fb-logo
Beranda » belajar » Tanamduit Outlook » tanamduit Monthly Recap Juni 2026: Tekanan Domestik Memuncak, Pasar Global Tetap Bertahan

tanamduit Monthly Recap Juni 2026: Tekanan Domestik Memuncak, Pasar Global Tetap Bertahan

oleh | Jul 2, 2026

Ringkasan Market Recap Juni 2026:

  • IHSG turun 7,9% ke 5.643, sementara investor asing kembali mencatat net sell sekitar Rp74 triliun sepanjang 2026.
  • Bank Indonesia kembali menaikkan BI Rate menjadi 5,75% untuk menjaga stabilitas rupiah.
  • Yield SUN kembali naik; tenor 1 tahun menembus 7,22%, mencerminkan premi risiko yang masih tinggi.
  • Rupiah bertahan di sekitar Rp17.880/USD, meski tekanan mulai lebih stabil dibanding Mei.
  • Harga minyak dunia anjlok lebih dari 20% setelah gencatan senjata Israel-Iran meredakan kekhawatiran pasokan global.
  • Pasar saham AS tetap relatif kuat, sementara harga emas terkoreksi sekitar 1,8% akibat aksi ambil untung.

    Tabel-Monthly-Recap-Juni-2026

     

    Juni vs Mei 2026: Tekanan Beralih ke Faktor Domestik

    Jika Mei masih diwarnai kombinasi tekanan global dan domestik, maka Juni menunjukkan tekanan yang lebih banyak berasal dari dalam negeri. Di tengah meredanya konflik Israel-Iran, turunnya harga minyak, dan pasar saham global yang relatif stabil, Indonesia justru menghadapi pelemahan IHSG, kenaikan BI Rate, lonjakan yield SUN, serta berlanjutnya aksi jual investor asing.

    Sepanjang Juni, perhatian pelaku pasar tertuju pada keputusan Bank Indonesia yang kembali menaikkan BI Rate menjadi 5,75% untuk menjaga stabilitas rupiah. Di sisi global, The Fed mempertahankan Fed Funds Rate, sementara gencatan senjata Israel-Iran membantu menurunkan harga minyak dunia dan meredakan tekanan inflasi global.

     

    IHSG Kembali Terkoreksi, Investor Asing Terus Melepas Saham

    Pasar saham Indonesia kembali melemah sepanjang Juni. IHSG turun 7,9%, sementara LQ45 -9,5%, IDX30 -9,6%, Bisnis-27 -7,9%, dan SRI Kehati -7,9% juga terkoreksi cukup dalam.

    Tekanan terutama berasal dari aksi jual investor asing yang terus berlanjut. Hingga akhir Juni, akumulasi net sell asing mencapai sekitar Rp74 triliun, mencerminkan masih tingginya kehati-hatian investor terhadap aset Indonesia di tengah pelemahan rupiah dan kenaikan suku bunga.

    Bagi investor reksa dana saham, fokus pada akumulasi bertahap melalui produk yang memiliki rekam jejak kuat dan portofolio berkualitas. Volatilitas masih tinggi, namun valuasi mulai semakin menarik untuk investasi jangka panjang.

     

    Yield SUN Naik, Peluang Pendapatan Tetap Semakin Menarik

    Pasar obligasi kembali mengalami tekanan seiring kenaikan BI Rate. Yield SUN 1 tahun naik ke 7,22%, 3 tahun menjadi 7,13%, dan 10 tahun naik ke 7,22%.

    Kenaikan yield mencerminkan meningkatnya premi risiko yang diminta investor terhadap obligasi pemerintah Indonesia. Di sisi lain, kondisi ini juga membuka peluang memperoleh tingkat imbal hasil yang lebih menarik bagi investor baru.

    Reksa Dana Pasar Uang dan Reksa Dana Pendapatan Tetap berdurasi pendek hingga menengah masih layak menjadi pilihan utama sambil memanfaatkan kenaikan yield secara bertahap.

     

    Rupiah Masih Lemah, BI Kembali Naikkan Suku Bunga

    Rupiah bergerak di kisaran Rp17.880/USD sepanjang Juni. Untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan ekspektasi inflasi, Bank Indonesia kembali menaikkan BI Rate menjadi 5,75%.

    Langkah tersebut menunjukkan komitmen BI menjaga stabilitas makroekonomi, meskipun konsekuensinya biaya dana tetap tinggi dan proses pemulihan pasar keuangan domestik diperkirakan berlangsung secara bertahap.

    Investor tetap perlu menjaga diversifikasi portofolio, terutama pada instrumen berbasis rupiah yang memberikan imbal hasil lebih tinggi di tengah kenaikan suku bunga.

     

    Harga Emas Terkoreksi, Diversifikasi Tetap Relevan

    Harga emas (XAU) turun sekitar 1,8% sepanjang Juni akibat aksi ambil untung setelah reli panjang serta meredanya kekhawatiran geopolitik.

    Meski terkoreksi, emas masih membukukan kenaikan sekitar 5,2% sejak awal tahun dan tetap berperan sebagai instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.

    Koreksi harga emas dapat dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap sebagai bagian dari diversifikasi portofolio jangka panjang.

     

    Harga Minyak Turun Tajam, Tekanan Inflasi Global Mereda

    Harga minyak dunia mengalami koreksi tajam sepanjang Juni. WTI turun 20,4% menjadi US$69,5 per barel, sedangkan Brent turun 20,8% menjadi US$73,0 per barel.

