tanamduit menawarkan investasi yang aman dengan potensi return atau imbal hasil lebih tinggi dari bunga deposito. Sebelum berinvestasi, kenali kondisi market dan strategi investasinya melalui berita market update berikut.
Ringkasan Market Update:
- IHSG jatuh 7,35% karena rebalancing asing dan sentimen MSCI.
- MSCI memengaruhi arus dana asing ke BEI.
- SUN stabil saat saham bergejolak.
- Emas XAU reli kuat ke USD5.400/oz, Antam tembus Rp3 juta.
- The Fed tahan bunga, pasar selektif.
- Factors to Watch: The Fed, Rupiah, arus investasi asing, MSCI.
Berikut adalah data-data indeks saham, nilai tukar mata uang, harga komoditas, dan yield obligasi per tanggal 29 Januari 2026.
IHSG Anjlok 28 Januari 2026, Rebalancing Asing dan Sentimen MSCI Tekan Pasar
IHSG pada 28 Januari 2026 jatuh 7,35% ke 8.320, disertai pelemahan serentak indeks utama (LQ45, IDX30, Bisnis-27, ISSI), dengan nilai transaksi melonjak sekitar Rp45,4 triliun, menandakan tekanan jual yang luas dan volatilitas tinggi. Aksi jual terkonsentrasi pada saham-saham big caps, membuat penurunan terasa tajam di level indeks.
Investor asing mencatat net sell besar sekitar Rp6,17 triliun, yang terutama dipicu profit taking agresif dan rebalancing setelah reli sebelumnya, diperkuat sikap risk-off global. Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi pemberat utama, termasuk TLKM dan saham-saham besar lain yang memicu efek berantai di indeks.
Penurunan ini dinilai lebih bersifat temporer-sentimen, bukan perubahan fundamental domestik mendadak. Isu kajian free float oleh MSCI memperkuat kehati-hatian karena berpotensi memicu penyesuaian bobot dan arus dana pasif jika disahkan, meski hingga kini belum ada keputusan final.
Ke depan, prospek IHSG 2026 tetap terbuka konstruktif bila volatilitas mereda dan ada kejelasan kebijakan, dengan katalis arah suku bunga global–BI, stabilitas rupiah, pertumbuhan laba emiten, serta kembalinya arus dana asing. Jika MSCI menerapkan metode free float yang lebih konservatif, dampaknya cenderung jangka pendek berupa rotasi/reweighting, namun berpotensi positif jangka panjang bagi transparansi dan kualitas pasar. (Bloomberg Technoz CNBC Indonesia, Reuters)
Isu Free Float MSCI, BEI–OJK Perkuat Transparansi Data Pasar
MSCI meminta penghitungan free float saham Indonesia lebih mencerminkan saham yang benar-benar beredar dan dapat diperdagangkan, dengan mengusulkan pemanfaatan data kepemilikan yang lebih granular, termasuk Holding Composition Report KSEI, serta klasifikasi yang lebih tegas atas kepemilikan strategis/non-free float agar investable market cap lebih akurat.
Menanggapi hal tersebut, Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan menegaskan bahwa kajian MSCI masih tahap konsultasi dan belum ada perubahan yang berlaku. Otoritas menyatakan terus berdialog dengan MSCI sambil menjaga stabilitas pasar dan menekankan bahwa isu ini bersifat penyempurnaan metodologi, bukan penilaian negatif terhadap fundamental pasar Indonesia.
Ke depan, BEI–OJK akan memperkuat transparansi dan konsistensi data kepemilikan melalui koordinasi dengan KSEI, sekaligus melanjutkan engagement dengan MSCI agar standar data selaras dan minim perbedaan interpretasi bagi investor global. (MSCI Consultation Paper, Bloomberg Technoz, CNBC Indonesia, ANTARA)
MSCI dan Kaitannya Dengan Bursa Efek Indonesia
MSCI (Morgan Stanley Capital International) adalah penyedia indeks global yang menjadi acuan utama investor internasional, terutama dana pasif (Exchange Traded Fund/ETF) dan banyak manajer aset aktif, untuk mengalokasikan dana ke pasar saham suatu negara.
