Belakangan ini, perekonomian diterpa isu resesi ekonomi 2023 mendatang. Berbagai lembaga berskala internasional, termasuk Bank Dunia (World Bank) telah meramalkan bahwa akan banyak negara di dunia akan masuk ke dalam jurang resesi tahun depan.
Buat kamu yang belum tahu, resesi adalah kondisi di mana pertumbuhan ekonomi suatu negara negatif dalam periode dua kuartal berturut-turut. Kondisi ini sedikit banyak mempengaruhi berbagai aspek perekonomian seperti tingkat pengangguran hingga perlambatan kegiatan ekonomi.
Kabar baiknya, Indonesia tidak termasuk ke dalam negara-negara yang terancam alami resesi ekonomi 2023, tetapi sedikit banyak akan ikut terdampak juga. Salah satu dampaknya adalah proyeksi pertumbuhan ekonomi RI akan melemah tahun depan.
Meskipun prediksi perekonomian dunia tahun depan gelap dan penuh ketidakpastian, kamu nggak perlu takut! Sebagai temanduit yang melek finansial, kamu bisa ikuti tips keuangan berikut untuk mengantisipasi ketidakpastian tahun 2023 mendatang. Tips keuangan di bawah ini disadur dari opini financial influencer ternama terhadap isu terkait.
Yuk, simak tipsnya supaya kita nggak salah langkah!
Tips Menghadapi Resesi Ekonomi 2023
1. Tenangkan Diri, Jangan Takut!
Pemberitaan media dan konten-konten dari beberapa financial influencer mengenai resesi ekonomi 2023 menjadi sesuatu yang menakutkan. Padahal, berdasarkan data pertumbuhan ekonomi beberapa kuartal terakhir tahun ini, perekonomian RI justru tumbuh positif dua kuartal berturut-turut.
Kondisi sebaliknya terjadi dengan AS, negara besar di Eropa seperti Inggris, hingga Tiongkok yang perekonomiannya terus alami perlambatan dua kuartal berturut-turut. Sebenarnya wajar kalau perekonomian dunia ikut terguncang akibat guncangan ekonomi di negara-negara besar. Situasi resesi di berbagai negara besar pasti memberi impact besar ke negara lainnya, termasuk Indonesia.
Namun, kita tidak perlu takut dan melakukan panic selling atas aset investasi jangka panjangmu yang terancam kebakaran. Mengutip dari salah satu orang terkaya dunia, Warren Buffet, “Be greedy when others are fearful and be fearful when others are greedy.”
Baca juga: Intip Gaya Hidup Orang Kaya ala Warren Buffet, Patut Dicontoh!
Kamu justru bisa memanfaatkan momentum ini sebagai waktu yang tepat untuk menambah portofolio investasimu pada aset berisiko, lho. Manfaatkan momentum ini untuk mendapatkan keuntungan lebih besar dalam jangka panjang. Meskipun begitu, di tengah situasi ketidakpastian nanti, pastikan juga kamu sudah menyiapkan alokasi dana darurat yang proporsional sesuai dengan jumlah tanggunganmu.
2. Tambah Porsi Dana Daruratmu
Salah satu hal sederhana yang bisa kamu lakukan dalam mengelola keuangan pribadi dengan baik adalah mencatat pengeluaran kamu. Adanya rincian pengeluaran akan membantu kamu mengetahui rata-rata pengeluaran kamu setiap bulan sehingga mempermudah kamu membuat alokasi gaji agar tidak boros.
Salah satu tips jitu dalam mengatasi ketidakpastian di masa mendatang adalah dengan menambah alokasi tabungan dana darurat. Semisal target dana daruratmu karena masih single adalah 3–6 kali pengeluaran bulanan, maka untuk menghadapi ancaman resesi ekonomi 2023, kamu bisa menargetkannya menjadi 9–12 kali pengeluaran.
Berikut adalah contoh dana darurat ideal untuk menghadapi ketidakpastian di tahun depan sesuai dengan jumlah tanggungan:
Kondisi krisis berpotensi menyebabkan badai PHK di banyak perusahaan. Semakin banyak dana darurat yang tersedia, artinya kamu juga siap akan kemungkinan terburuk di kemudian hari. Jadi, kebutuhan hidupmu tetap bisa terpenuhi kalau amit-amitnya harus terdampak krisis.