    Penurunan dipicu meredanya risiko gangguan pasokan setelah gencatan senjata Israel-Iran serta membaiknya sentimen pasar energi global.

    Jika harga minyak bertahan di level saat ini, tekanan inflasi global berpotensi terus menurun sehingga menjadi sentimen positif bagi pasar obligasi dan saham dalam beberapa bulan mendatang.

     

    Pasar AS Tetap Solid, The Fed Masih Wait and See

    Pasar saham Amerika Serikat tetap menunjukkan ketahanan. Dow Jones naik 2,5%, sementara Nasdaq terkoreksi tipis 2,8% setelah reli kuat pada Mei. Di sisi lain, yield US Treasury 10 tahun turun ke 4,42%, mengindikasikan ekspektasi inflasi mulai lebih terkendali.

    The Fed mempertahankan suku bunga acuannya sambil menunggu perkembangan inflasi dan pasar tenaga kerja sebelum mengambil langkah berikutnya.

    Pergerakan The Fed dan yield US Treasury tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi arus modal, rupiah, IHSG, dan pasar obligasi Indonesia.

     

    Factors to Watch (Juli 2026)

    • Arah The Fed, inflasi AS, dan yield US Treasury: Jika The Fed mulai memberi sinyal pelonggaran, rupiah, IHSG, dan SUN berpeluang membaik. Sebaliknya, jika inflasi kembali meningkat, volatilitas pasar dapat kembali naik.
    • Stabilitas rupiah dan arus dana asing: Jika tekanan terhadap rupiah mereda dan aksi jual asing berkurang, peluang pemulihan pasar domestik akan semakin besar.
    • BI Rate: Jika rupiah mulai stabil, ruang kenaikan BI Rate diperkirakan semakin terbatas sehingga menjadi sentimen positif bagi obligasi dan saham.
    • Geopolitik dan harga minyak: Jika gencatan senjata Timur Tengah bertahan, harga energi berpotensi tetap rendah dan membantu menekan inflasi global.

     

    Rekomendasi Investasi

    Investor Reksa Dana

    Tetap fokus pada diversifikasi. RD Pasar Uang dan RD Pendapatan Tetap masih menjadi fondasi portofolio, sementara RD Saham dapat diakumulasi secara bertahap untuk tujuan investasi jangka panjang.

     

    Investor Surat Berharga Negara (SBN)

    Investor dapat mempertimbangkan ORI030 tenor 3 dan 6 tahun yang akan mulai ditawarkan secara publik pada 6 Juli mendatang.

     

    Emas

    Koreksi harga emas dapat dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap sebagai instrumen diversifikasi dan pelindung nilai di tengah ketidakpastian pasar.

     

    Di tengah tekanan yang belum sepenuhnya mereda, menjaga kualitas portofolio dan berinvestasi secara bertahap tetap menjadi strategi terbaik untuk menghadapi volatilitas pasar.

     

    Referensi: IDX, PHEI, Bank Indonesia, Federal Reserve, U.S. Treasury, Investing.com, Reuters, Bloomberg, CNBC Indonesia, Kontan, dan Bisnis Indonesia.

    Disiapkan oleh team Product Management tanamduit

    Yuk, investasi sekarang di tanamduit!

    tanamduit menawarkan investasi yang aman dengan potensi return atau imbal hasil lebih tinggi dari bunga deposito.

    DISCLAIMER:

    ⚠ Sebelum melakukan keputusan investasi, investor wajib memahami profil risiko pribadi dan mempelajari karakteristik produk investasi, termasuk potensi risiko yang mungkin dihadapi. Informasi ini bersifat umum dan tidak dapat dijadikan sebagai jaminan kinerja di masa depan; kinerja historis tidak mencerminkan hasil di masa depan.

    Tulisan ini dibuat dan diterbitkan oleh tanamduit, yang dikembangkan dan dikelola oleh PT Mercato Digital Asia sebagai induk usaha dari PT Star Mercato Capitale. PT Mercato Digital Asia telah terdaftar pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) dengan nomor 005445.01/DJAI.PSE/07/2022 dan bekerja sama dengan PT Cipta Optima Digital (Emasin) untuk produk Koleksi Emas, dan PT BPRS Attaqwa dalam menyediakan produk Tabungan Emas 24 Karat produksi emasi PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

    PT Star Mercato Capitale sebagai anak usaha dari PT Mercato Digital Asia, telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dengan ijin nomor KEP-13/PM.21/2017, serta ditetapkan menjadi Mitra Distribusi SBN Retail dengan nomor S-363/PR/2018 dan SBN Syariah dengan nomor PENG-2/PR.4/2018 dari DJPPR, Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

    Tulisan ini bersumber dari berbagai informasi tertulis dan visual yang terpercaya dan tersebar luas baik yang disediakan secara digital maupun hardcopy. tanamduit berusaha untuk memberikan informasi yang terbaik, namun meskipun demikian manajemen tanamduit beserta karyawan dan afiliasinya tidak dapat dimintai pertanggungjawaban atas keakuratan, kelalaian, atau kerugian apa pun yang timbul dari penggunaan tulisan ini.

    tanamduit Team

    tanamduit adalah aplikasi investasi dengan beragam produk seperti reksa dana, SBN, emas. tanamduit telah berizin dan diawasi oleh OJK.

    banner-download-mobile