tanamduit menawarkan investasi TERAMAN dengan return atau imbal hasil lebih tinggi dari bunga deposito. Investasi di SBN seri SBR013, 100% AMAN dijamin negara!
Masa penawaran SBR013 berlangsung pada tanggal 10 Juni–4 Juli 2024. Berikut adalah tingkat kuponnya:
- SBR013-T2 tenor 2 tahun kupon 6,45% per tahun
- SBR013-T4 tenor 4 tahun kupon 6,60% per tahun
Imbal hasil (kupon) SBR013 floating with floor, berpotensi NAIK saat suku bunga BI naik, tapi tidak akan turun saat suku bunga BI turun! Beli SBR013 di aplikasi tanamduit, bonus reksadana!
Berikut adalah data-data indeks saham, nilai tukar mata uang, harga komoditas, dan yield obligasi per 26 Juni 2024:
Rabu (27/6), IHSG Naik
IHSG naik 22,94 poin atau +0,33% ke 6.905,64 dengan nilai transaksi sekitar Rp9,42 triliun hari Rabu kemarin. Paparan dari Menteri Keuangan, Sri Mulyani dan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, sebagai bagian dari team KKSK (Komite Kebijakan Sektor Keuangan) dalam konferensi pers beberapa hari yang lalu berkaitan dengan kondisi fundamental ekonomi terkini dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025, menjadi sentimen positif bagi pasar saham.
Disampaikan pula bahwa baik pemerintah saat ini maupun tim Presiden Terpilih, Prabowo Subianto, menegaskan pemerintahan Prabowo-Gibran akan tetap menjalankan APBN 2025 secara prudent.
Rencana tersebut tetap menetapkan ambang defisit maksimal 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB) serta rasio utang terhadap PDB seperti yang ada saat ini di kisaran 39%. Ekonomi Indonesia diperkirakan masih akan tumbuh stabil di atas 5% hingga 2025. (CNBC Indonesia)
Namun, indeks SRI Kehati, IDX30 dan Bisnis27 mengalami penurunan karena saham-saham perbankan yang mendominasi indeks-indeks tersebut mengalami penurunan harga.
Rupiah Melemah Hari Rabu Kemarin
Rupiah ditutup melemah sekitar 0,3% ke level Rp16.400-an di perdagangan Rabu kemarin. Hal ini karena kembali menguatnya US Dollar Index sekitar 0,2% hari Selasa (Rabu malam WIB).
Penguatan US Dollar Index sebagai respons data Purchasing Managers’ Index AS bulan Juni yang menguat dari 51,3 ke 51,7 dan masih kuatnya (walaupun sedikit menurun) indeks kepercayaan konsumen (consumer confidence index) AS.
Pelemahan Rupiah sejalan dengan pelemahan mata uang lainnya, Malaysian Ringgit -0,22%, Philippine Peso -0,17%, Thai Baht -0,16%, Japanese Yen -0,12% dan Singapore Dollar -0,08%. (Kontan)
Harga Surat Utang Negara Melemah Tipis
Harga Surat Utang Negara (SUN) bergerak variatif dalam kisaran yang terbatas pada sesi perdagangan hari Rabu kemarin. Harga SUN seri acuan mixed pada rentang 5-20 bps dari posisi penutupan kemarin, sementara yield SUN bertenor 10 tahun naik sebesar 2 basis poin ke level 7,09%.
Volume transaksi SBN secara outright tercatat sebesar Rp16,78 triliun, lebih rendah dari volume transaksi hari Selasa sebesar Rp37,91 triliun. (BNI Sekuritas)
Harga Emas Dunia Turun Hari Rabu Kemarin
Harga emas dunia turun menjadi sekitar USD2.310 per ounce pada hari Rabu kemarin, melanjutkan penurunannya dari hari sebelumnya, sebagai reaksi atas pernyataan yang lebih hawkish (tingkat bunga tetap tinggi) dari pejabat Federal Reserve mengenai prospek penurunan suku bunga.
Gubernur Fed Lisa Cook menyatakan bahwa penurunan suku bunga akan tepat pada suatu saat, namun waktunya tidak pasti, sementara Gubernur Fed Bowman menyebutkan bahwa dia tidak mengantisipasi adanya penurunan suku bunga tahun ini. (Trading Economics).
Sementara itu Bank of America, dalam sebuah laporan kepada klien mereka, menyampaikan bahwa harga emas dapat mencapai USD3.000 per ounce dalam 12-18 bulan ke depan karena pada akhirnya US Fed akan mulai menurunkan suku bunganya dan meningkatnya pembelian emas oleh sejumlah bank sentral dunia untuk mendiversifikasi risiko karena ketegangan politik yang meluas di Timur Tengah dan mengurangi ketergantungan pada obligasi US Treasury yang dinilai peredarannya terlalu besar. (Investing)
Indeks Utama Wall Street Naik Hari Rabu Kemarin
Indeks-indeks saham utama AS ditutup dengan kenaikan moderat pada hari Rabu kemarin (Kamis 4.00 WIB), para investor sangat berhati-hati menjelang debat presiden dan laporan inflasi yang diawasi ketat oleh para pembuat kebijakan Federal Reserve.
Dow Jones Industrial Average naik 16,10 poin, atau 0,04%, ke 39.128,26, S&P 500 naik 8,61 poin, atau 0,16%, ke 5.477,91 dan Nasdaq Composite naik 87,50 poin, atau 0,49% ke 17.805,16.
