Home » 11 Tips Membeli Rumah Pertama Untuk Milenial, Jangan Salah Pilih!

11 Tips Membeli Rumah Pertama Untuk Milenial, Jangan Salah Pilih!

oleh | Mar 17, 2022

Generasi milenial harus mengetahui tips membeli rumah pertama impian. Jangan sampai salah beli atau tidak bisa memenuhi cicilan di kemudian hari. Saat ini, harga properti cenderung tinggi. Oleh karena itu, para generasi milenial, pasangan muda, atau orang yang ingin memiliki rumah pertama harus menyiapkan budget khusus. Ada banyak hal penting yang harus kamu perhatikan dan persiapkan karena proses membeli hunian impian harus sesuai kebutuhan dan budget. 

Untuk itu, anak muda yang ingin mewujudkan tempat tinggal impian harus belaku bijaksana dalam mengambil keputusan. Bangunan tempat tinggal yang bagus tidak selalu lebih baik. Jadi, jangan sampai kamu terlalu emosional dan terburu-buru dalam menemukan hunian terbaik. Berikut merupakan tips membeli rumah yang wajib kau ketahui agar tidak salah pilih.

Tips Membeli Rumah Pertama Untuk Milenial

1. Sesuaikan dengan Kondisi Finansialmu

Sebelum membeli rumah, kamu harus mengenali kondisi finansialmu agar bisa menentukan alokasi gaji. Pertama, setiap orang harus mengutamakan kebutuhan pokok sehari-hari. Lalu, kamu perlu menyisihkan uang untuk tabungan beli rumah dengan besaran tertentu secara rutin. Jika masih bingung cara mengatur keuangan dengan bijak, maka kamu bisa mempelajarinya lewat artikel berikut: 7 Tips Mengelola Keuangan Pribadi dengan Cerdas dan Efektif

Calom pembeli properti juga harus membuat rencana jangka waktu pembelian hunian. Hal ini dapat memudahkanmu dalam menentukan besaran alokasi gaji untuk pelunasan suang muka dan cicilan bangunan tempat tinggal. Pastikan beli bangunan tempat tinggal yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi finansialmu.

2. Kenali Riwayat Developer yang Terpercaya

Seringkali, ada penyedia jasa developer yang menipu calon pembeli unit perumahan. Untuk itu, kamu harus memastikan riwayat developer pilihanmu punya latar belakang yang jelas. Lebih baik, kamu pilih developer hasil rekomendasi dari orang terdekat. Saat developer atau pemilih rumah menawarkan harga, kamu jangan langsung menerimanya. Lakukan perbandingan harga dengan properti serupa agar bisa membeli rumah dengan kualitas dan harga terbaik.

3. Pilih Sistem Pembayaran yang Terbaik

Kini, kamu tidak harus membeli hunian impian dengan sistem pembayaran cash.  Jika kamu memilih sistem pembayaran kredit, maka kamu harus memperhitungkan besar down paymet (DP) agar bisa memenuhi angsuran bulanan. Pembeli juga bisa menggunakan skema pembayaran cicilan ke developer tanpa melibatkan pihak bank atau skema kredit in house. Namun, kamu harus memastikan pilih developer yang kredibel.

Sejumlah bank menawarkan kesempatan bagi masyarakat untuk melakukan Kredit Pembelian Rumah (KPR) dengan skema cicilan beragam. Dalam hal ini, pembeli properti mengajukan kredit ke bank sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Setiap bank memiliki penawaran suku bunga dan prosedur yang berbeda. Umumnya, pihak bank akan menetapkan syarat cicilan itu 30-40% dari gaji. Adapun besaran suku bungan juga sesuai dengan masa tenor KPR yang dipilih. 

Namun, pemerintah memberikan penawaran KPR Subsidi dengan suku bunga fixed rate dengan uang muka terjangkau. Bahkan, ada pula cicilan tanpa down payment (DP).  Program ini sangat cocok untuk golongan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan gaji pokok di bawah Rp 8 juta. Bagi yang berpenghasilan minim, kamu bisa mempesiapkan keuanganmu lewat artikel berikut: 7 Cara Menabung Untuk Beli Rumah dengan Gaji 1 Juta, Catat!

4. Sesuaikan Harga dan Uang Muka

Besaran uang muka atau down paymet (DP) dapat mengurangi jumlah cicilan setiap bulan. Dengan begitu, pembeli properti dapat memenuhi kredit rumah lebih ringan dalam jangka panjang. Bank Indonesia (BI) menetapkan kebijakan kepada pihak bank berupa ketentuan besar uang muka pembelian bangunan. Pastikan kamu memilih hunian sesuai dengan kebutuhan dengan harga terbaik. Tips membeli rumah pertama yang utama adalah kamu bisa komitmen untuk membayar sisa angsuran setiap bulan dalam kurun waktu  5,10, 15, hingga 25 tahun sesuai perjanjian.

5. Pastikan Lokasi Strategis dan Aman

Calon pembeli harus memastikan lokasi hunian berada di lokasi strategis dan akses angkutan umum mudah. Untuk mengetahui hal ini, kamu harus melakukan survei langsung. Dalam hal ini, kamu bisa mempertimbangkan lokasi tempat tinggal yang dekat dengan kantor agar hemat waktu dan biaya transportasi.

Selanjutnya, pastikan keamanan  lokasi tempat tinggal. Jangan sampai kamu membeli tempat tinggal di daerah yang rawan banjir atau tanah longsor. Jika kawasan perumahan di kawasan banjir, maka ada kemungkinan harga jualnya di kemudian hari menurun dan kamu sulit menjualnya kembali. Bahkan, kamu harus menghadapi risiko banjir di musim hujan. Cobalah tanya warga setempat atau cek peta banjir.

