fb-logo
Beranda » belajar » Tanamduit Outlook » tanamduit Weekly Market Recap (12 – 15 Januari 2026)

tanamduit Weekly Market Recap (12 – 15 Januari 2026)

oleh | Jan 19, 2026

tanamduit menawarkan investasi yang aman dengan potensi return atau imbal hasil lebih tinggi dari bunga deposito.

Sebelum berinvestasi, yuk, kenali kondisi market pada pekan 12-15 Januari 2026 dan tips investasinya melalui berita market update berikut!

Ringkasan Weekly Market Recap:

    • Sentimen Global-Domestik: Dolar kuat, pasar selektif, domestik relatif stabil.
    • IHSG: ATH baru 9.075,41 ditopang big caps dan arus asing.
    • SUN: Yield naik tipis akibat rebalancing dan tekanan global.
    • Rupiah: Melemah tipis ke 16.885/USD karena dolar menguat.
    • Emas: Reli berlanjut di kisaran USD4.600/oz didorong safe haven dan ekspektasi Fed.
    • Factors to Watch: Kebijakan suku bunga Fed dan BI, indeks dolar DXY, yield UST, inflasi, Rupiah.

    Tabel-Market-Update-19-Januari-2026

     

    Sentimen Global-Domestik yang Mixed Membuat Pasar Bergerak Selektif

    Pada 12-15 Januari 2026, sentimen global didominasi penguatan dolar AS dan kehati-hatian investor menanti arah kebijakan suku bunga AS, sementara dari domestik perhatian tertuju pada stabilitas Rupiah, sikap BI yang tetap pro-stabilitas, serta penerbitan global bond pemerintah yang membantu suplai valas. Isu fiskal dan arus modal awal tahun membuat pasar mencermati fundamental, namun belum memicu perubahan kebijakan yang agresif.

    Dampaknya, IHSG dan saham big caps masih ditopang aliran dana awal tahun sehingga bergerak relatif positif/selektif, sementara SUN cenderung hati-hati dengan yield naik terbatas seiring pelemahan Rupiah.  Arah selanjutnya sangat bergantung pada DXY dan yield UST. Secara keseluruhan, pergerakan dinilai lebih temporer dan berbasis sentimen global ketimbang perubahan fundamental domestik. (Reuters, Bloomberg, Bank Indonesia, CNBC Indonesia)

    IHSG Cetak Rekor Baru, Asing Masih Agresif Borong Big Caps

    Pada minggu 12-15 Januari 2026, IHSG mencetak all-time high (ATH) baru di kisaran 9.075, naik sekitar 1,6% secara mingguan, didukung penguatan indeks saham besar seperti LQ45 (+1,9%) dan ISSI (+3,0%). Nilai transaksi tercatat solid sekitar Rp130,7 triliun, menegaskan reli didorong minat beli riil, bukan sekadar kenaikan tipis tanpa likuiditas perdagangan.

    Arus masuk dana asing masih kuat dengan net buy sekitar Rp4,2 triliun sepanjang pekan, terutama ke saham big caps perbankan dan komoditas, seiring sentimen global yang risk-on dan daya tarik fundamental domestik. Kombinasi ekspektasi pelonggaran suku bunga global, terutama suku bunga USD, dan stabilitas makro Indonesia menjadi pull factor utama, meski sebagian penguatan tetap dipengaruhi momentum awal tahun.

    Ke depan, prospek IHSG sepanjang 2026 dinilai konstruktif namun selektif, dengan katalis utama arah kebijakan The Fed, stabilitas indeks USD DXY dan yield US Treasury, serta ruang kebijakan moneter BI mengenai suku bunga BI Rate. Risiko koreksi jangka pendek akan tetap ada setelah reli cepat sejak awal tahun 2026, namun tren dasar pasar saham Indonesia masih positif selama arus asing bertahan dan fundamental emiten besar tetap solid. (IDX, Bloomberg Technoz, CNBC Indonesia, Kontan)

    Yield SUN Naik Tipis, Harga Cenderung Melemah

    Pada 12-15 Januari 2026, yield SUN 10Y naik tipis dari sekitar 6,21% ke 6,32%, sementara indeks harga obligasi (Indobex Government) sedikit turun, menandakan harga SUN melemah terbatas di tengah aktivitas investor yang cukup tinggi. Kenaikan yield ini dipengaruhi sentimen pasar awal tahun dan penyesuaian posisi (rebalancing) menjelang rilis data makro serta arah kebijakan moneter di 2026.