Produsen chip terkemuka Nvidia ditutup naik 0,25%, Apple naik hampir 2%, Tesla naik 4,81%, Amazon Inc naik 3,90%, membawa nilai pasar perusahaan di atas USD2 triliun, dan menjadi perusahaan AS kelima yang melampaui level tersebut. (Reuters)
US Dollar Index Naik ke Level 106
US Dollar Index naik tipis ke 106 pada hari Rabu, level tertinggi yang belum pernah terlihat dalam dua bulan terakhir, sebagai reaksi atas komentar dari pejabat Fed dan menunggu inflasi PCE utama pada hari Jumat.
Gubernur Fed Michelle Bowman menyatakan kesiapannya untuk menurunkan suku bunga jika inflasi melemah. Sementara itu, Gubernur Lisa Cook menyebutkan ada potensi penurunan suku bunga di masa depan.
Namun, waktunya tidak pasti. Kemungkinan penurunan suku bunga Fed sebesar 25bps pada bulan September saat ini sebesar 64%, turun dari 68% pada awal minggu. (Trading Economics)
Ulasan
- Perekonomian Indonesia secara fundamental kuat, inflasi tahunan sesuai dengan ekspektasi (terakhir bulan Mei 2,8%), ekspor-impor yang selalu surplus 49 bulan berturut-turut, Purchasing Managers’ Index tetap di atas 50 (terakhir bulan Mei 52,1), cadangan devisa yang memadai, rasio Government Debt to GDP yang terkendali (sekitar 39,9%).
- Pelemahan Rupiah lebih disebabkan oleh Indeks US Dollar yang tetap kuat, di atas 105, karena suku bunga USD yang belum juga turun dari 5,25%-5,50%.
- Namun, US Fed sudah memberikan indikasi yang kuat bahwa suku bunga USD akan turun minimal 1 kali di tahun 2024, paling lambat di bulan Desember 2024.
- Pasar saham dan obligasi Indonesia masih akan volatile menjelang kepastian penurunan suku bunga US.
- Harga emas diperkirakan masih akan naik karena beberapa bank sentral masih akan melanjutkan pembelian emas, terutama Bank Sentral China. Hal ini bertujuan untuk diversifikasi risiko di tengah ketidakpastian global, berlanjutnya trade war antara China serta ketegangan geopolitik yang masih belum mereda.
Rekomendasi
- Untuk jangka pendek, investor disarankan untuk mengurangi investasi di reksa dana berbasis saham, yaitu reksa dana saham, indeks saham dan campuran.
- Untuk jangka panjang, pertimbangkan untuk mulai mengakumulasi reksa dana saham dan indeks saham karena harga-harga saham saat ini dalam kategori murah.
- Untuk jangka waktu kurang dari 1 tahun, disarankan untuk memperbanyak investasi di reksa dana pasar uang karena masih memberikan return yang lebih tinggi dari bunga deposito.
- Harga emas masih volatile. Namun, dalam jangka menengah–panjang, harga emas diperkirakan masih akan naik karena beberapa bank sentral masih melakukan pembelian emas untuk diversifikasi risiko karena ketidakpastian global, baik dalam hal perekonomian maupun geopolitik yang masih memanas.
- Emas dapat dipertimbangkan untuk menjadi portfolio investasi untuk jangka menengah dan panjang.
- Tetaplah berinvestasi secara rutin untuk mencapai tujuan keuangan. Pilih produk reksa dana yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.
- Emas dapat dipertimbangkan untuk investasi jangka panjang karena nilai emas selalu mengalahkan inflasi.
Yuk, investasi sekarang di tanamduit!
DISCLAIMER:
Tulisan ini dibuat dan diterbitkan oleh PT Star Mercato Capitale (tanamduit), memperoleh izin dari dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana. PT Star Mercato Capitale sebagai anak usaha PT Mercato Digital Asia, telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor KEP-13/PM.21/2017.
PT Mercato Digital Asia yang telah terdaftar pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) dengan nomor: 005445.01/DJAI.PSE/07/2022. PT Mercato Digital Asia bekerja sama dengan PT Cipta Optima Digital (emasin) untuk produk Koleksi Emas dan PT Emas Digital Global (Tamasia) dalam menyediakan produk emas 24 Karat produksi emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Produk Surat Berharga Negara (SBN) difasilitasi oleh PT Star Mercato Capitale menjadi mitra distribusi dari DJPPR – Kementerian Keuangan Republik Indonesia dengan nomor S-363/pr/2018 dan dari SBSN dengan nomor PENG-2/PR.4/2018.
Tulisan ini bersumber dari berbagai informasi tertulis dan visual yang terpercaya dan tersebar luas baik yang disediakan secara digital maupun hardcopy, namun PT Star Mercato Capitale tidak dapat menjamin keakurasian dan kelengkapan data dan informasinya. Manajemen PT Star Mercato Capitale beserta karyawan dan afiliasinya menyangkal setiap dan semua tanggung jawab atas keakurasian tulisan ini atau kelalaian dari atau kerugian apapun yang diakibatkan dari penggunaan tulisan ini. Pendapat yang diungkapkan dalam tulisan ini adalah pandangan kami saat ini dan dapat berubah setiap saat tanpa pemberitahuan. Pembaca tulisan ini diwajibkan membaca prospektus dan memahami produk yang akan dibeli atau dijual sebelum melakukan transaksi pembelian dan/atau penjualan. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja yang akan datang.


