Home » tanamduit Outlook 9 November 2020 – Time to Invest

tanamduit Outlook 9 November 2020 – Time to Invest

oleh | Nov 10, 2020

Halo #temanduit! Seminggu kemarin cuan-nya bagus kan?!

Performa pasar saham kita seminggu lalu bagus banget ya. Momen besarnya, yaitu ketika tanda-tanda kemenangan Joe Biden di Pemilu AS yang semakin kuat minggu lalu. Hasilnya adalah penguatan pasar saham kita secara signifikan selama 3 hari berturut-turut.

Meskipun di sisi lain, rilis berita resmi bahwa ekonomi Indonesia di Q3 melambat lagi dan membuat Indonesia resmi masuk ke zona resesi. Pasar keuangan dan Rupiah kita justru menguat walaupun ada berita resesi ini. Seakan market gak ambil pusing lagi terkait resesi Indonesia, karena memang terjadi juga di hampir seluruh dunia akibat pandemi Covid-19.

Kali ini, tanamduit coba memberikan pandangan kenapa di masa-masa seperti ini justru harus Time to Invest. Yuk kita simak ulasan lengkapnya.

 

Indonesia Resesi di Q3

BPS telah mengeluarkan data pertumbuhan ekonomi Indonesia di Q3 melambat sebesar -3,49% (QoQ). Ini menjadikan Indonesia masuk ke zona resesi karena perlambatan ekonomi yang berjalan selama 2 kuartal berturut-turut. Hal ini memang sudah diprediksi oleh market, yang terpenting adalah perlambatan di Q2 ini tidak seburuk Q1, membaik dari perlambatan di Q2. Di antara negara ASEAN, Indonesia lebih baik dari negara lain seperti Singapura -7,00% dan Philipina -11,50% di Q3.

Kalau dilihat dari sisi kontribusi ke pertumbuhan ekonomi, Indonesia khususnya di dua kuartal terakhir ini sangat ditopang oleh belanja pemerintah, karena konsumsi masyarakat yang sangat menurun akibat pandemi. Pemulihan ekonomi Indonesia dapat berjalan baik jika konsumsi masyarakat juga meningkat. Ekonomi Indonesia diprediksi akan terus membaik di Q4, salah satunya akibat pent-up demand yang diulas di tulisan minggu lalu.

 

Pemilu AS – Joe Biden Menang Atas Donald Trump

Pada perhitungan hasil Pemilu AS minggu lalu, Joe Biden telah mengalahkan Donald Trump dengan melampaui angka 270 electoral votes. Market menilai selama 4 tahun ke depan, ekonomi Amerika Serikat akan lebih baik dibandingkan dengan Trump. Hal ini tentunya tidak hanya berdampak kepada AS saja, tetapi untuk seluruh dunia. Partai Demokrat, tempat Joe Biden berasal, merupakan large government yang gaya kepemimpinannya terlibat langsung untuk memberikan kebijakan ke masyarakat luas.

Kebijakan Bank Sentral AS juga masih akan menerapkan suku bunga rendah sampai beberapa tahun ke depan untuk memicu recovery ekonomi. Saat ini suku bunga AS berada di rentang 0,00-0,25%. Dampaknya adalah pelemahan Dollar dan suku bunga rendah ini akan berlangsung relatif lama karena market melepas Dollar yang sebelumnya dianggap sebagai aset safe-haven.

 

Dampak ke Pasar Keuangan Indonesia

Seminggu lalu, Dollar melemah terhadap Rupiah sekitar 4% dipicu oleh kemenangan Biden yang membuat investor asing mulai turun kekhawatirannya terhadap investasi di negara berkembang. Dana asing yang banyak masuk ke Indonesia membuat permintaan akan Rupiah tinggi menyebabkan Dollar melemah.

Kepercayaan investor di pasar obligasi kembali meningkat, khususnya di 1 bulan terakhir menghasilkan Yield SUN 10 tahun Indonesia terus turun dari level 6,90% ke 6,23% saat ini. Di pasar saham juga terlihat dari peningkatan IHSG seminggu terakhir sebesar lebih dari 5%.

 

tanamduit melihat tempat terbaik untuk berinvestasi pasca-pandemi adalah Asia, khususnya Indonesia. Terlihat dana investasi asing sudah mulai masuk ke pasar keuangan Indonesia dan para investor sudah terlihat di dalam Bullish-positive Vibe. Setiap krisis selalu diakhiri oleh recovery dan di setiap krisis selalu ada peluang. Hal ini membuat tanamduit yakin bahwa it’s really Time to Invest. Momen langka yang sangat sayang untuk dilewatkan. Time to Invest in Reksa Dana Pendapatan Tetap dan/atau Reksa Dana Saham.

 

Penulis: Pajar Huzaifah

 

 

 

banner-download-mobile