Home » tanamduit Outlook 26 April 2021 – Menunggu Data Ekonomi dan Korporasi

tanamduit Outlook 26 April 2021 – Menunggu Data Ekonomi dan Korporasi

oleh | Apr 28, 2021

Halo, temanduit!

Tren kebakaran di pasar modal masih terus berlangsung seminggu ke belakang. Volatilitas IHSG masih sangat tinggi, Indeks yang terus membara merupakan salah satu dampak dari meroketnya kasus Covid-19 di India. Selain itu, sejalan dengan tema tanamduit Outlook kali ini, pasar masih menunggu data-data ekonomi dan laporan keuangan dari korporasi, Apabila data-data ekonomi dan korporasi sudah dirilis, volatilitas pasar diprediksi Chief Economist tanamduit Ferry Latuhihin akan mereda.

Tanpa berbasa-basi lagi, mari kita bahas sentimen perekonomian yang mempengaruhi kondisi pasar seminggu belakangan.

 

1. Tak sesuai dugaan, gelombang kedua Covid-19 di India semakin menggila

Sebagaimana telah disinggung pada tanamduit Outlook minggu lalu, gelombang kedua kasus Covid-19 di India yang melonjak drastis mempengaruhi kondisi pasar modal dunia, termasuk Indonesia. Secara fundamental, Ferry Latuhihin tidak terlalu khawatir dengan kondisi pasar dan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi diprediksi tidak akan minus terlalu jauh, hanya berkisar 0,1—0,5% saja. Meskipun begitu, dalam jangka pendek indeks akan terus tertekan dengan situasi di India, karena India merupakan negara besar dengan penduduk besar.

Hal ini tentu jadi concern berbagai negara di dunia untuk membantu India memulihkan kondisi tersebut. Apabila kasus Covid-19 di India sudah bisa dikendalikan beberapa minggu ke depan, pasar diprediksi akan kembali rebound.

2. Vaksin bulan Mei surplus, Herd Immunity semakin cepat terbentuk

Dilansir dari CNBC Indonesia, pasokan vaksin Sinovac di Indonesia akan ditambah menjadi 10—15 juta untuk bulan April dan Mei. berdasarkan hasil negosiasi Joko Widodo dengan presiden Tiongkok, Xi Jinping. Selain itu, Indonesia juga akan mendapatkan vaksin dari Gavi berupa 3,8 juta dosis vaksin Covid AstraZeneca.

Pada kuartal kedua tahun 2021, sektor perekonomian yang diprediksi akan bertumbuh adalah sektor UMKM, dengan adanya stimulus dari pemerintah. Stimulus dari pemerintah kepada UMKM juga bisa menguntungkan pihak perbankan sebagai penyedia kredit. Sementara itu, sektor manufaktur, khususnya tekstil masih terkendala pertumbuhannya sebagaimana yang terjadi pada sektor pariwisata. Sektor pariwisata akan membutuhkan waktu lama untuk pulih, sementara sektor lainnya Ferry Latuhihin nggak khawatir sama sekali.

 

3. Momen terbaik untuk buy buat kamu yang punya jangka waktu investasi minimal 1 tahun

Outlook tahun 2022 akan jauh lebih baik dibandingkan dengan tahun ini. Ferry Latuhihin masih optimis IHSG akan menyentuh angka 7.000 tahun ini, selama akan hold dalam jangka waktu panjang, bukan untuk trading. Selama data-data perekonomian dan laporan keuangan perusahaan memenuhi ekspektasi pasar, nggak perlu khawatir dengan prospek pasar ke depannya. Fear akibat melonjaknya kasus Covid-19 di India memang akan bikin pasar kebakaran jenggot, tapi selama kondisi tersebut dapat dikendalikan beberapa minggu ke depan, nggak perlu terlalu khawatir dengan kondisi pasar. Secara perekonomian, masyarakat India juga tidak memberikan impact yang begitu besar kepada dunia. Berbeda halnya kalau krisis seperti ini terjadi di Tiongkok, barulah kepalamu layak pusing tujuh keliling.

 

 

Don’t miss the moment! Kalau kamu adalah investor jangka panjang yang punya jangka waktu investasi lebih dari satu tahun, merah membaranya pasar menjadi momen keemasan yang sayang untuk dilewatkan. Perbanyak lagi portofoliomu di reksa dana saham dan persiapkan dirimu untuk cuan to the moon, bareng tanamduit! Yuk, tambah portofolio reksa dana saham kamu di tanamduit~

 

 

Berdasarkan ulasan Ferry Latuhihin (Chief Economist tanamduit)

Kontributor: Syafira Maulida

banner-download-mobile