Home » tanamduit Outlook 19 April 2021 – Asing Masuk Lagi, Market Mulai Lepas dari Tekanan

tanamduit Outlook 19 April 2021 – Asing Masuk Lagi, Market Mulai Lepas dari Tekanan

oleh | Apr 20, 2021

Halo, temanduit!

Setelah merah membara terbakar api asmara beberapa minggu belakangan, angka IHSG masih saja tetap bergejolak seminggu ke belakang. Sempat berdarah-darah hingga menyentuh level 5.900-an, pelan-pelan indeks kembali menyentuh level 6.000-an lagi. Akhir-akhir ini, pasar seolah kehabisan kabar baik sehingga volatilitas dari harga saham masih tinggi.

Kehabisan berita baik bukan tanpa angin segar. Sebagaimana dilansir dari harian Investor.ID, investor asing kembali mencatatkan net buy (pembelian bersih) saham-saham di tanah air. Senada dengan adanya angin segar dari para investor asing, tanamduit Outlook mengangkat tema “Asing Masuk Lagi, Market Mulai Lepas dari Tekanan”.

Nah, tanpa berbasa-basi lagi, mari kita bahas sentimen perekonomian yang mempengaruhi pasar seminggu belakangan.

 

1. Gelombang ketiga virus Covid-19 jadi biang kerok

Optimisme pasar kembali bangkit dengan hadirnya vaksin dan kelancaran distribusinya beberapa bulan belakangan. Namun, munculnya gelombang ketiga pandemi Covid-19 di India dan Brazil seolah makin menekan kondisi pasar. Terlebih lagi, kenaikan kasus positif Covid-19 di kedua negara tersebut masih sangat tinggi. Meskipun begitu, Chief Economist tanamduit, Ferry Latuhihin masih optimis tekanan indeks akan mereda, dengan catatan, kebutuhan vaksin di seluruh dunia dapat terpenuhi.

2. Menunggu kepastian data perekonomian kuartal pertama 2021…

Sama nggak enaknya digantungin kepastian hubungan dari gebetan, kali ini kita juga masih digantung kepastian data perekonomian kuartal pertama. Per hari ini (19/4), kita masih menunggu data-data perekonomian dari Badan Pusat Statistik (BPS). Laporan keuangan dari sektor perbankan juga belum keluar. Nah, makanya, pasar masih terus bergejolak, karena deg-degan nunggu angka-angka yang bakal keluar.

 

3. Fundamental ekonomi Indonesia kuat

Secara fundamental, perekonomian Indonesia akan tumbuh lebih baik jika dibandingkan dengan AS dalam jangka panjang, karena pertumbuhan ekonomi AS stagnan di angka 2% per tahunnya. Selain itu, investor asing mulai masuk lagi ke pasar tanah air akibat dorongan optimisme UU Cipta Kerja (Omnimbus Law) dan hadirnya sovereign wealth fund, a.k.a. lembaga milik negara yang ditugaskan untuk mengelola secara langsung dana investasi.

Selain itu, neraca perdagangan Indonesia surplus, karena diiringi dengan peningkatan dari sisi ekspor mau pun impor. Kalau dirinci, ekspor Indonesia pada Maret 2021 tercatat US$ 18,35 miliar atau tumbuh 30,47% dibandingkan tahun lalu (year on year). Kenaikan tersebut didorong oleh peningkatan ekspor yang tinggi, baik dari sektor pertanian, industri mau pun tambang. Di sisi lain, impor Indonesia pada Maret 2021 tercatat US$ 16,79 miliar atau tumbuh 25,7% dibandingkan tahun lalu (year on year). Kenaikan angka impor yang cukup signifikan ini didorong oleh impor barang konsumsi, barang penolong, mau pun barang modal.

Fundamental ekonomi Indonesia semakin ciamik dengan capaian Purchasing Manager Index (PMI) yang mencetak rekor baru ke angka 53,2 pada Maret 2021 lalu, dan 50,9 pada Februari 2021 lalu.

 

Grafik PMI Indonesia

 

 

Perbaikan perekonomian dunia still on the right track. Akselerasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua dan ketiga diprediksi akan membuat indeks pasar menembus rekor baru, menciptakan bubble kecil yang masih rasional. Hal ini menjadi kesempatan yang baik untuk kita terus menambah portofolio reksa dana saham kita, mumpung dapet harga diskon! Yuk, tambah portofolio reksa dana saham kamu di tanamduit!

 

 

Berdasarkan ulasan Ferry Latuhihin (Chief Economist tanamduit)

Kontributor: Syafira Maulida

banner-download-mobile