Home » tanamduit Outlook 22 Februari 2021 – Keep Buying

tanamduit Outlook 22 Februari 2021 – Keep Buying

oleh | Feb 23, 2021

Halo, #temanduit!

Pada hari Senin (22/2) kemarin, IHSG sempat menyentuh angka 6.300, meskipun pada penutupan bursa hari itu, IHSG kembali turun ke angka 6.270. Sementara itu, pendistribusian Covid-19 masih terus dijalankan oleh pemerintah di berbagai negara, termasuk Indonesia. Kelancaran pendistribusian vaksin Covid-19 dan efektivitasnya dalam penurunan kasus Covid-19 menjadi salah satu indikator utama yang akan menaikkan kepercayaan masyarakat pada pasar. Hal ini tentu berdampak positif pada volatilitas harga-harga saham yang diprediksi tidak akan sevolatile Januari lalu.

That’s why, pada tanamduit Outlook kali ini, tanamduit mengangkat tema “Keep Buying”. IHSG diprediksi Chief Economist tanamduit, Ferry Latuhihin dapat lebih cepat menyentuh angka 7.000 tahun ini. Jadi, sekarang adalah waktu yang tepat untuk terus menambah portofolio investasi kamu di reksa dana saham~

Nah, berikut sentimen perekonomian yang mempengaruhi pasar seminggu belakangan.

 

Kebijakan moneter dan fiskal berjalan beriringan untuk mendorong perekonomian

Kementerian keuangan & bank sentral di berbagai negara di belahan dunia bekerja sama untuk memulihkan perekonomian dengan mengeluarkan kebijakan fiskal dan moneter yang sinergis. Untuk meningkatkan angka permintaan masyarakat, pemerintah RI kembali menurunkan  suku bunga acuan BI dari 3,75% menjadi 3,50%. Penurunan suku bunga sampai ke angka 3,5% sudah diprediksi Ferry Latuhihin sejak suku bunga BI masih 4,25% di tahun 2020 yang lalu.

Selain menurunkan suku bunga acuan, Bank Indonesia juga membuat kebijakan uang muka atau down payment (DP) sebesar  0% untuk pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Pemilikan Mobil (KPM). Hal ini dilakukan untuk mendorong kenaikan permintaan masyarakat terhadap property dan kendaraan sehingga meningkatkan pertumbuhan kredit.

 

Penurunan kurva kasus Covid-19 di tingkat global menjadi kunci utama perbaikan perekonomian

Apabila kurva penambahan kasus positif Covid-19 dapat dikendalikan dan terus melandai, perbaikan ekonomi negara-negara di dunia akan cepat pulih dan kondisi pasar modal (saham dan obligasi) juga akan tumbuh signifikan. Namun sebaliknya, kurva Covid-19 yang tidak kunjung menurun juga menjadi faktor utama yang menakutkan bagi para pelaku pasar.

Perbaikan perekonomian global juga dipicu oleh aspek-aspek lainnya. Dilansir dari CNBC Indonesia, yield obligasi pemerintah AS mengalami kenaikan hingga menyentuh level 1,37% per 22 Februari 2021 Kenaikan imbal hasil dari investasi pendapatan tetap AS dipicu oleh ekspektasi pasar terhadap naiknya angka inflasi. Akan tetapi, meskipun angka inflasi mengalami kenaikan, The Fed tidak  akan serta-merta menaikkan suku bunga secara langsung, sebagaimana pernah disinggung pada tanamduit Outlook sebelumnya. The Fed akan tetap menjaga suku bunga rendah, setidaknya sampai tahun 2023 nanti.

Selain itu, pasokan minyak di negeri Paman Sam juga berkurang, terlebih lagi Arab membatasi pasokan minyaknya sehingga harga minyak naik menjadi $62. Tingginya permintaan masyarakat terhadap minyak, kenaikan yield obligasi pemerintah AS, beserta aspek pendukung lainnya menjadi bukti kuat bahwa perekonomian global cepat atau lambat akan segera pulih.

 

Pemulihan perekonomian is on track!

Berbagai sentimen positif yang terjadi di perekonomian global seperti yang dijelaskan pada poin sebelumnya menandakan bahwa pemulihan perekonomian sedang berjalan sesuai yang diharapkan. Naiknya angka permintaan akan memicu terjadinya inflasi. Hal ini menjadi pertanda positif bahwa percepatan perputaran roda perekonomian sehingga pendapatan masyarakat dapat meningkat dan memicu perbaikan ekonomi.

 

Sentimen-sentimen positif di atas menjadi pertanda baik bagi kondisi pasar modal ke depannya. Bahkan, kalau tren penurunan kurva Covid-19 global terus berlangsung, Ferry Latuhihin optimis, bahwa pada akhir Maret 2021 nanti, IHSG akan tembus angka 6.500.

So, keep buying, everyone! Teruslah menambah portofolio kamu di risky asset seperti reksa dana saham. Buat kamu yang baru memulai, sekarang adalah saat yang tepat untuk memulai. Jangan sampai ketinggalan kereta, ya~ Yuk, mulai berinvestasi reksa dana di tanamduit!

 

 

Berdasarkan ulasan Ferry Latuhihin (Chief Economist tanamduit)

Kontributor: Syafira Maulida

 

banner-download-mobile