fb-logo
Beranda » belajar » Tanamduit Outlook » tanamduit Market Update: 28 Januari 2026

tanamduit Market Update: 28 Januari 2026

oleh | Jan 28, 2026

tanamduit menawarkan investasi yang aman dengan potensi return atau imbal hasil lebih tinggi dari bunga deposito. Sebelum berinvestasi, kenali kondisi market dan strategi investasinya melalui berita market update berikut.

Ringkasan Market Update:

  • IHSG hijau tipis, asing rebalancing jelang akhir bulan.
  • Yield SUN datar, obligasi korporasi relatif lebih tahan.
  • Emas XAU melonjak >3%, didorong kuat sentimen safe haven.
  • Global dan Domestik: Pasar menanti sikap The Fed dan sinyal fiskal–SBN.

Berikut adalah data-data indeks saham, nilai tukar mata uang, harga komoditas, dan yield obligasi per tanggal 28 Januari 2026.

Tabel-Market-Update-28-Januari-2026

IHSG Hijau Tipis, Asing Rebalancing Jelang Akhir Januari

IHSG pada 27 Januari 2026 ditutup naik tipis ke 8.980, sementara indeks utama lain seperti LQ45 dan IDX30 melemah, menandakan penguatan pasar yang tidak merata di tengah aktivitas transaksi yang lebih selektif.

Investor asing mencatat net sell sekitar Rp1,6 triliun, yang dinilai sebagai profit taking dan rebalancing setelah kinerja IHSG masih positif secara YTD, bukan karena pelemahan fundamental domestik.

Isu kajian free float saham di BEI oleh MSCI turut mendorong sikap hati-hati, meski belum ada keputusan final. ke depan, prospek IHSG 2026 tetap konstruktif dengan katalis arah suku bunga global-BI, stabilitas rupiah, laba emiten, dan arus dana asing. (Bloomberg Technoz, CNBC Indonesia, MSCI Consultation Paper)

SUN Datar, Obligasi Korporasi Lebih Tahan di Tengah Pasar yang Hati-hati

Pasar SUN pada 27 Januari 2026 bergerak stabil, dengan perubahan yield sangat terbatas dan harga nyaris tidak berubah, mencerminkan konsolidasi di tengah kehati-hatian investor. Pergerakan ini dinilai bersifat teknikal dan temporer, dipengaruhi arah yield US Treasury, bukan karena perubahan fundamental domestic. Obligasi korporasi relatif lebih tahan karena daya tarik kupon yang lebih tinggi dari SUN dan volatilitas yang lebih rendah.

Sepanjang 2026, prospek SUN dan obligasi korporasi tetap konstruktif dengan katalis arah kebijakan BI dan The Fed, inflasi yang terkendali, stabilitas rupiah, dan likuiditas domestik. (PHEI, Bloomberg Technoz, Reuters)

Emas Melonjak >3%, Safe Haven Dorong Reli Berlanjut

Harga emas XAU melonjak lebih dari 3% pada 27 Januari 2026 ke US$5.172/oz (Investing.com), memperpanjang reli dengan kinerja YTD hampir 20%. Kenaikan tajam ini dipicu permintaan safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik dan kebijakan global, ditopang pelemahan dolar AS serta ekspektasi penurunan suku bunga riil, sehingga reli emas dinilai semakin berbasis fundamental, meski rawan koreksi jangka pendek.

Ke depan, prospek emas 2026 masih konstruktif. Analis global yang dikutip Reuters dan pandangan World Gold Council (WGC) menilai kenaikan masih bisa berlanjut jika ketidakpastian global bertahan, The Fed melonggarkan kebijakan, dan pembelian bank sentral berlanjut, dengan kisaran target analis berada di area US$5.400–6.000/oz pada skenario optimistis. (Investing.com, Reuters, WGC)

Pasar Menanti Arah The Fed, Fokus Beralih ke Fiskal dan SBN

Pekan 26-30 Januari 2026, perhatian pasar global tertuju pada keputusan suku bunga Federal Reserve pada 28 Januari, dengan konsensus memperkirakan suku bunga tetap. Fokus investor berada pada nada pernyataan The Fed dan rilis data utama AS—terutama PCE inflation dan GDP—yang akan membentuk ekspektasi arah kebijakan moneter ke depan.

Di domestik, agenda moneter relatif tenang setelah Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di 4,75%. Pasar kini mencermati isu fiskal, khususnya sinyal awal realisasi APBN 2026 serta hasil lelang SBN 27 Januari sebagai indikator kekuatan permintaan obligasi di tengah volatilitas global.

