafira Maulida

 

banner-download-mobile