    Arus modal asing di SBN pada awal Januari cenderung selektif, dengan sebagian dana masuk ke instrumen lain seperti SRBI, sementara dukungan ke SUN tidak sebesar ke pasar saham, sehingga tekanan yield lebih terasa. Faktor eksternal seperti pergerakan yield US Treasury dan indeks dolar DXY ikut memberi tekanan pada yield SUN, terutama saat dolar menguat sementara pasar menanti data ekonomi global, terutama AS.

    Pandangan analis untuk 2026 tetap positif terhadap SUN jika inflasi domestik terjaga dan Bank Indonesia membuka ruang pelonggaran, karena potensi penurunan yield global bisa mendukung capital gain di tenor menengah-panjang. Risiko utama yaitu tertahannya harga SUN tetap ada bila yield global/dolar kembali naik tajam. (PHEI, Reuters, Bank Indonesia, Bloomberg)

    Rupiah Melemah Tipis, Dipicu Sentimen Global

    Pada 12-15 Jan 2026, Rupiah melemah sekitar 0,5% ke kisaran 16.885/USD, terutama dipicu penguatan dolar AS, kehati-hatian investor global, dan faktor awal tahun; pelemahan ini dinilai lebih temporer karena fundamental domestik relatif stabil dan BI aktif menjaga stabilitas nilai tukar.

    Dampaknya, SUN cenderung tertekan tipis (yield naik terbatas) dan IHSG bergerak selektif. Arus asing tetap ada namun berhati-hati; secara regional, Rupiah searah JPY dan PHP yang melemah, sementara SGD dan THB relatif stabil serta MYR dan CNY menguat tipis karena faktor domestik masing-masing. (Reuters, Bloomberg, Bank Indonesia)

    Emas Melanjutkan Reli, Target Analis 2026 Tetap Tinggi

    Pada 12-15 Januari 2026, harga emas XAU naik sekitar +2,3% ke kisaran USD 4.600/oz, melanjutkan reli yang didorong permintaan safe haven, ekspektasi pelonggaran suku bunga AS, serta dukungan pembelian bank sentral. Pergerakan ini dinilai berbasis fundamental, meski volatilitas harian tetap dipengaruhi sentimen jangka pendek. Di dalam negeri, harga emas Antam ikut menguat sejalan dengan emas global dan pergerakan kurs.

    Untuk 2026, analis global tetap konstruktif, sejumlah proyeksi menempatkan target emas di rentang USD 4.000-5.000/oz, dengan skenario optimistis mendekati USD 5.000/oz bila penurunan suku bunga berlanjut, geopolitik tetap tinggi, dan akumulasi bank sentral berlanjut; risiko koreksi muncul jika dolar AS dan yield riil berbalik naik tajam. (Reuters, World Gold Council, Bloomberg)

    Factors to Watch 2026

    • Memasuki 2026, pasar keuangan dipengaruhi oleh arah kebijakan suku bunga global dan domestik, terutama sikap The Fed dan BI yang cenderung menuju pelonggaran bertahap terhadap suku bunga acuan.
    • Selama yield US Treasury dan dolar AS (DXY) tetap terkendali, sentimen risk-on berpeluang berlanjut dan mendukung arus dana ke pasar berkembang, termasuk Indonesia.
    • Di dalam negeri, inflasi yang terjaga, stabilitas Rupiah, dan likuiditas pasar menjadi faktor kunci, sementara komoditas dan dinamika geopolitik tetap menopang volatilitas dan permintaan aset lindung nilai.

