fb-logo
Beranda » belajar » Tanamduit Outlook » tanamduit Market Recap 9-24 Maret 2026: Pasar Tertekan Global, Energi Naik, Yield Menguat

tanamduit Market Recap 9-24 Maret 2026: Pasar Tertekan Global, Energi Naik, Yield Menguat

oleh | Mar 25, 2026

tanamduit menawarkan investasi yang aman dengan potensi return atau imbal hasil lebih tinggi dari bunga deposito.

Sebelum berinvestasi, yuk, kenali kondisi market pada pekan 9–24 Maret 2026 dan tips investasinya melalui berita market update berikut!

Ringkasan Market Recap 9-24 Maret 2026:

  • IHSG turun -6,31% ke 7.106
  • Yield SUN naik (10Y: 6,55% ke 6,91%)
  • Minyak naik (Brent +8,1%)
  • Emas XAU turun (-12%)
  • Rupiah relatif stabil di tengah penguatan dolar
  • Investor Asing masih net sell Rp1,6 triliun

Tabel-Market-Update-25-Maret-2026

 

Geopolitik, Energi, dan Suku Bunga Membentuk Arah Pasar

Periode 9-24 Maret 2026 menunjukkan satu rangkaian yang saling terhubung. Eskalasi konflik di Timur Tengah mendorong harga minyak bertahan di sekitar USD 100 per barel, yang kemudian meningkatkan kekhawatiran inflasi global. Dampaknya, yield obligasi global naik (UST 10Y ke 4,35%) dan dolar AS menguat, karena investor beralih ke aset aman.

Kombinasi harga minyak yang tinggi, yield US Treasury yang naik, serta dolar AS (DXY) yang kuat membuat likuiditas global menjadi lebih ketat dan investor lebih selektif terhadap aset berisiko. Inilah yang kemudian menekan pasar saham global dan emerging markets, termasuk Indonesia.

Situasi ini bukan hanya isu geopolitik, tetapi shock energy yang memicu penyesuaian suku bunga dan arus dana global.

 

IHSG Melemah di Tengah Tekanan Global

IHSG turun dari 7.586 ke 7.106 (-6,31%), sejalan dengan pelemahan indeks global. Penurunan ini dipicu oleh kenaikan yield global, penguatan dolar AS, dan harga minyak yang tinggi. Nilai transaksi sekitar Rp86 triliun, relatif turun karena libur panjang Idul Fitri, sementara investor asing masih mencatat net sell ~Rp1,6 triliun.

Sektor-sektor yang tertekan adalah Perbankan (BBRI, BMRI, BBCA), Teknologi (GOTO), Consumer (ICBP, UNVR), dan Infrastruktur, sedangkan sektor yang bertaham adalah Energi dan Komoditas (ADRO, PTBA).

Tekanan atau koreksi ini lebih dipicu sentimen global (yield dan USD) dibanding faktor domestik.

 

Yield SUN Naik Karena Kekhawatiran Inflasi Global

Yield obligasi pemerintah naik, dengan tenor 10 tahun ke 6,91%. Kenaikan ini mengikuti tren global dan kekhawatiran inflasi akibat harga energi.

Harga obligasi turun, namun peluang imbal hasil ke depan menjadi lebih menarik.

 

Rupiah Stabil Karena “Dijaga”

Rupiah bergerak stabil di kisaran Rp16.850–Rp16.990 dan ditutup di Rp16.873. Stabilitas ini terjadi meskipun dolar menguat secara global.

Stabilnya Rupiah lebih mencerminkan peran aktif Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas.

 

Minyak Dunia: Harga Energi Tetap Tinggi

Brent naik sekitar 8,1% ke USD 100 per barel, dipicu ketegangan geopolitik yang meningkatkan risiko gangguan pasokan energi.

Dampaknya: inflasi global naik, suku bunga tinggi lebih lama, pasar lebih volatil.

 

Emas XAU: Koreksi Setelah Kenaikan Tajam

Emas XAU turun sekitar 12% ke USD 4.545, dipicu profit taking, penguatan dolar, dan kenaikan yield.

Emas tetap menarik sebagai aset lindung nilai dalam jangka menengah.

 

Global Market: Yield Naik, Saham Terkoreksi

Dow Jones turun -2,9% dan Nasdaq -2,8%, sementara yield US Treasury naik ke 4,35% dan dolar menguat.

Situasi ini mengakibatkan Investor global cenderung lebih defensif.

 

Kesimpulan

  • Pasar saat ini dipengaruhi kombinasi energi tinggi, yield naik, dan dolar kuat. Dampaknya terlihat pada IHSG yang melemah, yield SUN naik, dan volatilitas meningkat.
  • Namun secara keseluruhan, ini masih tekanan eksternal, sementara fundamental domestik relatif stabil.

 

Sumber: IDX, PHEI, Investing.com, Bloomberg, Reuters, Trading Economics, Bank Indonesia

 

Prospek Pasar: Masih Volatil, Tapi Mulai Muncul Peluang

1. IHSG dan Indeks Utama

Dalam jangka pendek, IHSG masih berpotensi volatil dengan bias hati-hati, karena dipengaruhi kombinasi yield global tinggi, dolar kuat, dan harga minyak. Namun secara fundamental, ekonomi domestik relatif stabil sehingga tekanan ini lebih bersifat eksternal.