Kaitannya dengan BEI (Bursa Efek Indonesia):
- Saham Indonesia yang tercatat di BEI menjadi bagian dari indeks MSCI (misalnya MSCI Indonesia, MSCI Emerging Markets).
- Bobot saham dan bobot Indonesia di indeks MSCI langsung memengaruhi arus dana asing; perubahan komposisi/bobot bisa memicu inflow atau outflow dari investor global.
- MSCI secara berkala menilai investability pasar—termasuk free float, likuiditas, transparansi data, dan aksesibilitas—sebagai dasar penentuan bobot dan komposisi indeks.
Singkatnya, BEI adalah pasar tempat saham diperdagangkan, sementara MSCI adalah “peta” yang dipakai investor global untuk memutuskan berapa besar dana yang dialokasikan ke saham Indonesia. Karena itu, kebijakan/metodologi MSCI (seperti isu free float) bisa berdampak signifikan pada arus dana asing di BEI, meski tidak mengubah fundamental emiten secara langsung.
SUN Tetap Stabil, Obligasi Jadi Penyangga di Tengah Volatilitas Saham
Pasar SUN pada 28 Januari 2026 bergerak relatif stabil, dengan perubahan yield yang sangat terbatas dan harga nyaris tidak berubah, tercermin dari pergerakan tipis Indobex Government dan Indobex Composite berdasarkan data PHEI. Obligasi korporasi bahkan lebih bertahan, didukung daya tarik kupon dan karakter investor yang cenderung berjangka menengah–panjang.
Stabilnya pasar obligasi kontras dengan gejolak tajam di pasar saham karena profil investor yang lebih defensif serta ekspektasi makro domestik yang masih terjaga. Aliran asing di SBN hari itu cenderung selektif/netral, tanpa tekanan jual besar, sehingga volatilitas tetap rendah. Kondisi ini menegaskan peran SUN dan obligasi korporasi berkualitas sebagai jangkar portofolio saat ekuitas berfluktuasi. (PHEI, Bloomberg Technoz, Reuters)
Emas Global XAU Melonjak 4%, Antam Tembus Rp3 Juta per Gram
Harga emas XAU naik sekitar 4,1% pada 29 Januari 2026 ke area US$5.400/oz, membawa kinerja +25,1% YTD. Lonjakan ini didorong permintaan safe haven, pelemahan dolar AS, serta ekspektasi penurunan suku bunga riil, sehingga reli dinilai semakin fundamental, meski rawan koreksi jangka pendek karena kenaikan yang sangat cepat.
Untuk 2026, analis global tetap bullish, Goldman Sachs menargetkan US$5.400/oz akhir tahun, sementara analis yang dikutip Reuters membuka peluang US$5.700–6.000/oz pada skenario optimistis. Katalis utama adalah arah suku bunga The Fed, suku bunga riil, pembelian bank sentral, dan risiko geo-politik, dengan probabilitas berlanjut dinilai menengah-tinggi bila faktor-faktor tersebut bertahan.
Di domestik, harga emas Antam ikut terdongkrak dan menembus kisaran Rp3 juta/gram pada akhir Januari; secara YTD, kenaikannya sekitar ~20%, mencerminkan transmisi reli XAU ke harga ritel meski tetap dipengaruhi kurs dan permintaan lokal. (Investing, Reuters, WGC, Liputan6)
The Fed Tahan Suku Bunga US, Pasar Global-Domestik Bergerak Selektif
The US Fed pada 29 Januari 2026 memutuskan menahan suku bunga US dan menegaskan sikap lebih sabar (patient) ke depan karena inflasi belum sepenuhnya jinak. Reaksi pasar global cenderung mixed: saham bergerak hati-hati, sementara ekspektasi pemangkasan bunga bergeser lebih ke paruh berikutnya tahun ini.
