fb-logo
Beranda » belajar » Tanamduit Outlook » tanamduit Breakfast News: 1 Juli 2024

tanamduit Breakfast News: 1 Juli 2024

oleh | Jul 1, 2024

tanamduit menawarkan investasi TERAMAN dengan return atau imbal hasil lebih tinggi dari bunga deposito. Investasi di SBN seri SBR013, 100% AMAN dijamin negara!

Masa penawaran SBR013 berlangsung pada tanggal 10 Juni–4 Juli 2024. Berikut adalah tingkat kuponnya:

  • SBR013-T2 tenor 2 tahun kupon 6,45% per tahun
  • SBR013-T4 tenor 4 tahun kupon 6,60% per tahun

Imbal hasil (kupon) SBR013 floating with floor, berpotensi NAIK saat suku bunga BI naik, tapi tidak akan turun saat suku bunga BI turun! Beli SBR013 di aplikasi tanamduit, bonus reksadana!

Berikut adalah data-data indeks saham, nilai tukar mata uang, harga komoditas, dan yield obligasi per 28 Juni 2024:

market update 1 juli 2024

Di Minggu keempat 2024, Terjadi Nett Beli Investor Asing di Pasar Saham, Obligasi dan Sekuritas Bank Indonesia

Dari website Bank Indonesia, 28 Juni 2024 diperoleh informasi:

  • Premi CDS (Credit Default Swap) Indonesia 5 tahun per 27 Juni 2024 sebesar 78,06 bps, relatif stabil dengan dibandingkan 21 Juni 2024 sebesar 76,48 bps.
  • Berdasarkan data transaksi 24 – 27 Jun 2024, nonresiden tercatat beli neto Rp19,69 triliun terdiri dari beli neto Rp8,30 triliun di pasar SBN, serta beli neto Rp2,23 triliun di pasar saham dan Rp9,16 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
  • Selama tahun 2024, berdasarkan data setelmen s.d. 27 Jun 2024, nonresiden tercatat jual neto Rp36,46 triliun di pasar SBN, jual neto Rp9,78 triliun di pasar saham, dan beli neto Rp123,21 triliun di SRBI. (Bank Indonesia)

IHSG Naik (Lagi) Hari Jumat Yang Lalu

Jumat (28/6), IHSG kembali ditutup menguat dan menjadi penguatan selama tiga hari beruntun.

IHSG ditutup melonjak 1,37% ke posisi 7.063,58 dengan nilai transaksi indeks mencapai sekitar Rp 19 triliun. Saham perbankan raksasa kembali mendominasi movers IHSG pada hari Jumat lalu, BBRI naik 3,14%, BMRI +2,50%, BRIS +3,15%, BBCA +1,79%.

Masuknya kembali investor asing ke pasar modal Indonesia di minggu lalu menjadi salah satu penyebab kenaikan IHSG. Selain itu, investor berharap data Personal Consumption Expenditure (PCE) bulan Mei yang akan dirilis minggu ini akan melemah.

Hal ini juga meningkatkan harapan terjadinya penurunan suku bunga USD di bulan September 2024 sehingga menjadi sentimen positif bagi pasar modal Indonesia yang sudah terkoreksi cukup dalam sejak beberapa bulan yang lalu.

Rupiah Menguat Hari Jumat Yang Lalu

Rupiah kembali menguat 0,15% terhadap US Dollar ke posisi Rp16.370/USD pada hari Jumat (28/6), melanjutkan penguatan di hari sebelumnya 0,03%.

Sementara itu, US Dollar Index (DXY) masih terpantau naik 0,09% hingga pukul 15.26 WIB hari Jumat dan bertengger di atas 106.

Penurunan suku bunga USD masih membuat DXY di level 106, belum dipastikan penyebabnya.  Saat ini, perlaku pasar menunggu data inflasi PCE AS yang akan dirilis malam hari ini.

Jika inflasi PCE melandai atau lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya, maka hal ini akan semakin memperbesar potensi pemangkasan suku bunga The Fed dan berujung pada depresiasi DXY.

Harga SUN Menguat Hari Jumat Lalu

Harga Surat Utang Negara (SUN) ditutup menguat pada sesi perdagangan terakhir di pekan ini. Harga SUN seri acuan naik hingga 110 bps dari posisi penutupan kemarin, sementara yield SUN bertenor 10 tahun (FR0100) turun sebesar 4 basis poin ke level 7,04%.Volume transaksi SBN secara outright tercatat sebesar Rp20,67 triliun hari ini, lebih tinggi dari volume transaksi kemarin yang tercatat sebesar Rp14,28 triliun. (BNI Sekuritas)

Inflasi PCE AS Melambat seperti Perkiraan

Personal Consumption Expenditure (PCE) inti yang menjadi salah satu ukuran perekonomian AS dan menjadi salah satu dasar pertimbangan untuk US Fed turun menjadi 2,6% pada Mei 2024, terendah sejak Maret 2021, turun dari 2,8% pada bulan April dan sesuai dengan perkiraan pasar.