Secara umum, pasar keuangan diperkirakan bergerak hati-hati. Sinyal The Fed yang hawkish berpotensi mengangkat dolar AS dan yield global sehingga menekan aset berisiko dan pasar emerging, sementara nada dovish membuka ruang penguatan obligasi, IHSG, dan menopang stabilitas rupiah. (Reuters, Bloomberg, Investing, Bank Indonesia) 

Factors to Watch

  • Di tahun 2026 pasar keuangan dipengaruhi oleh arah kebijakan suku bunga global dan domestik, terutama sikap The Fed dan BI yang cenderung menuju pelonggaran bertahap terhadap suku bunga acuan.

  • Selama yield US Treasury dan dolar AS (DXY) tetap terkendali, sentimen risk-on berpeluang berlanjut dan mendukung arus dana ke pasar berkembang, termasuk Indonesia.

  • Di dalam negeri, inflasi yang terjaga, stabilitas Rupiah, dan likuiditas pasar menjadi faktor kunci, sementara komoditas dan dinamika geopolitik tetap menopang volatilitas dan permintaan aset lindung nilai.

Tips Investasi

    • Rekomendasi Investasi Reksa Dana 2026
      • Reksa Dana Saham:
        Fokus pada reksa dana saham big caps dan likuid untuk menangkap pertumbuhan, seperti Sucorinvest Maxi Fund, Sucorinvest Equity Fund Kelas A, dan TRIM Syariah Saham. Produk-produk ini diuntungkan oleh arus asing, pemulihan siklus ekonomi, serta potensi penurunan suku bunga.
      • Reksa Dana Campuran: Untuk profil moderat, reksa dana campuran seperti Sucorinvest Anak Pintar, Sucorinvest Citra Dana Berimbang, dan Syailendra Balanced Equity Opportunity Fund. cocok sebagai strategi all-weather karena menyeimbangkan saham dan obligasi tanpa perlu active timing.
      • Reksa Dana Pendapatan Tetap: Untuk stabilitas dan peluang capital gain, reksa dana obligasi seperti Sucorinvest Bond Fund, Manulife Obligasi Negara Indonesia II, dan BRI Melati Pendapatan Utama: menjadi pilihan menarik, terutama pada tenor menengah di tengah inflasi yang terkendali dan peluang easing 2026.
      • Reksa Dana Pasar Uang: Untuk likuiditas dan dana parkir yang optimal, reksa dana pasar uang seperti Sucorinvest Money Market Fund, Syailendra Dana Kas, dan BNI AM Dana Likuid Kelas A dapat dipertimbangkan oleh investor seluruh profil risiko.
    • Rekomendasi Emas: Emas tetap relevan sebagai diversifikasi dan lindung nilai, dengan strategi akumulasi bertahap (DCA) dan rebalancing disiplin (maksimal 15% portofolio). Prospeknya masih konstruktif, meski kenaikan diperkirakan lebih moderat dibanding tahun sebelumnya.

     

    Yuk, investasi sekarang di tanamduit!

    Sebelum melakukan keputusan investasi, investor sangat disarankan untuk memahami profil risiko pribadi dan mempelajari produk-produk investasi, terutama mengenai potensi risiko yang mungkin akan dihadapi oleh masing-masing produk.

    DISCLAIMER:

    Tulisan ini dibuat dan diterbitkan oleh tanamduit, yang dikembangkan dan dikelola oleh PT Mercato Digital Asia sebagai induk usaha dari PT Star Mercato Capitale.  PT Mercato Digital Asia telah terdaftar pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) dengan nomor 005445.01/DJAI.PSE/07/2022 dan bekerja sama dengan PT Cipta Optima Digital (Emasin) untuk produk Koleksi Emas, dan PT BPRS Attaqwa dalam menyediakan produk Tabungan Emas 24 Karat produksi emasi PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

    PT Star Mercato Capitale sebagai anak usaha dari PT Mercato Digital Asia, telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dengan ijin nomor KEP-13/PM.21/2017, serta ditetapkan menjadi Mitra Distribusi SBN Retail dengan nomor S-363/PR/2018 dan SBN Syariah dengan nomor PENG-2/PR.4/2018 dari DJPPR, Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

    Tulisan ini bersumber dari berbagai informasi tertulis dan visual yang terpercaya dan tersebar luas baik yang disediakan secara digital maupun hardcopy. tanamduit berusaha untuk memberikan informasi yang terbaik, namun meskipun demikian manajemen tanamduit beserta karyawan dan afiliasinya tidak dapat dimintai pertanggungjawaban atas keakuratan, kelalaian, atau kerugian apa pun yang timbul dari penggunaan tulisan ini.

     

    tanamduit Team

    tanamduit adalah aplikasi investasi dengan beragam produk seperti reksa dana, SBN, emas. tanamduit telah berizin dan diawasi oleh OJK.

    banner-download-mobile