fb-logo
Beranda » belajar » Tanamduit Outlook » tanamduit Market Update: 20 Januari 2026

tanamduit Market Update: 20 Januari 2026

oleh | Jan 20, 2026

tanamduit menawarkan investasi yang aman dengan potensi return atau imbal hasil lebih tinggi dari bunga deposito. Sebelum berinvestasi, kenali kondisi market dan strategi investasinya melalui berita market update berikut.

Ringkasan Market Update:

  • IHSG kembali cetak ATH ke 9.133 meski asing net sell, ditopang rotasi domestik dan akumulasi big caps pilihan.
  • SUN mencatat penurunan yield tipis di tenor pendek, sementara harga relatif stabil di tengah sikap wait-and-see investor.
  • Emas XAU melonjak +1,5% didorong permintaan safe haven akibat risiko geopolitik dan ketidakpastian kebijakan global.
  • Factors to Watch: Arah suku bunga The Fed, inflasi AS, pergerakan dolar, serta eskalasi geopolitik (Greenland, Iran, Timur Tengah).

Berikut adalah data-data indeks saham, nilai tukar mata uang, harga komoditas, dan yield obligasi per tanggal 20 Januari 2026.

Tabel-Market-Update-20-Januari-2026

IHSG Cetak ATH Lagi 19 Januari 2026, Asing Net Sell namun Pasar Tetap Kuat

IHSG pada 19 Januari 2026 kembali mencetak all-time high, naik 0,64% ke 9.133,87 dengan nilai transaksi sekitar Rp35,7 triliun, sementara indeks utama lain (LQ45, IDX30, Bisnis27, ISSI) ikut menguat, mencerminkan momentum reli awal tahun yang masih terjaga.

Di balik penguatan indeks, asing mencatat net sell sekitar Rp708,6 miliar, dipicu aksi jual pada saham tertentu seperti BBCA, namun tetap melakukan pembelian selektif pada ASII dan BBRI, sehingga kenaikan IHSG lebih ditopang rotasi domestik dan akumulasi di saham-saham big caps pilihan.

Pelemahan rupiah yang mendekati Rp17.000/US$ menambah kehati-hatian pasar, namun selama arus dana domestik kuat dan sentimen global relatif stabil, tren IHSG masih berpeluang berlanjut, meski risiko koreksi jangka pendek meningkat jika tekanan dolar AS berlanjut. (CNBC Indonesia, IDX) 

Yield SUN Turun Tipis, Pasar Tetap Hati-Hati

Perdagangan SUN pada 19 Januari 2026 mencatat penurunan yield tipis, terutama di tenor pendek, dengan yield Indo 10Y turun ke 6,31%, 3Y ke 5,32%, dan 1Y ke 4,67% (data PHEI). Namun, Indobex Government melemah terbatas -0,10%, menandakan harga relatif stabil. Dari sisi global, kehati-hatian investor terhadap arah suku bunga AS dan penguatan dolar menahan penguatan harga, sementara dari domestik ekspektasi Bank Indonesia mempertahankan kebijakan pro-stabilitas rupiah membuat penurunan yield berlangsung gradual.

Dari aliran dana, asing masih mencatat net sell di SBN dalam laporan mingguan terbaru, dipicu pengelolaan risiko di tengah volatilitas global. Meski demikian, likuiditas pasar tetap solid dan minat investor domestik menopang transaksi. Prospek 2026, yield SUN berpeluang turun bertahap jika inflasi terkendali dan BI membuka ruang pelonggaran, namun tetap rentan fluktuasi mengikuti dinamika global, pergerakan rupiah, dan kebutuhan pembiayaan fiskal. (PHEI, Bank Indonesia, Reuters, CNBC Indonesia)

Emas XAU Menguat 19 Januari 2026, Safe Haven Diburu Pasar Global

Harga emas spot XAU pada 19 Januari 2026 naik ke 4.665,43, menguat +1,5% dibanding 16 Januari (4.595,10) dan membawa kinerja YTD +8,1%. Kenaikan ini mencerminkan kembali kuatnya permintaan safe haven di tengah sentimen global yang memburuk, seiring pelemahan dolar AS dan meningkatnya ketidakpastian kebijakan.

Katalis utama datang dari meningkatnya risiko geopolitik dan kebijakan, khususnya pernyataan Donald Trump terkait tekanan tarif dan wacana penguasaan Greenland yang memicu kekhawatiran pasar, sementara tensi di Iran menambah geo-political risk premium. Meski isu Iran turut berkontribusi, pemberitaan menilai faktor kebijakan dan tarif AS lebih dominan mendorong lonjakan emas hari itu.