Di domestik, keputusan The Fed menjaga pasar tetap selektif. IHSG masih rentan fluktuasi mengikuti arus dana asing, SUN relatif lebih stabil karena basis investor yang defensif, sementara rupiah bergerak hati-hati seiring pergerakan dolar AS dan yield US Treasury. Dampak langsung dinilai terbatas karena kebijakan The Fed sudah banyak diperkirakan pasar.
Ke depan sepanjang 2026, arah pasar Indonesia akan sangat ditentukan oleh jalur inflasi AS dan timing pemangkasan bunga The Fed, serta respons Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah. Katalis utama meliputi data inflasi AS, pergerakan indeks dolar DXY dan yield US Treasury, arus dana asing, serta kondisi fiskal dan likuiditas domestik. (Reuters, Bloomberg, Bloomberg Technoz, CNBC Indonesia)
Factors to Watch
Pergerakan pasar ke depan akan ditentukan oleh:
-
Arah kebijakan The Fed dan suku bunga riil, yang memengaruhi dolar AS dan sentimen global,
-
Stabilitas rupiah dan respons Bank Indonesia terhadap volatilitas.
-
Perhatian investor juga tertuju pada arus dana asing dan potensi rebalancing indeks global, termasuk perkembangan kajian metodologi free float oleh MSCI yang berpotensi memicu volatilitas jangka pendek di pasar saham Indonesia, meski belum mengubah fundamental pasar.
Tips Investasi
- Rekomendasi Investasi Reksa Dana:
- Investor reksa dana disarankan tetap terdiversifikasi dengan fokus pada reksa dana saham berorientasi big caps dan likuid untuk jangka menengah-panjang, dilengkapi reksa dana pendapatan tetap sebagai penyeimbang volatilitas.
- Reksa dana pasar uang tetap relevan sebagai buffer likuiditas sambil menunggu kepastian arah pasar.
- Rekomendasi Emas:Emas tetap menarik sebagai aset lindung nilai struktural, didukung pembelian bank sentral dan risiko global yang tinggi. Strategi akumulasi bertahap (DCA) dan rebalancing disiplin disarankan mengingat tren jangka menengah masih positif, meski koreksi jangka pendek berpotensi terjadi.
Yuk, investasi sekarang di tanamduit!
⚠ Sebelum melakukan keputusan investasi, investor sangat disarankan untuk memahami profil risiko pribadi dan mempelajari produk-produk investasi, terutama mengenai potensi risiko yang mungkin akan dihadapi oleh masing-masing produk.
DISCLAIMER:
Tulisan ini dibuat dan diterbitkan oleh tanamduit, yang dikembangkan dan dikelola oleh PT Mercato Digital Asia sebagai induk usaha dari PT Star Mercato Capitale. PT Mercato Digital Asia telah terdaftar pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) dengan nomor 005445.01/DJAI.PSE/07/2022 dan bekerja sama dengan PT Cipta Optima Digital (Emasin) untuk produk Koleksi Emas, dan PT BPRS Attaqwa dalam menyediakan produk Tabungan Emas 24 Karat produksi emasi PT Aneka Tambang Tbk (Antam).
PT Star Mercato Capitale sebagai anak usaha dari PT Mercato Digital Asia, telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dengan ijin nomor KEP-13/PM.21/2017, serta ditetapkan menjadi Mitra Distribusi SBN Retail dengan nomor S-363/PR/2018 dan SBN Syariah dengan nomor PENG-2/PR.4/2018 dari DJPPR, Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Tulisan ini bersumber dari berbagai informasi tertulis dan visual yang terpercaya dan tersebar luas baik yang disediakan secara digital maupun hardcopy. tanamduit berusaha untuk memberikan informasi yang terbaik, namun meskipun demikian manajemen tanamduit beserta karyawan dan afiliasinya tidak dapat dimintai pertanggungjawaban atas keakuratan, kelalaian, atau kerugian apa pun yang timbul dari penggunaan tulisan ini.


