tanamduit menawarkan investasi yang aman dengan potensi return atau imbal hasil lebih tinggi dari bunga deposito. Sebelum berinvestasi, kenali kondisi market dan strategi investasinya melalui berita market update berikut.
Ringkasan Market Update:
- IHSG naik 1,27% ke 8.859,19 dan menjadi yang tertinggi baru (ATH) di awal 2026, didorong risk-on dan rebalancing awal tahun.
- SUN menguat tipis seiring yield turun dan minat parkir ke obligasi.
- Emas naik 2,7% karena dolar melemah dan yield AS turun, outlook tetap positif.
Berikut adalah data-data indeks saham, nilai tukar mata uang, harga komoditas, dan yield obligasi per tanggal 6 Januari 2026.
IHSG Cetak Rekor Baru di Awal 2026, Sentimen Risk-On Angkat Pasar
IHSG pada perdagangan 5 Januari 2026 menguat 1,27% ke level 8.859, mencetak all-time high (ATH) baru, dengan nilai transaksi meningkat menjadi Rp30,3 triliun. Seluruh indeks utama bergerak positif; LQ45 +0,91%, IDX30 +0,81%, Bisnis27 +1,26%, SRI Kehati +0,46%, dan ISSI +1,93%, mencerminkan sentimen pasar yang kuat di awal tahun.
Penguatan pasar ditopang oleh saham-saham berkapitalisasi besar dan sektor berbasis komoditas. Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan kontribusi signifikan datang dari BYAN (+6,73%), BRMS (+8,05%), BUMI (+10,48%), AMMN (+2,94%), serta TLKM (+3,17%), seiring meningkatnya minat investor pada saham berbeta tinggi di tengah sentimen risk-on awal tahun.
Dari sisi aliran dana, asing mencatat net buy tipis Rp38,9 miliar, mengindikasikan partisipasi yang selektif. Pelaku pasar menilai reli awal Januari ini didorong rebalancing portofolio dan masuknya dana baru domestik, selaras dengan pola January effect, sementara investor global masih mencermati perkembangan pasar global dan arah kebijakan moneter ke depan. (IDX, Bloomberg Technoz, CNBC Indonesia)
SUN Menguat Tipis di Awal 2026, Yield Turun Saat Investor “Parkir” ke Obligasi
Pada 5 Januari 2026, pasar SUN menguat tipis (harga naik) seiring yield turun di hampir semua tenor: Indo 10Y turun ke 6,159%, Indo 3Y 5,291%, Indo 1Y 4,780%, dan indeks Indobex Government naik ke 431,83 (dari 431,64 pada 2 Jan). Nilai transaksi juga naik ke sekitar Rp27,3 triliun (lebih ramai dibanding 2 Jan Rp15,0 triliun), mengindikasikan minat beli yang membaik di awal tahun, umumnya didorong rebalancing awal tahun, “hunt for yield”, dan ekspektasi arah suku bunga global yang lebih ramah setelah fase pengetatan 2022–2025.
Secara prospek 2026, pelaku pasar umumnya melihat SUN masih konstruktif bila inflasi terjaga dan arah suku bunga global cenderung turun: katalis utamanya adalah ekspektasi penurunan suku bunga AS, stabilitas rupiah, serta kebijakan BI (hold/cut) dan pengelolaan suplai SBN; risikonya datang dari lonjakan yield US Treasury, pelebaran defisit/fiskal global, atau pelemahan rupiah yang memicu premi risiko naik. (PHEI, BNI Sekuritas)
Emas Menguat di Awal 2026 Karena Dolar Melemah dan Yield US Treasury Menurun
Pada 5 Januari 2026, harga emas XAU naik kuat ke sekitar 2,7% ke US$4.448/oz, melanjutkan penguatan sejak awal tahun. Kenaikan seperti ini umumnya terjadi ketika dolar AS melemah dan yield obligasi AS turun, karena emas (yang tidak memberi bunga) jadi relatif lebih menarik; selain itu, awal tahun juga sering diwarnai rebalancing/penataan ulang portofolio yang bisa memperbesar pergerakan harian. Data Investing juga menunjukkan harga emas futures pada 5 Jan 2026 berada di kisaran US$4.455 (yang menegaskan arah penguatan hari itu).
Ke depan, prospek emas di 2026 masih cenderung konstruktif bila pasar kembali masuk fase suku bunga global menurun dan dolar tidak menguat tajam; dukungan penting lainnya adalah pembelian emas oleh bank sentral yang masih “robust” menurut World Gold Council. Namun, setelah reli besar, emas tetap berisiko koreksi sesaat jika dolar/yield berbalik naik atau terjadi profit taking. (Investing, World Gold Council)
Factors to Watch
Pasar mencermati arah kebijakan The Fed di 2026, pergerakan dolar AS dan yield US Treasury, stabilitas rupiah serta sikap BI, dan keberlanjutan arus dana asing pasca rebalancing awal tahun—semua ini akan membentuk sentimen saham, obligasi, dan emas.
Tips Investasi
Rekomendasi Reksa Dana:
- Untuk profil konservatif-moderat, reksa dana pendapatan tetap tetap menarik seiring peluang yield yang melandai.
- Bagi profil moderat-agresif, reksa dana saham berbasis blue-chip dan campuran layak diakumulasi bertahap, memanfaatkan sentimen risk-on dan prospek pertumbuhan laba 2026.
Rekomendasi Emas:
-
Emas tetap relevan sebagai pelindung nilai portofolio. Strategi hold atau akumulasi bertahap disarankan, untuk mengantisipasi fluktuasi jangka pendek, namun tetap menangkap potensi jangka menengah jika pelonggaran moneter global berlanjut.
Yuk, investasi sekarang di tanamduit!
⚠ Sebelum melakukan keputusan investasi, investor sangat disarankan untuk memahami profil risiko pribadi dan mempelajari produk-produk investasi, terutama mengenai potensi risiko yang mungkin akan dihadapi oleh masing-masing produk.
DISCLAIMER:
Tulisan ini dibuat dan diterbitkan oleh tanamduit, yang dikembangkan dan dikelola oleh PT Mercato Digital Asia sebagai induk usaha dari PT Star Mercato Capitale. PT Mercato Digital Asia telah terdaftar pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) dengan nomor 005445.01/DJAI.PSE/07/2022 dan bekerja sama dengan PT Cipta Optima Digital (Emasin) untuk produk Koleksi Emas, dan PT BPRS Attaqwa dalam menyediakan produk Tabungan Emas 24 Karat produksi emasi PT Aneka Tambang Tbk (Antam).
PT Star Mercato Capitale sebagai anak usaha dari PT Mercato Digital Asia, telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dengan ijin nomor KEP-13/PM.21/2017, serta ditetapkan menjadi Mitra Distribusi SBN Retail dengan nomor S-363/PR/2018 dan SBN Syariah dengan nomor PENG-2/PR.4/2018 dari DJPPR, Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Tulisan ini bersumber dari berbagai informasi tertulis dan visual yang terpercaya dan tersebar luas baik yang disediakan secara digital maupun hardcopy. tanamduit berusaha untuk memberikan informasi yang terbaik, namun meskipun demikian manajemen tanamduit beserta karyawan dan afiliasinya tidak dapat dimintai pertanggungjawaban atas keakuratan, kelalaian, atau kerugian apa pun yang timbul dari penggunaan tulisan ini.