Di dalam negeri, harga emas Antam bergerak searah dan kembali mencetak rekor pada 19 Januari 2026, didorong kombinasi kenaikan harga emas global dan faktor nilai tukar (melemahnya Rupiah), sehingga memperkuat daya tarik emas sebagai lindung nilai bagi investor domestik. (Reuters, Bloomberg Technoz, CNBC Indonesia)

Factors to Watch

  • Arah suku bunga The Fed dan inflasi AS akan menentukan arah dolar dan yield global; outlook Fed lebih dovish dan akan positif untuk saham, obligasi, dan emas.
  • Meningkatnya ketegangan global (Greenland, Iran, Timur Tengah) mendorong naiknya harga aset aman (emas).
  • Jika suku bunga US turun, maka dolar AS akan ikut turun. Hal ini membuat BI Rate berpotensi ikut turun dan membuat Rupiah stabil, yang selanjutnya akan meningkatkan minat asing ke IHSG dan SBN.

    Tips Investasi

      • Rekomendasi Investasi Reksa Dana 2026
        • Reksa Dana Saham: Untuk menangkap pertumbuhan, investor dapat fokus pada reksa dana saham berorientasi big caps dan likuiditas tinggi, seperti Sucorinvest Maxi Fund, Sucorinvest Equity Fund Kelas A, dan TRIM Syariah Saham. Produk-produk ini diuntungkan oleh arus asing, pemulihan siklus ekonomi, serta potensi penurunan suku bunga yang mendukung valuasi saham.
        • Reksa Dana Campuran: Bagi investor moderat, reksa dana campuran tetap menjadi pilihan all-weather, dengan contoh Sucorinvest Anak Pintar, Sucorinvest Citra Dana Berimbang, dan Syailendra Balanced Equity Opportunity Fund. Reksa dana jenis ini memberi keseimbangan antara saham dan obligasi, sekaligus memanfaatkan rotasi aset tanpa perlu timing aktif dari investor.
        • Reksa Dana Pendapatan Tetap: Untuk stabilitas dan peluang capital gain, reksa dana obligasi seperti Sucorinvest Bond Fund, Manulife Obligasi Negara Indonesia II, dan BRI Melati Pendapatan Utama layak diprioritaskan. Dengan asumsi inflasi terkendali dan ruang easing terbuka, tenor menengah berpotensi memberi imbal hasil menarik sepanjang 2026.
        • Reksa Dana Pasar Uang: Untuk keperluan likuiditas, dana darurat, namun tetap dapat tumbuh lebih besar dibanding bunga deposito, reksa dana pasar uang menjadi pilihan yang tepat. Berdasarkan konsistensi kinerja dalam jangka panjang, reksa dana Sucorinvest Money Market Fund, Syailendra Dana Kas, dan BNI AM Dana Likuid Kelas A dapat dipertimbangkan oleh investor seluruh profil risiko.
      • Rekomendasi Emas: Emas tetap relevan sebagai diversifikasi dan lindung nilai. Strategi yang disarankan adalah akumulasi bertahap (DCA) dan disiplin rebalancing bila porsinya terlalu besar (maksimum 15% dari total portfolio). Prospek emas masih konstruktif di tengah pelonggaran moneter global dan ketidakpastian geopolitik, meski laju kenaikannya cenderung lebih moderat dibanding tahun sebelumnya.

       

      Yuk, investasi sekarang di tanamduit!

      Sebelum melakukan keputusan investasi, investor sangat disarankan untuk memahami profil risiko pribadi dan mempelajari produk-produk investasi, terutama mengenai potensi risiko yang mungkin akan dihadapi oleh masing-masing produk.

      DISCLAIMER:

      Tulisan ini dibuat dan diterbitkan oleh tanamduit, yang dikembangkan dan dikelola oleh PT Mercato Digital Asia sebagai induk usaha dari PT Star Mercato Capitale.  PT Mercato Digital Asia telah terdaftar pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) dengan nomor 005445.01/DJAI.PSE/07/2022 dan bekerja sama dengan PT Cipta Optima Digital (Emasin) untuk produk Koleksi Emas, dan PT BPRS Attaqwa dalam menyediakan produk Tabungan Emas 24 Karat produksi emasi PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

      PT Star Mercato Capitale sebagai anak usaha dari PT Mercato Digital Asia, telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dengan ijin nomor KEP-13/PM.21/2017, serta ditetapkan menjadi Mitra Distribusi SBN Retail dengan nomor S-363/PR/2018 dan SBN Syariah dengan nomor PENG-2/PR.4/2018 dari DJPPR, Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

      Tulisan ini bersumber dari berbagai informasi tertulis dan visual yang terpercaya dan tersebar luas baik yang disediakan secara digital maupun hardcopy. tanamduit berusaha untuk memberikan informasi yang terbaik, namun meskipun demikian manajemen tanamduit beserta karyawan dan afiliasinya tidak dapat dimintai pertanggungjawaban atas keakuratan, kelalaian, atau kerugian apa pun yang timbul dari penggunaan tulisan ini.

       

      tanamduit Team

      tanamduit adalah aplikasi investasi dengan beragam produk seperti reksa dana, SBN, emas. tanamduit telah berizin dan diawasi oleh OJK.

      banner-download-mobile