Home » tanamduit Outlook 8 Februari 2021 – IHSG 7400 akhir tahun?

tanamduit Outlook 8 Februari 2021 – IHSG 7400 akhir tahun?

oleh | Feb 9, 2021

Halo, #temanduit!

Setelah dibuat gloomy dengan kondisi market yang mengalami koreksi dua minggu lalu, sekarang para investor risky asset bisa sedikit menghela napas lega, karena seminggu belakangan IHSG sudah menghijau lagi. Yes, terhitung per 5 Februari kemarin, IHSG kembali naik ke angka 6.100-an setelah sempat drop ke angka 5.800-an pada minggu sebelumnya.

tanamduit Outlook kali ini mengangkat tema “IHSG 7400 akhir tahun?”, merujuk dari banyak analis yang memprediksi bahwa bukan tidak mungkin IHSG akan tembus ke angka 7.400 akhir tahun ini. Kira-kira akan kejadian nggak, ya? Berikut ulasan sentimen perekonomian seminggu belakangan.

 

IHSG kembali menghijau minggu lalu (1-5 Februari 2021)

Penurunan angka IHSG pada tanggal 25-29 Januari 2021 lalu terjadi karena dinilai sudah overvalued. Akibatnya, banyak investor yang memutuskan untuk profit taking dengan menjual saham-sahamnya. Selain itu, banyak portofolio saham yang dipaksa jual (forced sell) terhadap nasabah-nasabah yang membeli saham dengan fasilitas pinjaman (margin facility) dari perusahaan sekuritas untuk menghindari kerugian lebih lanjut. Harga saham-saham pun turun drastis hingga 7 persen dua minggu lalu.

Penurunan drastis harga saham-saham membuat investor memanfaatkan momen ini untuk membeli saham kembali sehingga IHSG kembali naik sekitar 4 persen dalam waktu satu minggu (1-5 Februari 2021). Meskipun begitu, volatilitas harga saham masih akan terus terjadi sampai akhir kuartal pertama tahun 2021, mengingat masih tingginya peningkatan kasus positif Covid-19.

 

IHSG capai angka 7.400 akhir tahun?

Beberapa analis pasar modal memproyeksikan IHSG dapat mencapai level 7.400 pada akhir tahun 2021 nanti. Hal ini mungkin saja terjadi, namun tanamduit sampai saat ini masih tetap dengan proyeksi IHSG ke angka 7.000 pada akhir tahun 2021 dengan beberapa alasan:

  • Distribusi vaksin Covid-19 baru saja dimulai dan kelancaran pelaksanaannya masih belum teruji;
  • Kegiatan ekonomi yang sudah meningkat tajam, ditandai dengan naiknya Purchasing Manager Index (PMI) Manufaktur Indonesia dari 51,3 pada Desember 2020 menjadi 52,2 pada Januari 2021.

Kenaikan PMI menjadi pertanda baik bahwa produksi barang-barang yang dibutuhkan pasar kembali meningkat. Kini, masyarakat sudah terbiasa hidup berdampingan dengan Covid-19 sehingga kondisi pandemi seperti sekarang bukan jadi halangan untuk tetap beraktivitas menjalankan roda perekonomian.

 

Tingkat bunga Rupiah tetap akan rendah

Tingkat bunga Rupiah tetap akan rendah mengikuti rendahnya tingkat bunga US Federal Reserve. Tingkat bunga US Fed masih akan rendah sampai tahun 2023 nanti, sebagaimana pernah disampaikan oleh chairman US Fed, Jerome Powell pada kuartal kedua tahun 2020 lalu. Hal ini dikarenakan masih rendahnya tingkat inflasi selama pandemi berlangsung. Makanya, tingkat bunga Rupiah juga akan ikut rendah.

 

Kenaikan Utang RI masih dalam tingkat wajar

Utang Indonesia akhir 2020 lalu tercatat sekitar 36,68 persen, lebih tinggi dari tahun sebelumnya, yaitu 28,8 persen. Meskipun begitu, peningkatan utang negara masih dalam koridor batasan dari UU No.17 Tahun 2003 yang memberikan batasan utang negara sampai dengan 60 persen dari PDB. Lagipula, kenaikan ini terjadi karena adanya kebutuhan untuk memulihkan perekonomian nasional akibat pandemi Covid-19. Penambahan penerbitan surat utang sebagian besar digunakan untuk memberikan stimulus kepada pihak-pihak yang dinilai membutuhkan, yaitu masyarakat tidak mampu dengan memberikan Bantuan Layanan Tunai. Selain itu, pemerintah Indonesia juga memberikan stimulus bagi bank dan UMKM agar usahanya berkelanjutan.

 

Bagi para investor yang memiliki horizon investasi minimal satu tahun, sekarang adalah momentum yang baik untuk mulai berinvestasi di reksa dana saham. Perbaikan ekonomi nasional sedang berlangsung sehingga dapat meningkatkan kinerja perusahaan-perusahaan secara umum. Selain itu, kinerja reksa dana pendapatan tetap juga akan meningkat, karena tingkat bunga BI masih akan bertahan di level 3,75% dan akan menekan volatilitas harga obligasi sehingga menaikkan harga obligasi yang menjadi portofolio reksa dana pendapatan tetap.

Melihat kondisi market sekarang, volatilitas harga saham diprediksi tidak akan sevolatile bulan Januari lalu. Kini, kita hanya menunggu berita baik yang bisa meningkatkan lagi kepercayaan market ke depannya. Sekarang adalah momentum baik untuk para investor untuk mulai berinvestasi atau menambah portofolio investasinya di reksa dana saham.

So, ini adalah saatnya kamu masuk ke reksa dana saham. Jangan sampai ketinggalan momen ya! Yuk, mulai investasi reksa dana saham di tanamduit!

 

 

Berdasarkan ulasan Ferry Latuhihin (Chief Economist tanamduit)

Kontributor: Syafira Maulida

 

banner-download-mobile