Home » tanamduit Outlook 12 Okt 20 – Badai Segera Berlalu

tanamduit Outlook 12 Okt 20 – Badai Segera Berlalu

oleh | Okt 12, 2020

Wall Street, diwakili oleh Indeks Dow Jones sebentar lagi mencapai level sebelum pandemi Covid-19. Pada Jumat lalu (09/10), Dow Jones ditutup di level 28.586 naik sebesar 4,94% dari penutupan seminggu lalunya. Sedangkan IHSG ditutup di level 5.053 naik 2,13% dalam waktu yang sama.

Kenaikan IHSG belum bisa setara dengan bursa AS dengan beberapa concern dari market selama seminggu terakhir, yang berfokus pada perkembangan Omnibus Law. tanamduit melihat IHSG masih dalam posisi ragu-ragu, it’s just a matter of time bagi IHSG untuk bisa mengejar ketertinggalannya dari Dow Jones. Setidaknya ada 4 faktor yang dapat mendukung market kita.

 

Disahkannya RUU Omnibus Law Cipta Kerja

RUU Omnibus Law Cipta Kerja disahkan menjadi Undang-Undang pada rapat paripurna DPR Senin lalu (05/10). Omnibus Law selama ini selalu dinantikan oleh para investor asing dan domestik. Setelah proses ‘ketok palu’ yang telah selesai, sesuai dengan perkiraan sebelumnya, telah berlangsung demonstrasi yang menentang diberlakukannya Omnibus Law ini dari berbagai kalangan di beberapa daerah di Indonesia.

Di tengah pertumbuhan angkatan kerja yang lebih tinggi daripada pertumbuhan lapangan kerja, membuat pertumbuhan ekonomi kita menjadi terbatas. Omnibus Law Cipta Kerja bertujuan untuk meningkatkan lapangan kerja secara masif dengan cara mempermudah investasi ke dalam negeri.

Investor sekarang menantikan bagaimana pemerintah RI dapat menjaga stabilitas di tengah demonstrasi atas disahkannya Omnibus Law. Jika gejolak dapat dikendalikan, market akan menanggapi hal ini secara positif.

 

DKI Jakarta Kembali ke PSBB Transisi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menerapkan PSBB transisi mulai Senin hari ini (12/10) selama dua minggu sampai tanggal 25 Oktober 2020. Pemprov DKI melonggarkan kebijakan PSBB karena melihat peningkatan jumlah angka positif Covid yang melambat. (Sumber: Pemprov DKI)

Adapun total kasus Covid-19 di Indonesia telah mencapai lebih dari 330 ribu kasus, dengan rasio kematian yang terus menurun dan angka kesembuhan di level 76%. (Sumber: Worldometer)

Dengan kebijakan ini, tentunya memberikan ‘angin segar’ bagi para pelaku usaha khususnya dari sektor perdagangan karena aktivitas ekonomi yang dapat meningkat kembali.

 

Trump Mengajukan Peningkatan Stimulus Covid kepada Kongres

Dalam kondisi pandemi seperti ini, seluruh negara di dunia menerapkan kebijakan peningkatan likuiditas untuk menjaga ekonomi agar tidak terlalu collapsed.

Presiden AS Donald Trump kembali mengajukan anggaran untuk stimulus Covid-19. Stimulus yang diajukan sebesar 1,8 Triliun USD atau 26,47 Triliun Rupiah (dengan Kurs Rp 14.709 / USD). Pengajuan stimulus kali ini lebih besar daripada yang telah diajukan sebelumnya yaitu 1,6 Triliun USD. (Sumber: Bloomberg)

Efek dari pengajuan ini adalah ekspektasi market yang terjaga membuat Dow Jones hampir mencapai 29.000 (level sebelum Covid-19). Istilah too big is better than too small sekarang ini sepertinya tepat, ditambah dengan pernyataan “Go Big!” oleh Trump melalui cuitannya. Likuiditas yang tinggilah yang menjaga market tetap kuat.

Pasar modal Indonesia juga akan menikmati stimulus ini dimana investor-investor asing akan menngalokasikan kelebihan likuiditasnya untuk berinvestasi di emerging countries termasuk Indonesia. IHSG diperkirakan akan mengalami kenaikan, tanamduit memperkirakan bahwa IHSG akan berada di level antara 5.500-6.000 di akhir tahun 2020 ini, sedangkan Government Bond Yield 10 tahun akan turun dari level 6,9% ke level 6,5%-6,7% di akhir tahun 2020.

 

Perkembangan Vaksin Covid-19

Kandidat vaksin Covid-19 yang sekarang ini sedang dalam Uji Klinis tahap 3 terus menunjukkan perkembangan. Dirjen WHO, Tedros Adhanom menyatakan bahwa sangat ada harapan dan vaksin Covid-19 bisa siap pada akhir tahun 2020. Sampai saat ini terdapat 9 kandidat vaksin yang berada dalam tahapan Uji Klinis yang harapannya akan terdistribusi sebesar 2 milliar dosis pada akhir tahun 2021. (Sumber: Mirror)

Perkembangan ini menjadi harapan positif bukan hanya untuk aspek kesehatan masyarakat dunia tetapi juga untuk aktivitas ekonomi dan tentunya investasi.

 

Berdasarkan beberapa faktor tadi, pasar keuangan cepat atau lambat akan bereaksi positif dan akan bangkit. Melihat kembali posisi market domestik dimana kenaikannya masih terbatas, dengan Indeks Dow Jones sudah hampir mencapai level sebelum Covid-19, membuat investor bisa melihat posisi sekarang sebagai kesempatan yang baik untuk masuk ke reksa dana pendapatan tetap atau saham.

banner-download-mobile