fb-logo
Beranda » belajar » Tanamduit Outlook » tanamduit Weekly Market Recap 6 – 10 Apr 2026: Tekanan Mulai Mereda, Saatnya Akumulasi Bertahap dengan Tetap Menjaga Likuiditas

tanamduit Weekly Market Recap 6 – 10 Apr 2026: Tekanan Mulai Mereda, Saatnya Akumulasi Bertahap dengan Tetap Menjaga Likuiditas

oleh | Apr 13, 2026

Ringkasan Market Recap 6 – 10 April 2026:

  • IHSG rebound 6,14% ke 7.458,50, didorong perbaikan sentimen global pasca meredanya tensi geopolitik Timur Tengah
  • Yield SUN 10 tahun turun ke 6,68% dari 6,76%, sehingga pasar obligasi kembali menguat
  • Yield US Treasury turun ke 4,31%, sementara Dow Jones dan Nasdaq naik masing-masing 3,04% dan 4,68%
  • Harga minyak terkoreksi tajam, dengan Brent turun ke USD95,20 dan WTI ke USD96,57
  • Emas tetap menguat ke USD4.748/oz, menunjukkan investor masih menjaga posisi defensif
  • Rupiah masih berada di level lemah Rp17.090/ USD, sementara investor asing masih net sell

Tabel-Weekly-Recap-6-10-Apr-2026

 

De-Eskalasi Geopolitik Menjadi Pendorong Utama Pasar

Pergerakan pasar sepanjang minggu lalu didominasi oleh membaiknya sentimen global setelah muncul gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran, serta dimulainya proses perundingan diplomatik lanjutan di Islamabad. Perkembangan ini menurunkan kekhawatiran pasar atas potensi gangguan pasokan energi global dan memicu penurunan premi risiko geopolitik secara signifikan.

Dampaknya langsung terlihat pada pasar komoditas dan obligasi global. Harga minyak yang sebelumnya melonjak tajam mulai terkoreksi, yield obligasi dunia turun, dan minat investor terhadap aset berisiko kembali meningkat. Dengan kata lain, pasar minggu lalu mengalami relief rally, yaitu penguatan akibat meredanya tekanan risiko, bukan karena perubahan fundamental ekonomi yang besar.

 

IHSG Rebound Kuat, Namun Dana Asing Belum Kembali

IHSG menguat 6,14% ke 7.458,50, sementara LQ45 naik 6,98%, mencerminkan rebound yang cukup kuat pada saham-saham berkapitalisasi besar. Penguatan ini menunjukkan bahwa pasar domestik ikut menikmati perbaikan sentimen global setelah tekanan besar pada minggu sebelumnya.

Namun demikian, pemulihan ini belum sepenuhnya solid. Investor asing masih mencatat net sell sekitar Rp181 miliar dalam sepekan, dengan total net sell year-to-date mencapai Rp37,1 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa rebound pasar domestik masih lebih banyak ditopang oleh investor domestik dan technical rebound, sementara investor asing masih menunggu kepastian yang lebih kuat.

 

Pasar Obligasi Mulai Menguat Kembali

Pasar obligasi domestik membaik seiring turunnya tekanan global. Yield SUN tenor 10 tahun turun dari 6,76% menjadi 6,68%, sementara indeks obligasi pemerintah juga kembali menguat.

Penurunan yield ini menunjukkan bahwa pasar mulai kembali masuk ke instrumen fixed income setelah kekhawatiran terhadap inflasi global sedikit mereda. Selama tekanan eksternal terus menurun, pasar obligasi berpotensi melanjutkan penguatan secara bertahap.

 

Rupiah Masih Lemah, Menandakan Risiko Belum Hilang

Meski sentimen global membaik, rupiah masih bergerak lemah di kisaran Rp17.090/USD, dibanding Rp16.995/USD minggu sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa tekanan eksternal terhadap emerging market currencies belum benar-benar hilang.

Pergerakan ini juga menandakan bahwa investor global masih berhati-hati terhadap aset emerging markets, termasuk Indonesia, walaupun kondisi pasar global sedang membaik.

 

Harga Minyak Turun Tajam, Tetapi Belum Rendah

Harga minyak terkoreksi cukup besar, dengan WTI turun 13,42% ke USD96,57 dan Brent turun 12,68% ke USD95,20. Penurunan ini terutama dipicu oleh meredanya premi risiko geopolitik, setelah pasar melihat peluang bahwa konflik Timur Tengah tidak berkembang menjadi gangguan energi yang lebih luas.