Ke depan hingga akhir 2026, IHSG berpeluang pulih bertahap jika:

  • yield global mulai turun
  • harga minyak stabil
  • arus dana asing kembali masuk

2. SUN (Obligasi Pemerintah)

Dalam jangka pendek, yield SUN masih cenderung naik/bertahan tinggi, mengikuti yield global dan risiko inflasi energi.

Namun untuk horizon menengah, kondisi saat ini justru menarik karena yield sudah tinggi (entry point membaik). Jika tekanan global mereda, maka harga obligasi berpotensi naik (capital gain).

3. Emas

Emas saat ini sedang koreksi setelah rally, namun prospeknya tetap positif dalam jangka menengah. Katalis utama:

  • ketidakpastian geopolitik
  • inflasi global
  • potensi penurunan suku bunga ke depan

Namun dalam jangka pendek masih sensitif terhadap dolar yang kuat dan yield tinggi.

 

Katalis Utama yang Perlu Diperhatikan

1. Geopolitik Timur Tengah

  • jika eskalasi, maka harga minyak naik dan pasar tertekan
  • jika mereda, maka risk appetite kembali menuju normal dan pasar akan bergairah

2. Yield US Treasury

  • jika naik, maka aka nada tekanan ke saham dan obligasi
  • jika turun, maka peluang rebound secara global

3. Kebijakan The Fed

  • jika penurunan suku bunga US ditunda, maka pasar tertahan
  • jika mulai easing, maka pasar keuangan akan menguat

4. Harga Minyak Dunia

  • jika bertahan tinggi, maka inflasi akan naik dan tekanan fiskal terhadap APBN
  • jika stabil/turun, maka akan positif untuk pasar

5. Arus Dana Asing

  • jika terjadi inflow, maka IHSG akan menguat
  • jika terjadi outflow, maka pasar akan tertekan lebih lanjut

 

Rekomendasi Investasi

1. Investor Reksa Dana: Hindari spekulasi jangka pendek.

  • Tambah alokasi di Pasar uang untuk menekan volatilitas, menjaga stabilitas nilai portofolio dan memelihara likuiditas.
  • Untuk jangka menengah tetap atau mulai berinvestasi secara bertahap pada Pendapatan Tetap.
  • Untuk jangka Panjang (5 tahun atau lebih) tambah investasi secara bertahap di Reksa Dana Saham.

Intinya adalah diversifikasi, jaga likuiditas dan stabilitas portfolio serta masuk bertahap.

2. Investor Surat Berharga Negara (SBN)

Dalam situasi global yang saat ini penuh ketidakpastian,  manfaatkan investasi SBN seri SR024 yang sedang dalam masa penawaran pada 6 Maret – 15 April 2026.

  • SR024 tenor 3 tahun (SR024-T3) dengan kupon 5,55%
  • SR024 tenor 5 tahun (SR024-T5) dengan kupon 5,90%

SBN dijamin oleh Undang-Undang dan Negara untuk pembayaran kupon dan pokok.

3. Investor Emas

  • Koreksi saat ini bisa jadi moment akumulasi
  • Tetap relevan sebagai hedge geopolitik dan inflasi
  • Catatan: Emas adalah untuk jangka panjang dan bukan untuk spekulasi
  • Strategi: beli bertahap dan jangan kejar saat harga naik tinggi

Yuk, investasi sekarang di tanamduit!

⚠ Sebelum melakukan keputusan investasi, investor wajib memahami profil risiko pribadi dan mempelajari karakteristik produk investasi, termasuk potensi risiko yang mungkin dihadapi. Informasi ini bersifat umum dan tidak dapat dijadikan sebagai jaminan kinerja di masa depan; kinerja historis tidak mencerminkan hasil di masa depan.

DISCLAIMER:

Tulisan ini dibuat dan diterbitkan oleh tanamduit, yang dikembangkan dan dikelola oleh PT Mercato Digital Asia sebagai induk usaha dari PT Star Mercato Capitale. PT Mercato Digital Asia telah terdaftar pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) dengan nomor 005445.01/DJAI.PSE/07/2022 dan bekerja sama dengan PT Cipta Optima Digital (Emasin) untuk produk Koleksi Emas, dan PT BPRS Attaqwa dalam menyediakan produk Tabungan Emas 24 Karat produksi emasi PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

PT Star Mercato Capitale sebagai anak usaha dari PT Mercato Digital Asia, telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dengan ijin nomor KEP-13/PM.21/2017, serta ditetapkan menjadi Mitra Distribusi SBN Retail dengan nomor S-363/PR/2018 dan SBN Syariah dengan nomor PENG-2/PR.4/2018 dari DJPPR, Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Tulisan ini bersumber dari berbagai informasi tertulis dan visual yang terpercaya dan tersebar luas baik yang disediakan secara digital maupun hardcopy. tanamduit berusaha untuk memberikan informasi yang terbaik, namun meskipun demikian manajemen tanamduit beserta karyawan dan afiliasinya tidak dapat dimintai pertanggungjawaban atas keakuratan, kelalaian, atau kerugian apa pun yang timbul dari penggunaan tulisan ini.

tanamduit Team

tanamduit adalah aplikasi investasi dengan beragam produk seperti reksa dana, SBN, emas. tanamduit telah berizin dan diawasi oleh OJK.

banner-download-mobile