3. Kurangi Utang Konsumtif
Persoalan yang mungkin terjadi akibat krisis adalah kenaikan suku bunga acuan yang tentu akan mempengaruhi tingkat suku bunga kredit. Oleh karena itu, kalau nggak urgent-urgent banget, batasi pembelian barang konsumtif seperti gadget, laptop, motor, dsb. secara kredit. Kamu bisa tunda pembelian hingga kondisi ekonomi pulih nanti.
4. Terapkan Gaya Hidup Hemat (Frugal Living)
Frugal living adalah gaya hidup hemat yang menjadikan seseorang sebisa mungkin untuk memprioritaskan kebutuhan dan mengontrol keinginannya. Dalam situasi krisis yang penuh ketidakpastian, berhemat jadi salah satu upaya untuk menjaga kesehatan finansialmu.
Baca juga: Frugal Living, Cara Hidup Hemat Untuk Bebas Finansial
5. Lunasi Utang Jangka Panjang
Utang jangka panjang seperti cicilan rumah dan apartemen umumnya punya jenis bunga floating, bisa naik dan turun mengikuti tingkat suku bunga. Proyeksi meningkatnya suku bunga saat resesi bisa membuat cicilan yang harus kamu bayar semakin mahal.
Semisal kamu punya cash yang cukup untuk melunasi utang jangka panjang dengan bunga floating, ada baiknya lunasi sekarang juga sebelum tingkat suku bunga semakin meroket. Namun, di sisi lain, bagi kamu yang utang jangka panjangnya jenis bunganya tetap, nggak perlu khawatir dan tetap alokasikan cicilanmu seperti biasa saja.
6. Lakukan Diversifikasi Investasi
Bagi kamu yang sudah mulai berinvestasi, pastikan untuk melakukan diversifikasi, ya. Diversifikasi adalah cara paling sederhana untuk meningkatkan potensi keuntungan investasi, sekaligus meminimalisir potensi kerugian, terutama saat terjadi krisis.
Diversifikasi dapat kamu lakukan dengan menaruh asetmu pada kelas aset yang berbeda. Semisal punya tujuan jangka panjang, kamu bisa manfaatkan resesi ekonomi 2023 sebagai kesempatan emas untuk berinvestasi di risky asset untuk mendapatkan potensi keuntungan lebih besar. Untuk tujuan jangka pendek (<1 tahun), kamu bisa tempatkan uangmu pada produk yang pertumbuhan nilainya lebih stabil seperti reksadana pasar uang maupun deposito.
Kamu juga bisa mengalokasikan uangmu pada aset safe haven seperti emas. Sejak dahulu, emas bisa jadi aset yang jadi penyelamat kamu saat situasi krisis. Selain itu, investor konservatif juga bisa menempatkan uangnya pada Surat Berharga Negara (SBN).
Ketiga produk tersebut dapat kamu beli melalui aplikasi tanamduit. Jadi, nggak perlu repot pindah aplikasi untuk melakukan diversifikasi investasi.
7. Cari Penghasilan Tambahan
Agar kebutuhan tetap terpenuhi di tengah naiknya berbagai harga kebutuhan, upaya yang tepat untuk mengatasinya adalah dengan menambah sumber penghasilan. Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan yang cukup mudah adalah dengan menjadi reseller, blogger, content creator, affiliator marketplace, dan masih banyak lagi. Kamu bisa temukan ide mendapatkan passive income melalui artikel berikut: 11 Cara Mendapatkan Passive Income, Wajib Coba!
Kesimpulan
Potensi resesi ekonomi 2023 memang akan memberi dampak bagi perekonomian negara-negara di dunia, termasuk Indonesia. Meskipun begitu, kamu nggak perlu takut dan panik, mengingat berdasarkan data, perekonomian Indonesia dalam dua kuartal terakhir masih terus tumbuh positif.
Untuk mengantisipasi dampak yang mungkin terjadi saat krisis, kamu bisa menambah porsi dana darurat, mengurangi membeli barang konsumtif dengan kredit, mencari penghasilan tambahan, hingga diversifikasi investasi.
Kamu bisa melakukan diversifikasi investasi melalui aplikasi tanamduit. Tersedia berbagai pilihan produk, mulai dari reksadana, SBN, dan emas dalam satu aplikasi.
Yuk, download tanamduit dan mulai investasi sekarang!


