Home » tanamduit Outlook 16 November 2020 – Menanti Durian Runtuh

tanamduit Outlook 16 November 2020 – Menanti Durian Runtuh

oleh | Nov 16, 2020

Halo #temanduit! Semoga hari-harinya selalu menyenangkan.

Tema minggu ini merupakan serangkaian dari Market Outlook series yang diadakan tanamduit. Beberapa minggu lalu tema kita adalah “Menunggu Godot, yang terispirasi dari cerita klasik dari Perancis. Perumpamaannya yaitu market kita terlihat menunggu ‘sesuatu yang akan datang’ namun belum muncul-muncul juga. Godot yang dimaksud adalah Vaksin dari Covid-19. Semakin kesini, tanda-tanda akan rilisnya Vaksin makin jelas terlihat. Ulasan kita sangat jelas bahwa it’s Time to Invest, seperti ulasan kita minggu lalu.

Recovery di market beberapa minggu terakhir sangat cepat. Godot (baca: Vaksin) yang telah lama dinanti makin jelas terlihat. Kita sekarang ini sedang “Menanti Durian Runtuh”, karena buahnya sedang tumbuh dengan cepat sampai akhirnya benar-benar matang. Jangan sampai, ketika buahnya matang dan jatuh, kita tidak bisa merasakannya karena kita tidak ikut berinvestasi ke instrumen reksa dana saham.

Mengapa diumpamakan seperti ‘Menanti Durian Runtuh’? Kita simak bersama ulasan lengkapnya di bawah ini.

 

Suksesnya Uji Klinis (Trial) Vaksin Covid-19

Uji klinis yang dilakukan oleh salah satu kandidat produsen vaksin yaitu Pfizer mendapatkan hasil lebih dari 90% efektif. Ini menunjukkan kemenangan besar atas virus yang telah menjadi sumber pandemi dunia di tahun 2020.

Pfizer dan partnernya BioNTech SE menyebutkan bahwa belum ditemukan keluhan yang serius sehingga pada bulan Desember ini akan masuk ke proses regulasi agar distribusi vaksinnya dapat dilakukan segera. Pfizer dapat melakukan produksi sampai 50 juta dosis (cukup untuk melindungi 25 juta orang) sampai akhir 2020 dan sebanyak 1,3 Miliar dosis di tahun 2021.

European Medicines Agency (EMA), badan pengawasan obat di Eropa, menyatakan bahwa lampu hijau dapat diberikan sekiranya di akhir tahun 2020 dan berharap vaksin dapat terdistribusi secara masal mulai Januari 2020. Singapura juga berkomitmen untuk mendistribusikan vaksin di awal 2021. Indonesia juga serupa, akan mulai mendistribusikan vaksin di bulan Desember 2020.

Pada saat distribusi vaksin sudah dimulai, ini bisa menimbulkan euforia di market. Ketika ada suatu hal yang dinantikan lama oleh market sudah datang, market biasanya akan menanggapi dengan euforia. Sama halnya dengan vaksin Covid-19, euforia ini bisa mengangkat pasar saham menjadi lebih tinggi lagi.

 

Kebijakan Stimulus Terbaru Covid-19

Presiden terpilih AS, Joe Biden juga telah memberikan pernyataan akan kebijakannya untuk mempercepat recovery atas pandemi Covid-19 seperti memperpanjang asuransi atas PHK, meningkatkan bantuan langsung tunai, dan gratisnya pengobatan Covid-19. Joe Biden dan Partai Demokrat juga menjanjikan tambahan stimulus sekitar 2,4 Triliun USD untuk mempercepat recovery akibat Covid-19. Negara-negara Eropa juga menganggarkan dana besar untuk mendukung recovery untuk masyarakat dan perusahaan dari resesi ekonomi. Dana sebesar lebih dari 1 Triliun Euro dianggarkan melalui European Recovery Fund.

 

Pasar Keuangan Indonesia Sampai Akhir Tahun 2020

Rupiah terhadap Dollar AS menguat lebih dari 3,5% selama dua minggu terakhir mencapai Rp 14.110 / USD. Rupiah menguat karena banyaknya dana asing yang masuk ke pasar keuangan Indonesia: ke pasar saham dan juga pasar obligasi, membuat permintaan akan Rupiah tinggi dan nilai tukar Rupiah menguat. IHSG Jumat (13/11) lalu ditutup di level 5.461 naik 6,49% selama 2 minggu terakhir. Sementara itu, di pasar obligasi, Yield 10 tahun SUN Indonesia turun ke dari level 6,700% ke 6,350% selama rentang waktu yang sama.

tanamduit melihat suku bunga akan tetap dipertahankan oleh Bank Indonesia di level 4,00% sampai penutupan 2020. BI akan mempertahankan tren suku bunga rendah dengan tetap menjaga nilai tukar Rupiah agar tetap kuat sehingga dirasa BI tidak kembali menurunkan suku bunga, apalagi menaikkan suku bunga.

Pasar saham sedang on-the-way menuju level 6.000. Ini sesuai dengan ulasan yang telah kita lihat bahkan sejak Juni lalu, dimana tanamduit yakin IHSG di akhir 2020 bisa mencapai level 5.500-6.000 seperti ulasan di sini.

 

Sad days are over. Gemuruh badai sudah mulai tenang. tanamduit melihat recovery menjadi semakin nyata, dimotori oleh semakin nyatanya pula kehadiran Vaksin Covid-19. Walau pasar keuangan sudah naik tetapi masih ada ruang yang besar untuk potensi kenaikannya, khususunya di pasar saham.

Kita jangan sampai ketinggalan kereta. Untuk mendapat hasil yang maksimal, kita bisa mengalokasikan dana investasi kita, lebih besar ke risky-asset seperti reksa dana saham.

 

Berdasarkan ulasan Ferry Latuhihin (Chief Economist tanamduit)

Kontributor: Pajar Huzaifah 

banner-download-mobile