Ada perbedaan reksadana terbuka dan tertutup dalam dunia pasar modal. Sebagai investor, kamu harus mengenali kedua perbedaannya.
Apalagi, instrumen investasi ini cenderung memberikan kemudahan dan keuntungan optimal bagi investor pemula maupun investor berpengalaman.
Jenis instrumen investasi ini memungkinkan investor berinvestasi dalam periode tertentu yang dana investasinya dikelola oleh Manajer Investasi Berpengalaman. Kemudian, dana kelola investasi tersebut Manajer Investasi dialokasikan ke berbagai instrumen aset seperti saham, obligasi, dan aset lainnya.
Mungkin, investor lebih familiar dengan reksadana terbuka (Open-end Funds) seperti reksadana pasar uang, pendapatan tetap, campuran atau reksadana saham. Nah, kamu juga perlu mengenali tentang reksadana tertutup (Close-end fund) serta perbedaannya.
Baca juga: Reksadana Tertutup: Kenali Pengertian, Jenis, dan Tips Investasinya
Perbedaan Reksadana Terbuka dan Tertutup
Sebelum mulai berinvestasi, kenali perbedaan jenis reksadana berikut agar dapat mengoptimalkan imbal hasil investasinya.
1. Proses Penawaran
Transaksi jual beli open-end fund dapat berlangsung terus menerus di setiap hari bursa. Penawarannya itu mengacu pada harga atau Nilai Aktiva Bersih (NAB).
Sementara itu, close-end fund hanya berlaku terbatas di periode tertentu saja. Penawarannya juga hanya dapat berlangsung melalui right issue.
2. Jumlah Unit Reksadana
Reksadana terbuka memiliki jumlah unit yang tidak terbatas. Oleh sebab itu, harga penutupan reksadana di hari bursa itu berada di penghujung hari saat perdagangan terhenti.
Sementara itu, jumlah unit reksadana tertutup itu terbatas. Setelah target dana kelola sudah tercapai atau masa penawaran berakhir, investor sudah tidak bisa membelinya dari Manajer Investasi yang merilisnya.
3. Proses Penjualan
Investor open-end fund bisa menjual kembali asetnya ke Manajer Investasi kapan saja dan di mana saja. Bahkan, transaksi penjualannya lebih praktis melalui satu aplikasi secara online.
Sementara itu, close-end fund hanya tidak dapat menjual kembali asetnya ke Manajer Investasi yang menerbitkannya. Namun, investor bisa menjual kembali kepada investor lain melalui bursa efek.
4. Alokasi Dana Investasi
Instrumen open-end fund aliran dana investasinya berlangsung terus menerus karena perhitungannya itu mengacu NAB setiap hari. Kemudian, Manajer Investasi mengalokasikannya ke berbagai instrumen aset.
Di samping itu, Manajer investasi close-end fund berusaha menyesuaikan dengan indeks yang potensial. Hal tersebut membuat biaya pengelolaan dan pajak lebih tinggi daripada reksadana terbuka.
Asetnya terdiri dari saham, obligasi negara, dll yang memiliki skema khusus dalam melindungi nilai pokok investasi.
5. Imbal Hasil Investasi
Keuntungan reksadana terbuka dapat berasal dari pendapatan dividen, keuntungan selisih saham, dan selisih NAB saat membeli dan menjualnya. Jika suatu waktu ingin menjualnya, maka kamu bisa langsung jual kapan saja.
Sementara itu, close-end fund memberikan keuntungan berupa dividen, saham bonus, dan selisih harga jual beli saat membeli asetnya dari investor lain dengan harga yang lebih rendah daripada NAB-nya melalui transaksi di bursa efek.
Kesimpulan
Perbedaan reksadana terbuka dan tertutup dapat terlihat dari proses penawaran, proses penjualan, jumlah unit yang dapat investor beli, imbal hasil investasinya, dan alokasi dana investasinya.
Di aplikasi tanamduit, kamu bisa investasi reksadana pasar uang, pendapatan tetap, campuran atau reksadana saham mulai dari Rp10 ribu.
Jangan khawatir, tanamduit adalah aplikasi penyedia layanan investasi reksadana, emas, dan Surat Berharga Negara (SBN) yang sudah berizin dan berada di bawah pengawasan OJK.
Jadi, kamu bisa mengoptimalkan penghasilan dengan investasi rutin di tanamduit. Yuk, download tanamduit sekarang! Dapatkan bonus s.d. 50 ribu dengan daftar tanamduit menggunakan kode referal “MULAIREKSADANA”. Klik banner di bawah ini untuk kepoin cara klaim bonusnya!


