IHSG Turun Tipis -0,10% Hari Kamis (11/1)
IHSG turun tipis -7,33 poin atau -0,10% di perdagangan hari Kamis (11/1) kemarin. Nilai perdagangan tercatat sebesar Rp9,62 triliun, masih relatif rendah dan kurang bergairah.
Sata ini, investor tengah bersikap “wait and see”, menunggu pengumuman inflasi dan lapangan pekerjaan di Amerika Serikat. Masih ada kemungkinan bahwa inflasi akan naik karena naiknya belanja masyarakat di bulan Desember.
Karena itu, tingkat bunga AS diperkirakan akan bertahan di level sekarang, yaitu 5,25%-5,50%. Hal ini membuat yield obligasi, termasuk obligasi rupiah, masih tinggi dan menahan pertumbuhan harga saham.
Obligasi Korporasi Sebesar Rp140 Triliun Akan Jatuh Tempo Pada Tahun 2024
Penerbitan obligasi korporasi diperkirakan semakin semarak pada 2024. Pasalnya, jumlah obligasi yang akan jatuh tempo pada tahun ini cukup tinggi, yaitu sekitar Rp140 triliun.
Perusahaan penerbit obligasi masuk ke pasar obligasi untuk mencari pendanaan kembali (refinancing). Sebagian besar obligasi yang akan terbit tahun ini sekitar 60-70% berasal dari institusi finansial yang mencari pendanaan murah. Pendanaan tersebut umumnya dicari oleh sektor perbankan dan bisnis multifinance. (Sumber: Bisnis, BRI Danareksa Sekuritas)
Sementara itu, harga Surat Utang Negara (SUN) mengalami penguatan pada perdagangan hari ini. Harga SUN seri acuan naik hingga 45 bps (basis poin), sementara yield SUN bertenor 10 tahun (FR0100) turun 6 bps (basis poin) ke level 6.65%. Lebih lanjut, volume transaksi SBN secara outright tercatat sebesar IDR10.37 triliun hari ini, lebih rendah dari volume transaksi kemarin, yaitu sebesar IDR15.07 triliun. (Sumber: BNI Sekuritas)
Harga Saham AS Sedikit Berubah
Ketiga indeks utama Wall Street (Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq) ditutup mendekati garis datar (flat line) pada hari Kamis (11/1), sebagai reaksi investor terhadap laporan CPI terbaru. Inflasi melampaui ekspektasi, meningkat menjadi 3,4% di bulan Desember dari 3,1% di bulan November.
Sementara itu, tingkat inflasi inti turun kurang dari perkiraan, menjadi 3,9%. Hal ini menyebabkan investor sedikit menurunkan ekspektasi mereka mengenai penurunan suku bunga oleh Federal Reserve pada bulan Maret, menjadi sekitar 65% dari sebelumnya 70%.
Rekomendasi:
- Naiknya inflasi Amerika Serikat akan menaikkan volatilitas harga obligasi dan saham dalam jangka pendek. Tingkat bunga AS yang diharapkan oleh pasar dapat turun di bulan Maret sepertinya akan tertunda, menunggu turunnya inflasi ke level 2%.
- Untuk investasi sampai dengan 1 tahun, yang paling rendah risikonya adalah di reksa dana pasar uang dan juga menghasilkan return yang lebih tinggi dari bunga deposito di bank.
- Untuk investasi lebih dari 1 tahun, investor dapat mempertimbangkan untuk menambah investasi di reksa dana berbasis saham, khususnya reksa dana indeks saham, karena portofolionya terdiri dari saham-saham berkapitalisasi besar dan menjadi pilihan saham (stock picking) investor asing.
- Yield obligasi rupiah, khususnya yang bertenor panjang (10 tahun ke atas) masih volatile. Kinerja reksa dana pendapatan tetap juga masih akan volatile dalam jangka pendek, sehingga tidak tepat untuk berinvestasi jangka pendek di reksa dana pendapatan tetap, kecuali yang portofolionya berdurasi pendek dan volatilitasnya sangat rendah. Berinvestasi di reksa dana pasar uang disarankan karena kinerjanya ditopang oleh masih tingginya yield obligasi yang ada di dalam portofolio reksa dana pasar uang.
Yuk, investasi sekarang di tanamduit!
DISCLAIMER:
Tulisan ini dibuat dan diterbitkan oleh PT Star Mercato Capitale (tanamduit), memperoleh izin dari dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana.
Tulisan ini bersumber dari berbagai informasi tertulis dan visual yang terpercaya dan tersebar luas baik yang disediakan secara digital maupun hardcopy, namun PT Star Mercato Capitale tidak dapat menjamin keakurasian dan kelengkapan data dan informasinya. Manajemen PT Star Mercato Capitale beserta karyawan dan afiliasinya menyangkal setiap dan semua tanggung jawab atas keakurasian tulisan ini atau kelalaian dari atau kerugian apapun yang diakibatkan dari penggunaan tulisan ini. Pendapat yang diungkapkan dalam tulisan ini adalah pandangan kami saat ini dan dapat berubah setiap saat tanpa pemberitahuan. Pembaca tulisan ini diwajibkan membaca prospektus dan memahami produk yang akan dibeli atau dijual sebelum melakukan transaksi pembelian dan/atau penjualan. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja yang akan datang.


