Home » Saring Sebelum Sharing, Ini Dia Cara Menghindari Berita Hoax!

Saring Sebelum Sharing, Ini Dia Cara Menghindari Berita Hoax!

oleh | Jul 23, 2021

Jangan sampai tertipu dengan berita hoax, cermati cara mengenalinya berikut ini!

Kamu sering nggak sih dikirimkan broadcast message oleh salah satu anggota keluargamu yang nggak jelas sumbernya dari mana, tetapi begitu diyakini kebenarannya oleh mereka? Kalau kamu familier dengan situasi di atas, mungkin kamu jadi salah satu orang yang menerima berita hoax, terlepas kamu mempercayainya atau tidak.

Nggak heran, pada era modern seperti sekarang, semua orang tanpa terkecuali generasi zaman old, sudah menggunakan smartphone lengkap dengan akses internet. Sayangnya, banyak di antara orang tua yang tingkat literasi digitalnya rendah. Oleh karena itu, nggak jarang di antara mereka yang langsung percaya dengan isi berita hoax tersebut, tanpa mengecek kebenarannya terlebih dahulu.

Nah, supaya kamu dan orang-orang di sekitarmu nggak jadi korban berita hoax, kamu bisa lakukan cara berikut saat menerima berita atau informasi untuk memastikan kebenarannya.

1. Judul provokatif? Kamu patut curiga

Fake news via Freepik

Berita hoax sering kali menggunakan judul provokatif a.k.a clickbait yang membuat orang tertarik untuk membacanya. Untuk meyakinkan pembaca, biasanya para pembuat berita hoax mencatut nama situs berita resmi. Ada baiknya, kamu cek situs berita terkait untuk mengetahui apakah tulisan tersebut benar diunggah di situs tersebut atau nggak.

2. Cermati alamat situs webnya

Website checking via Pexels

Dilansir dari situs Kominfo, di Indonesia terdapat sekitar 43 ribu situs yang mengklaim dirinya sebagai portal berita. Namun, situs yang terdaftar dan terverifikasi Dewan Pers sebagai portal berita resmi hanya sekitar 300-an. Jadi, sewaktu-waktu kamu dapat broadcast message yang mencatut sebuah tautan berita, langkah pertama yang kamu lakukan adalah cermati dahulu alamat situsnya. Misalnya, berita tersebut mencatut portal berita Detik, tetapi alamat situsnya mengarah ke situs lain. Hmm, kemungkinan besar berita tersebut hoax belaka.

3. Gunakan logika dan lakukan konfirmasi

berita-hoax

Logic via Pixabay

Kamu bisa mengedepankan logika ketika menerima informasi, meskipun nggak jarang orang yang sesat pikir dengan logikanya. Sebagai contoh, di masa pandemi seperti sekarang, berita hoax mengenai konspirasi Covid-19 menyebar luas ke berbagai kanal media sosial dan diyakini kebenarannya oleh segelintir orang.

Kamu perlu mengkonfirmasi lebih lanjut mengenai kebenaran suatu berita dengan mengecek valid atau nggaknya data-data yang disampaikan melalui kanal berita resmi dan jurnal-jurnal ilmiah. Selain itu, kamu juga bisa, lho, mengecek kebenaran suatu berita melalui beberapa laman cek fakta yang disediakan oleh berbagai situs berita online seperti Liputan6, Tempo, dll.

4. Cek keaslian foto dan video

berita-hoax

Authencity check via Freepik

Nggak cuma dalam bentuk teks, berita hoax juga bisa berbentuk foto atau video. Biasanya, foto atau video yang disebarkan tidak jelas dari mana asalnya dan berupa potongan klip yang memancing kesalahan persepsi. Judul maupun deskripsi video juga dibuat clickbait yang menggerakkan pembaca untuk menonton dan menyebarkan video tersebut.

Untuk menghindari kesalahan persepsi akibat sebaran foto dan video, ada baiknya kamu mengecek foto dan video tersebut pada fitur pencarian gambar pada peramban Google dan voila! Gambar-gambar dan video terkait otomatis akan muncul beserta tautan berita yang pernah memuat gambar tersebut. Barulah setelahnya, kamu bisa mengecek benar atau tidaknya informasi pada gambar dan video tersebut.

5. Saring sebelum sharing~

Filter via Pexels

Sebelum menyebarkan informasi atau berita ke keluarga dan teman-teman, kita bisa menguji kebenaran berita tersebut dengan mengikuti keempat langkah pada poin sebelumnya. Jangan sampai kamu menyebarkan berita hoax yang akhirnya menularkan persepsi salah terhadap sesuatu yang belum pasti kebenarannya. Kita bisa mulai menerapkan kebiasaan “saring sebelum sharing” ke diri kita terlebih dahulu, untuk kemudian pelan-pelan ajak orang-orang terdekatmu untuk melakukannya juga.

 

 

 

Penulis: Syafira Maulida

banner-download-mobile