6. Ketahui Fasilitas dan Lingkungan Sekitar

Selain lokasi terbaik, kamu harus memastikan fasilitas tempat tinggal, seperti kapasitas listrik, lokasi panel listrik, kualitas air, akses kendaraan pribadi, hingga saluran air. Di samping itu, calon pembeli harus mengetahui situasi lingkungan sekitar, seperti lingkungan yang bersih, akses jalan, dan fasilitas umum lainnya. 

Baiknya, akses jalan cukup untuk mobil besar menjadi pilihan terbaik. Jika suatu waktu ada kebakaran, maka mobil pemadam kebakaran bisa mudah menjangkaunya. Adanya fasilitas umum di kompleks perumahan seperti fasilitas ibadah, tempat olahraga warung, pasar, ATM, rumah sakit hingga sekolah juga menjadi pertimbangan.

7. Pertimbangkan Kekuatan Material Rumah

Sebaiknya, kamu mempertimbangkan kualitas material bangunan. Misalnya, material dinding, lantai, atap, bahan marmer, arah rumah, hingga denah yang sesuai. Bangunan dengan material yang baik dan berkualitas akan membuat rumahmu jauh lebih nyaman dan merasa aman. Jika membeli rumah bekas siap huni, maka kamu harus memastikan kesehatan material bangunan agar tidak perlu mengeluarkan uang lagi untuk perbaikan. Kamu bisa ajak orang terdekat yang paham dengan material dan denah rumah agar tidak salah pilih.

8. Jadikan Rumah sebagai Investasi Jangka Panjang

Seiring bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan tempat tinggal semakin tinggi. Hal ini membuat  harga properti cenderung selalu naik dari tahun ke tahun. Di samping memenuhi kebutuhan primer, bangunan tempat tinggal memiliki prospek baik dalam jangka panjang. Pastikan bangunan tempat tinggal tersebut menggunakan bahan kontruksi yang kuat dan aman dalam kurun waktu yang lama. Jadi, calon pembeli harus mempertimbangkan kualitas hunian hingga aspek sosial lainnya dalam memilih tempat tinggal terbaik.

9. Pastikan Kelengkapan Dokumen dan Legalitas Rumah

Tips membeli rumah selanjutnya, calon pembeli wajib memeriksa kelengkapan dokumen dan legalitas rumah, seperti sertipikat, IMB, PBB, hingga skema pembayaran KPR sesuai ketentuan.  Jangan mudah tergiur dengan harga properti yang sangat murah, ya! Semakin murah harga properti, semakin harus teliti melakukan riset properti. Jika membeli rumah bekas, maka kamu harus mengetahui riwayat properti tersebut melalui warga sekitar. Pastikan memilih rumah bebas sengketa dengan dokumen jual-beli yang lengkap. Jadi, kamu harus baca dokumen dan surat-surat dari bank atau developer dengan cermat.

10. Perhitungkan Dana Untuk Beli Perabotan Rumah

Seringkali, orang hanya fokus mempersiapkan dana tabungan beli rumah saja, tetapi lupa menyisihkan uang untuk perabotan. Dalam hal ini, kamu harus memprioritaskan perabotan primer, seperti perabotan kamar mandi, kamar tidur, dan dapur. Dengan begitu, kamu bisa langsung tinggal di rumah pertamamu dan dapat menikmati suasana baru dengan nyaman. Pastikan kamu sesuaikan perabotan dengan besar hunianmu dan budget.

11. Siapkan Tabungan Beli Rumah dengan Investasi

Sebelum membeli rumah, kamu harus mengetahui juga tips menabung untuk beli rumah agar dapat mempersiapkan dananya dengan matang. Sekarang, kamu bisa mengoptimalkan kegiatan menabung untuk beli hunian dengan reksa dana. Jika kamu ingin mempersiapkan dana membeli hunian impan dalam 3-5 tahun ke depan, maka kamu bisa investasi reksa dana pendapatan tetap atau campuran. Namun, kamu bisa berinvestasi reksa dana saham yang mampu memberikan keuntungan maksimal dalam jangka panjang lebih dari 5 tahun. Salah satu tempat investasi reksa dana yang aman dan praktis, yakni aplikasi tanamduit yang sudah berizin dan diawasi oleh OJK.

Kesimpulan

Para generasi milenial, pasangan muda, atau orang-orang yang berencana membeli bangungan tempat tinggal harus mengetahui tips membeli rumah. Dengan begitu, kamu tidak akan salah memilih hunian dengan harga terbaik. Kini, semua orang berkesempatan melakukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan berbagai skema sesuai kondisi finansialmu. Di samping itu, calon pembeli juga harus melakukan survei langsung ke lokasi rumah untuk memastikan kondisi bangunan, fasilitas, keadaan lingkungan sekitar, hingga kelengkapan berkas. 

Selain itu, kamu juga harus menyiapkan tabungan beli rumah dengan investasi. Untuk itu, kamu bisa mulai mengalokasikan sebagian penghasilanmu ke instrumen investasi reksa dana. Dengan begitu, imbal hasil dari hasil investasi tersebut bisa mengoptimalkan tabunganmu. 

Jangan khawatir, kamu bisa mulai berinvestasi reksa dana dengan modal terjangkau secara online lewat satu aplikasi saja. Di aplikasi tanamduit, kamu bisa investasi reksa dana dengan praktis, mudah, dan aman. tanamduit sudah memiliki izin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), lho. Yuk, optimalkan tabungan untuk membeli rumah dengan mulai investasi di tanamduit!

Hani Nastiti
Hani Nastiti

Hani adalah seorang penulis yang senang belajar dan berbagi seputar investasi di tanamduit.

banner-download-mobile