Home » tanamduit Outlook 29 Maret 2021 – Musim Semi Segera Tiba

tanamduit Outlook 29 Maret 2021 – Musim Semi Segera Tiba

oleh | Mar 30, 2021

Halo, temanduit!

Sudahkah siap menyambut musim semi di bulan April dengan wajah berseri?

Musim semi bagi para investor pasar modal akan segera tiba beberapa saat lagi. tanamduit Outlook kali ini mengangkat tema yang selaras dengan tema minggu lalu yang mengangkat tema “April is The Springtime for Stocks”. Sebentar lagi, angka-angka krusial dalam perekonomian kuartal pertama tahun 2021 akan dirilis. Melihat banyaknya sentimen positif, terutama kelancaran distribusi vaksin di dunia, serta penurunan kurva Covid-19 dunia, Chief Economis tanamduit, Ferry Latuhihin optimistis bahwa musim semi pasar modal pada bulan April akan jadi kenyataan. Seminggu ke depan, IHSG diproyeksi naik turunnya tidak akan se-volatile minggu lalu.

Berikut sentimen ekonomi yang mempengaruhi pasar seminggu belakangan:

 

Taper tantrum tidak akan terjadi tahun ini, ekonomi segera pulih!

Taper tantrum (dampak kebijakan moneter AS) sebagai suatu hal yang paling ditakuti oleh investor pasar modal tidak akan terjadi tahun ini. Hal ini ditegaskan oleh Presiden AS, Joe Biden, bahwa The Fed tidak akan menaikkan suku bunga sampai tahun 2023 nanti. Tingkat suku bunga yang diprediksi akan mencapai 3,5 persen baru akan terjadi di tahun 2023. Sejauh ini yield tidak akan jauh dari angka 1,6 persen. Selain itu, Biden akan menyuntikkan dana lagi untuk pembangunan infrastruktur dan sektor-sektor lain.

Terlebih lagi, market sudah mempercayai bahwa yield tidak akan turun lebih dalam, bahkan sekalipun naik akan beriringan dengan pemulihan ekonomi. Laporan keuangan perusahaan dan data ekonomi nasional juga akan segera rilis sebentar lagi. Meskipun begitu, indeks seminggu lalu masih sangat volatile, terpengaruh oleh yield AS yang masih tinggi, sehingga menekan nilai tukar Rupiah. Sejauh ini, kondisi pasar masih di bawah bayang-bayang angka perekonomian yang akan keluar.

 

Tidak ada market shock yang berarti, respons pasar masih tetap optimis

Bom bunuh diri yang diledakkan di Gereja Katedral Makasar (28/3) kemarin tidak akan memberi dampak besar kepada pasar, berbeda dengan kasus ledakan bom di ibukota beberapa tahun silam. Minggu lalu juga terjadi kebakaran kilang minyak Pertamina Balongan. Selain itu, perdagangan internasional dihebohkan dengan berita terhambatnya Terusan Suez akibat terjepitnya kapal kargo raksasa Evergreen yang akan mengakibatan terhambatnya logistic Eropa-Asia. Ketiga berita ini diprediksi oleh Ferry Latuhihin tidak akan berdampak besar pada kondisi pasar, karena bersifat sementara (temporary shock).

Ferry Latuhihin juga menegaskan, bahwa kita harus jeli membedakan sentimen mana saja yang akan memberi dampak besar pada kondisi pasar. Ada yang disebut sebagai temporary shock, yang tidak membutuhkan waktu lama untuk kembali pulih dan ada systemic shock, seperti pandemi Covid-19 yang membutuhkan waktu panjang untuk perekonomian kembali pulih seperti semula.

 

Covid-19 jadi game changer besar untuk Indonesia

Suatu hal yang patut kita syukuri dengan adanya pandemi Covid-19 setahun belakangan adalah peran Covid-19 sebagai titik balik bagi perekonomian Indonesia. Para pelaku pasar akan mencari yield yang lebih tinggi sehingga negara berkembang seperti Indonesia akan diuntungkan dan diburu oleh para investor. Selain itu, negara Tiongkok memutuskan untuk tidak lagi fokus melakukan ekspor. Kini, Tiongkok berfokus untuk memenuhi angka permintaan domestik serta melakukan shifting sektor utama perekonomian dari sektor manufaktur ke sektor service.

Covid-19 juga mengakibatkan produsen besar akan meninjau kembali supply chain mereka untuk menyesuaikan rantai distribusi dari terpusat menjadi lebih terdistribusi. Indonesia juga akan diuntungkan dengan banyaknya relokasi pabrik yang masuk ke dalam negeri.

 

Just wait & celebrate! Ketiga sentimen perekonomian di atas menjadi pertanda jelas, bahwa musim semi pasar modal di bulan April tinggal menghitung hari. Kondisi pasar akan terus trending up sebentar lagi. Jadi, sekarang adalah waktu yang tepat untuk keep buying aset berisiko seperti reksa dana saham. Jangan sampai ketinggalan kereta. Yuk, tambah portofolio reksa dana saham kamu di tanamduit sekarang!

 

 

Berdasarkan ulasan Ferry Latuhihin (Chief Economist tanamduit)

Kontributor: Syafira Maulida

 

banner-download-mobile