tanamduit menawarkan investasi AMAN dengan return atau imbal hasil lebih tinggi daripada bunga deposito.
Berikut adalah data-data indeks saham, nilai tukar mata uang, harga komoditas, dan yield obligasi per 3 Juni 2024:
IHSG Turun 0,36% Selama Bulan Mei 2024
Pada hari Jumat yang lalu IHSG ditutup turun 63,78 poin atau -0,91% ke 6970,36. Penurunan ini membuat IHSG turun -3,6% sepanjang bulan Mei 2024.
Bank-bank besar menjadi saham yang berkontribusi besar terhadap penurunan IHSG setelah kenaikan BI Rate 0,25% ke 6,25% di minggu terakhir bulan April untuk menahan melemahnya Rupiah lebih lanjut.
Kenaikan BI Rate dikhawatirkan membuat cost of fund perbankan meningkat dan mengurangi pendapatan bunga bersih.
Penurunan di hari Jumat (31/5) disebabkan oleh berubahnya daftar saham yang ada di MSCI Index Indonesia. Hal tersebut membuat para fund manager, terutama fund manager global, terpaksa melakukan rebalancing portfolio dengan menjual paksa saham-saham yang dikeluarkan dari daftar indeks.
Oleh sebab itu, harga sahamnya menjadi turun. Lalu, fund manager tersebut membeli saham-saham yang baru saja masuk ke indeks MSCI, sehingga membuat nilai transaksi perdagangan melompat naik sekitar Rp35 trilyun.
Investor Asing Net Sell Saham dan Surat Utang Negara Januari-Mei 2024
Dari situs Bank Indonesia, diperoleh berita bahwa sejak awal tahun 2024 investor asing melakukan penjualan bersih (net sell) saham di Bursa Efek Indonesia senilai Rp4,26 triliun.
Selain itu, investor asing net sell Rp34,72 di pasar Surat Utang Negara, trilyun namun net buy Rp86,07 di Sertifikat Rupiah Bank Indonesia. Jadi, secara total terjadi net buy atau arus masuk bersih Rp42,72 triliun.
Personal Consumption Expenditure AS Bulan April Terlihat Stabil
Personal Consumption Expenditure (PCE) atau Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi di AS kemungkinan berada di 0,3% sepanjang bulan April 2024, sama seperti dua bulan sebelumnya.
Selain itu, indeks inti, yang tidak termasuk makanan dan energi, diperkirakan juga 0,3%, juga sesuai dengan kenaikan yang terlihat pada bulan Maret dan Februari.
Sementara itu, tingkat PCE tahunan terlihat stabil di 2,7%, berhenti setelah akselerasi pada bulan Maret. Inflasi PCE inti tahunan juga diperkirakan tidak berubah pada 2,8%. The Fed memperkirakan inflasi PCE tahunan akan mencapai 2,4% tahun ini.
Berita PCE ini membuat Imbal hasil (yield) obligasi Treasury AS bertenor 10-tahun turun menjadi 4,51% pada hari Jumat, setelah turun sekitar 6bps pada hari Kamis, karena angka inflasi PCE membuat investor menjadi lega dan memberikan harapan bahwa The Fed masih memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga tahun ini.
Kemungkinan penurunan suku bunga US Fed tahun ini meningkat menjadi 50% pada bulan September, 63% pada bulan November, dan 82% pada bulan Desember, dibandingkan dengan masing-masing 49%, 62%, dan 81% sebelum rilis kebijakan ini. (Trading Economics)
Harga Surat Utang Negara (SUN) mengalami penguatan pada perdagangan hari Jumat (31/5)
Berdasarkan data dari PHEI, yield SUN Benchmark 5-tahun turun 7 basis poin menjadi 6,86%, dan yield SUN Benchmark 10-tahun turun sebesar 6 basis poin menjadi 6,90%. Harga SUN menguat pada hari Jumat (31/5).
Volume transaksi SBN secara outright tercatat sebesar Rp16,2 triliun, lebih tinggi dari volume transaksi di hari sebelumnya yang tercatat sebesar Rp8,4 triliun. (BNI Sekuritas)
Ulasan
- Rilis berita PCE AS hari Jumat (31/5) yang sesuai dengan ekspektasi menumbuhkan sentimen positif bagi pasar saham dan obligasi Indonesia.
- Rilis PCE ini juga meningkatkan harapan bahwa suku bunga US akan turun di bulan September menjadi meningkat.
- Namun, investor harus tetap berhati-hati dan terus mengamati perkembangan data ekonomi AS yang sangat mempengaruhi pergerakan yield obligasi, Rupiah, harga saham dan juga nilai tukar Rupiah terhadap USD.
Rekomendasi
- Untuk jangka pendek, investor disarankan untuk overweight/memperbanyak investasi di reksa dana pasar uang.
- Tetaplah berinvestasi secara rutin untuk mencapai tujuan keuangan. Pilih produk reksa dana yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.
- Pertimbangkan untuk mulai mengakumulasi reksa dana saham dan indeks saham untuk jangka panjang, karena harga-harga saham saat ini dalam kategori murah.
- Emas dapat dipertimbangkan untuk investasi jangka panjang karena nilai emas selalu mengalahkan inflasi.
Yuk, investasi sekarang di tanamduit!
DISCLAIMER:
Tulisan ini dibuat dan diterbitkan oleh PT Star Mercato Capitale (tanamduit), yang memperoleh izin dari dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana.
Tulisan ini bersumber dari berbagai informasi tertulis dan visual yang terpercaya dan tersebar luas, baik yang disediakan secara digital maupun hardcopy. Namun, PT Star Mercato Capitale tidak dapat menjamin keakurasian dan kelengkapan data dan informasinya. Manajemen PT Star Mercato Capitale beserta karyawan dan afiliasinya menyangkal setiap dan semua tanggung jawab atas keakurasian tulisan ini atau kelalaian dari atau kerugian apapun yang diakibatkan dari penggunaan tulisan ini. Pendapat yang diungkapkan dalam tulisan ini adalah pandangan kami saat ini dan dapat berubah setiap saat tanpa pemberitahuan. Pembaca tulisan ini diwajibkan membaca prospektus dan memahami produk yang akan dibeli atau dijual sebelum melakukan transaksi pembelian dan/atau penjualan. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja yang akan datang.