Namun, angka tersebut masih di atas target Federal Reserve sebesar 2%. Secara bulanan, harga PCE inti naik 0,1% di bulan Mei, turun dari 0,3% di bulan April, sejalan dengan perkiraan pasar. (Trading Economics)

Imbal Hasil Treasury AS 10 Tahun Turun Setelah PCE

Imbal hasil (yield) US Treasury bertenor 10-tahun turun hingga di bawah 4,28% pada hari Jumat lalu (Sabtu Subuh WIB).

Penurunan inisemakin menjauh dari level tertinggi dua minggu sebesar 4,35% yang dicapai pada awal minggu ini setelah data penting menunjukkan moderatnya inflasi dalam perekonomian AS.

Harga PCE, yang merupakan ukuran inflasi pilihan Federal Reserve, terus melambat menuju target bank sentral sebesar 2% pada bulan Mei. (Trading Economics)

Harga Emas Dunia Naik Hari Jumat Lalu

Harga emas dunia naik menuju angka USD2,340 per ons pada hari Jumat lalu, menjadikan kenaikan hampir 5% pada kuartal kedua dan lompatan 14% pada semester pertama tahun ini karena penurunan suku bunga yang akan dilakukan oleh bank sentral AS, The Fed, mengangkat daya tarik kepemilikan non-bunga, yaitu aset emas batangan.

Selain kebijakan moneter, permintaan emas yang lebih tinggi oleh bank-bank sentral utama di Asia, terutama bank sentral China, PBoC, juga mengangkat harga logam mulia pada paruh pertama tahun ini, mendorong emas ke rekor tertinggi $2450 per ounce pada bulan Mei.

Ulasan

  • Data PCE AS yang melambat memperkuat harapan segera turunnya suku bunga USD di bulan September mendatang.
  • Menjelang kepastian penurunan suku bunga US, pasar saham dan obligasi Indonesia masih akan volatile. Namun, tingkat volatilitas yang menurun dan harga-harga saham cenderung akan naik kembali sampai akhir tahun 2024.
  • Turunnya yield obligasi US akan membuat yield obligasi Rupiah juga turun atau harga obligasi menjadi naik.
  • Harga emas diperkirakan masih akan naik karena beberapa bank sentral masih akan melanjutkan pembelian emas, terutama Bank Sentral China, dengan tujuan untuk diversifikasi risiko di tengah ketidakpastian global dan ketegangan geopolitik yang masih belum mereda.

    Rekomendasi

    • Untuk jangka pendek, investor disarankan untuk mengurangi investasi di reksa dana berbasis saham, yaitu reksa dana saham, indeks saham dan campuran.
    • Untuk jangka panjang, pertimbangkan untuk mulai mengakumulasi reksa dana saham dan indeks saham karena harga-harga saham saat ini dalam kategori murah.
    • Untuk jangka waktu kurang dari 1 tahun, disarankan untuk memperbanyak investasi di reksa dana pasar uang karena masih memberikan return yang lebih tinggi dari bunga deposito.
    • Harga emas masih volatile. Namun, dalam jangka menengah–panjang, harga emas diperkirakan masih akan naik karena beberapa bank sentral masih melakukan pembelian emas untuk diversifikasi risiko karena ketidakpastian global, baik dalam hal perekonomian maupun geopolitik yang masih memanas.
    • Emas dapat dipertimbangkan untuk menjadi portfolio investasi untuk jangka menengah dan panjang.
    • Tetaplah berinvestasi secara rutin untuk mencapai tujuan keuangan. Pilih produk reksa dana yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.
    • Emas dapat dipertimbangkan untuk investasi jangka panjang karena nilai emas selalu mengalahkan inflasi.

    Yuk, investasi sekarang di tanamduit!

    DISCLAIMER:

    Tulisan ini dibuat dan diterbitkan oleh PT Star Mercato Capitale (tanamduit), anak perusahaan PT Mercato Digital Asia, yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana dengan nomor KEP-13/PM.21/2017 serta menjadi mitra distribusi SBN dari DJPPR – Kementerian Keuangan Republik Indonesia dengan nomor S-363/pr/2018 dan dari SBSN dengan nomor PENG-2/PR.4/2018.

    PT Mercato Digital Asia telah terdaftar pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) dengan nomor: 005445.01/DJAI.PSE/07/2022 dan bekerja sama dengan PT Cipta Optima Digital (emasin) untuk produk Koleksi Emas dan PT BPRS ATTAQWA (BPRS Attaqwa) dalam menyediakan produk Tabungan Emas 24 Karat produksi emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

    Tulisan ini bersumber dari berbagai informasi tertulis dan visual yang terpercaya dan tersebar luas baik yang disediakan secara digital maupun hardcopy. Meskipun demikian, PT Star Mercato Capitale tidak dapat menjamin keakurasian dan kelengkapan data dan informasinya. Manajemen PT Star Mercato Capitale beserta karyawan dan afiliasinya menyangkal setiap dan semua tanggung jawab atas keakurasian, kelalaian, atau kerugian apapun dari penggunaan tulisan ini.

    tanamduit Team

    tanamduit adalah aplikasi penyedia beragam produk investasi reksa dana, emas, Surat Berharga Negara (SBN) yang telah berizin dan diawasi oleh OJK.

    banner-download-mobile