    Tips Investasi

    • Rekomendasi Investasi Reksa Dana 2026

      • Reksa Dana Saham: Untuk menangkap pertumbuhan, investor dapat fokus pada reksa dana saham berorientasi big caps dan likuiditas tinggi, seperti Sucorinvest Maxi Fund, Sucorinvest Equity Fund Kelas A, dan TRIM Syariah Saham. Produk-produk ini diuntungkan oleh arus asing, pemulihan siklus ekonomi, serta potensi penurunan suku bunga yang mendukung valuasi saham.
      • Reksa Dana Campuran: Bagi investor moderat, reksa dana campuran tetap menjadi pilihan all-weather, dengan contoh Sucorinvest Anak Pintar, Sucorinvest Citra Dana Berimbang, dan Syailendra Balanced Equity Opportunity Fund. Reksa dana jenis ini memberi keseimbangan antara saham dan obligasi, sekaligus memanfaatkan rotasi aset tanpa perlu timing aktif dari investor.
      • Reksa Dana Pendapatan Tetap: Untuk stabilitas dan peluang capital gain, reksa dana obligasi seperti Sucorinvest Bond Fund, Manulife Obligasi Negara Indonesia II, dan BRI Melati Pendapatan Utama layak diprioritaskan. Dengan asumsi inflasi terkendali dan ruang easing terbuka, tenor menengah berpotensi memberi imbal hasil menarik sepanjang 2026.
      • Reksa Dana Pasar Uang: Untuk keperluan likuiditas, dana darurat, namun tetap dapat tumbuh lebih besar dibanding bunga deposito, reksa dana pasar uang menjadi pilihan yang tepat. Berdasarkan konsistensi kinerja dalam jangka panjang, reksa dana Sucorinvest Money Market Fund, Syailendra Dana Kas, dan BNI AM Dana Likuid Kelas A dapat dipertimbangkan oleh investor seluruh profil risiko. 
    • Rekomendasi Emas: Emas tetap relevan sebagai diversifikasi dan lindung nilai. Strategi yang disarankan adalah akumulasi bertahap (DCA) dan disiplin rebalancing bila porsinya terlalu besar (maksimum 15% dari total portfolio). Prospek emas masih konstruktif di tengah pelonggaran moneter global dan ketidakpastian geopolitik, meski laju kenaikannya cenderung lebih moderat dibanding tahun sebelumnya.

       

      Yuk, investasi sekarang di tanamduit!

      ⚠ Sebelum melakukan keputusan investasi, investor wajib memahami profil risiko pribadi dan mempelajari karakteristik produk investasi, termasuk potensi risiko yang mungkin dihadapi. Informasi ini bersifat umum dan tidak dapat dijadikan sebagai jaminan kinerja di masa depan; kinerja historis tidak mencerminkan hasil di masa depan.

      DISCLAIMER:

      Tulisan ini dibuat dan diterbitkan oleh tanamduit, yang dikembangkan dan dikelola oleh PT Mercato Digital Asia sebagai induk usaha dari PT Star Mercato Capitale. PT Mercato Digital Asia telah terdaftar pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) dengan nomor 005445.01/DJAI.PSE/07/2022 dan bekerja sama dengan PT Cipta Optima Digital (Emasin) untuk produk Koleksi Emas, dan PT BPRS Attaqwa dalam menyediakan produk Tabungan Emas 24 Karat produksi emasi PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

      PT Star Mercato Capitale sebagai anak usaha dari PT Mercato Digital Asia, telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dengan ijin nomor KEP-13/PM.21/2017, serta ditetapkan menjadi Mitra Distribusi SBN Retail dengan nomor S-363/PR/2018 dan SBN Syariah dengan nomor PENG-2/PR.4/2018 dari DJPPR, Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

      Tulisan ini bersumber dari berbagai informasi tertulis dan visual yang terpercaya dan tersebar luas baik yang disediakan secara digital maupun hardcopy. tanamduit berusaha untuk memberikan informasi yang terbaik, namun meskipun demikian manajemen tanamduit beserta karyawan dan afiliasinya tidak dapat dimintai pertanggungjawaban atas keakuratan, kelalaian, atau kerugian apa pun yang timbul dari penggunaan tulisan ini.

      tanamduit Team

      tanamduit adalah aplikasi investasi dengan beragam produk seperti reksa dana, SBN, emas. tanamduit telah berizin dan diawasi oleh OJK.

      banner-download-mobile