Home » tanamduit Outlook 8 Maret 2021 – The Year of Risky Asset

tanamduit Outlook 8 Maret 2021 – The Year of Risky Asset

oleh | Mar 9, 2021

Halo, #temanduit!

Pada Market Outlook kali ini (08/03), tanamduit kedatangan tamu spesial lagi dari CEO Sucor Asset Management,  Jemmy Paul Wawointana. tanamduit outlook kali ini mengangkat tema “The Year of Risky Asset”. Badai pasti akan berlalu, prospek pemulihan perekonomian dunia sudah mulai menemui titik terang. Berikut sentimen perekonomian yang mempengaruhi kondisi pasar seminggu belakangan:

 

PPKM tidak seketat PSBB, ekonomi mulai bergulir kembali

Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro oleh pemerintah Indonesia yang tidak seketat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dinilai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Kenaikan harga komoditas global juga turut meningkatkan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Harga komoditas yang naik ini dapat menjadi pedang bermata dua untuk ekonomi. Di satu sisi akan menguntungkan bagi negara eksportir seperti Indonesia, namun di sisi lain dapat menjadi sentimen buruk untuk ekonomi. Kenaikan harga minyak sebagai salah satu komoditas utama, yaitu sebagai salah satu bahan bakar untuk produksi berpotensi meningkatkan biaya produksi.

 

Volatilitas tinggi yang didorong yield obligasi

Volatilitas yang terjadi di pasar sekarang bermula dari kekhawatiran berlebih akan naiknya yield treasury AS yang menghantui pasar finansial global pada pekan ini. Chief Economist tanamduit, Ferry Latuhihin meyakini yield obligasi tersebut tidak akan turun terlalu jauh karena paralel dengan pertumbuhan ekonomi.

Kenaikan yield treasury AS membuat pelaku pasar khawatir akan terjadi pengetatan moneter oleh bank sentral untuk mengendalikan inflasi yang naik, sebagai dampak pemulihan ekonomi global yang rebound pasca pandemi virus corona (Covid-19).

Dilansir dari CNBC, selain membuat sentimen pelaku pasar yang memburuk, kenaikan yield tersebut juga berisiko memicu capital outflow di pasar obligasi Indonesia. Hal ini  disebabkan selisih yield dengan Surat Berharga Negara (SBN) menjadi menyempit. Adapun selisih (spreadyield treasury AS dengan yield SBN sore hari ini sebesar 519 bps.

 

Bunga deposito tenggelam, pasar modal bergairah

Stimulus ekonomi terus digelontorkan ke pasar diiringi dengan penurunan suku bunga acuan di berbagai negara.  Dengan cara ini, diharapkan inflasi akan naik dan mendorong peningkatan produksi.

Pak Jemmy Paul berpendapat lebih menarik untuk investasi di pasar modal dibandingkan dengan deposito. Trend pelemahan suku bunga yang terus menurun dan banjir likuiditas di pasar mendorong pasar modal lebih seksi untuk dilirik. Produk reksadana saham menjadi pilihan tepat untuk memanfaatkan momentum bullish dari pemulihan ekonomi yang terjadi dengan target IHSG akan mencapai 7000 pada tahun ini.

 

That’s why, sekarang adalah tahunnya risky asset seperti reksa dana saham. Sentimen perekonomian seminggu belakangan menambah keyakinan tanamduit bahwa tahun ini IHSG akan bertumbuh ke level 7.000. Oleh karena itu, sekarang adalah waktu yang tepat untuk mulai berinvestasi atau menambah portofolio kamu di reksa dana saham. Yuk, berinvestasi reksa dana saham di tanamduit!

 

 

Berdasarkan ulasan Ferry Latuhihin (Chief Economist tanamduit)

Kontributor: Alvin Darari

 

banner-download-mobile