Home » tanamduit Outlook 20 Okt 20 – Cash is Trash

tanamduit Outlook 20 Okt 20 – Cash is Trash

oleh | Okt 21, 2020

Pasar saham kita seminggu kemarin ditutup sideways nih, naik sebesar 0,65%. Sementara itu, Indeks Dow Jones AS turun sebesar -2,23% dalam kurun waktu yang sama. Pasar saham AS minggu lalu melemah karena belum tercapainya kesepakatan stimulus pandemi Covid-19 yang melemahkan keyakinan market bahwa ekonomi AS bisa pulih lebih cepat lagiTerlihat market kita kembali mengungguli market AS.

Bagaimana dengan kondisi market seminggu ke depan? Beberapa poin di bawah bisa menjadi masukan, for us to enter the market.

 

Pertumbuhan Positif Ekonomi Tiongkok di Q3 2020

Hari Senin (19/10), telah dirilis data pertumbuhan ekonomi Tiongkok. Pada Q3 2020, Negara dengan ekonomi terbesar kedua tersebut, tumbuh sebesar 4,90% dari tahun lalu. Walaupun sedikit dibawah ekspektasi konsensus di angka 5,20%, namun hal ini tetap menunjukkan pemulihan ekonomi Tiongkok yang terus berlanjut. Tiongkok sampai saat ini menjadi satu-satunya negara yang sudah pulih secara ekonomi dari pandemi. Hal ini menjadi harapan bagi negara-negara lain; khususnya negara berkembang; bahwa pandemi akan segera berakhir dan ekonomi kembali bangkit. (Sumber: CNBC)

 

Pernyataan Positif dari Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, optimis menyebut bahwa ekonomi Indonesia sudah dalam tren pemulihan pada Q3 2020. Pertumbuhan  ekonomi Indonesia di Q3 masih diproyeksikan melemah pada  angka -1,70 sampai -0,60%,  namun sudah  lebih baik dari pelemahan di Q2 sebesar -5,30%. Proyeksi ini masih lebih baik dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina. (Sumber: CNN).

Senada dengan Sri Mulyani, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo juga optimis pemulihan ekonomi akan terus berjalan baik di Q3 2020 sampai tahun 2021. Ekonomi Indonesia pada Q4 diprediksi sudah bisa positif dengan rentang 4,80% sampai 5,80%. Bank Indonesia terus memastikan stimulus moneter berjalan dengan baik, serta dukungan dari Kementerian Keuangan dari sisi stimulus fiskal dengan mempercepat realisasi anggaran. Kedua stimulus ini akan terus menyokong pemulihan ekonomi Indonesia menjadi  lebih cepat (Sumber: Kompas).

 

Data Neraca Perdagangan Indonesia Positif

BPS telah mengeluarkan data ekspor dan impor Indonesia untuk September 2020. Nilai ekspor tercatat sebesar 14,01 Miliar USD dan impor sebesar 11,57 Miliar USD. Hal ini mengakibatkan neraca perdagangan Indonesia menjadi surplus sebesar 2,44 Miliar USD. Ekspor dan impor di bulan September masih didominasi oleh sektor nonmigas sebagai kontributor utamanya. Tiongkok sebagai mitra terbesar ekspor Indonesia juga sudah pulih secara ekonomi. Hal ini menjadi sentimen positif tambahan bagi Indonesia. Neraca perdagangan yang surplus di bulan September ini, menjadi surplus berturut-turut selama 5 bulan sejak Mei 2020. Ini merupakan sinyal dari pemulihan ekonomi nasional. (Sumber: BPS).

 

Tanggapan Bank Dunia (World Bank) terhadap Omnibus Law

Bank Dunia memberikan tanggapan positif secara resmi terkait Omnibus Law UU Cipta Kerja. Disebutkan bahwa UU Cipta Kerja adalah upaya reformasi besar untuk menjadikan Indonesia lebih kompetitif dan mendukung keinginan jangka panjang Indonesia, yaitu masyarakat yang lebih sejahtera. Bank Dunia melihat UU Cipta Kerja memberikan sinyal bahwa Indonesia terbuka untuk bisnis, menarik datangnya investor, membuka lapangan pekerjaan, dan dapat membantu Indonesia menurunkan angka  kemiskinan. (Sumber: World Bank)

 

tanamduit percaya recovery ekonomi Indonesia akan berlangsung lebih cepat. Seiring dengan pemulihan ekonomi, tren ini akan diikuti juga dengan naiknya kinerja investasi pasar modal Indonesia. Memegang cash dalam porsi yang besar pada masa sekarang justru tidak optimal. Bagi investor yang memiliki horizon investasi yang lebih panjang, saat ini bisa menjadi kesempatan yang sangat baik untuk masuk ke reksa dana saham. 

 

Penulis: Pajar Huzaifah

banner-download-mobile