Meski demikian, harga minyak masih berada pada level tinggi secara historis. Artinya, tekanan terhadap inflasi global memang menurun, tetapi belum sepenuhnya hilang.

 

Emas Tetap Kuat sebagai Instrumen Lindung Nilai

Harga emas naik 1,53% ke USD4.748/oz, menandakan bahwa investor masih tetap menjaga eksposur pada aset safe haven meskipun pasar saham sedang rebound.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pelaku pasar masih melihat ketidakpastian global belum benar-benar selesai. Dengan demikian, kenaikan pasar saham saat ini belum diiringi perubahan menuju risk-on penuh.

 

Kesimpulan

Secara keseluruhan, minggu lalu pasar bergerak lebih positif karena tekanan geopolitik mulai mereda dan risk premium global turun. Yield menurun, pasar saham rebound, dan obligasi kembali menguat.

Namun demikian, karena investor asing masih keluar, rupiah masih lemah, dan emas tetap tinggi, pasar belum dapat dikatakan sepenuhnya pulih. Pemulihan saat ini lebih tepat dipahami sebagai relief rally dalam fase stabilisasi, bukan awal dari bull market baru.

 

Rekomendasi Investasi

Untuk investor Reksa Dana:

Pertahankan reksa dana pasar uang sebagai buffer likuiditas, sambil mulai menambah reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana saham secara bertahap.

Reksa Dana Pilihan – Top 3 Reksa Dana Per Jenis

1. Reksa Dana Saham

top-3-RDS-market-update-13-apr

2. Reksa Dana Pendapatan Tetap

top-3-RDPT-market-update-13-apr

3. Reksa Dana Pasar Uang

top-3-RDPU-market-update-13-apr  

 

Investor Surat Berharga Negara (SBN)

Dalam situasi global yang saat ini penuh ketidakpastian,  manfaatkan investasi SBN seri SR024 yang sedang dalam masa penawaran pada 6 Maret – 15 April 2026.

  • SR024 tenor 3 tahun (SR024-T3) dengan kupon 5,55%
  • SR024 tenor 5 tahun (SR024-T5) dengan kupon 5,90%

SBN dijamin oleh Undang-Undang dan Negara untuk pembayaran kupon dan pokok.

 

Investor Emas

Untuk investor emas, posisi emas tetap layak dipertahankan sebagai diversifikasi dan pelindung nilai portofolio.

 

Referensi: Reuters, CNBC Indonesia, Kontan, Bisnis Indonesia, Investing.com, IDX, PHEI.

Yuk, investasi sekarang di tanamduit!

tanamduit menawarkan investasi yang aman dengan potensi return atau imbal hasil lebih tinggi dari bunga deposito.

DISCLAIMER:

⚠ Sebelum melakukan keputusan investasi, investor wajib memahami profil risiko pribadi dan mempelajari karakteristik produk investasi, termasuk potensi risiko yang mungkin dihadapi. Informasi ini bersifat umum dan tidak dapat dijadikan sebagai jaminan kinerja di masa depan; kinerja historis tidak mencerminkan hasil di masa depan.

Tulisan ini dibuat dan diterbitkan oleh tanamduit, yang dikembangkan dan dikelola oleh PT Mercato Digital Asia sebagai induk usaha dari PT Star Mercato Capitale. PT Mercato Digital Asia telah terdaftar pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) dengan nomor 005445.01/DJAI.PSE/07/2022 dan bekerja sama dengan PT Cipta Optima Digital (Emasin) untuk produk Koleksi Emas, dan PT BPRS Attaqwa dalam menyediakan produk Tabungan Emas 24 Karat produksi emasi PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

PT Star Mercato Capitale sebagai anak usaha dari PT Mercato Digital Asia, telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dengan ijin nomor KEP-13/PM.21/2017, serta ditetapkan menjadi Mitra Distribusi SBN Retail dengan nomor S-363/PR/2018 dan SBN Syariah dengan nomor PENG-2/PR.4/2018 dari DJPPR, Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Tulisan ini bersumber dari berbagai informasi tertulis dan visual yang terpercaya dan tersebar luas baik yang disediakan secara digital maupun hardcopy. tanamduit berusaha untuk memberikan informasi yang terbaik, namun meskipun demikian manajemen tanamduit beserta karyawan dan afiliasinya tidak dapat dimintai pertanggungjawaban atas keakuratan, kelalaian, atau kerugian apa pun yang timbul dari penggunaan tulisan ini.

tanamduit Team

tanamduit adalah aplikasi investasi dengan beragam produk seperti reksa dana, SBN, emas. tanamduit telah berizin dan diawasi oleh OJK.

banner-download-mobile