Home » 5 Mitos Seputar Investasi dan Fakta yang Perlu Kamu Ketahui

5 Mitos Seputar Investasi dan Fakta yang Perlu Kamu Ketahui

oleh | Okt 5, 2020

Keberadaan mitos begitu dekat dengan kita dan tidak jarang masih banyak yang mempercayainya. Mitos tidak hanya berkaitan dengan hal-hal berbau mistis saja. Dalam dunia finansial, khususnya investasi, masih ada lho mitos-mitos yang menghambat banyak orang untuk mengalokasikan sebagian dananya untuk investasi. Mitos apa saja, ya? Yuk, ketahui faktanya.

 

1. Investasi Itu Butuh Biaya Besar

Sumber gambar: https://img.okezone.com/content/2014/11/22/338/1069436/pembuat-uang-palsu-beromzet-miliaran-rupiah-ditangkap-5XbTZtxo2s.jpg

“Nanti deh, kalau penghasilan gue udah di atas 10 juta mungkin gue akan coba investasi.”

Kamu salah satu yang berpikir seperti kutipan di atas? Wah, kayaknya kamu sudah terjebak mitos investasi, nih. Banyak orang yang menunda waktu untuk memulai investasi karena memiliki mindset seperti ini. Investasi memiliki beragam instrumen yang dapat kamu pilih sesuai dengan kebutuhan dan tujuan finansialmu. Buat kamu para pemula yang ingin mencoba investasi, kamu bisa memulai investasi dengan membeli produk reksa dana pasar uang mulai dari Rp10.000 saja, lho. Jumlah yang sangat terjangkau bukan?

 

2. Investasi Itu Resikonya Tinggi untuk Aset Kita

 

Sumber gambar: https://www.freepik.com/premium-vector/high-risk-meter_6901487.htm

Pada dasarnya, segala tindakan apa pun yang kita lakukan pasti ada risikonya tersendiri, tidak terkecuali investasi. Kita harus mampu memahami risiko dari tindakan kita dan mengetahui cara penanganannya. Sama halnya ketika kita berinvestasi.

Sebelum kamu memulai investasi, tentu saja kamu harus paham betul profil risiko dari masing-masing instrumen investasi yang akan kamu pilih. Semakin tinggi return yang ingin kamu dapatkan, biasanya semakin tinggi juga risikonya. Risiko yang dimaksud, yaitu nilai investasi kamu bersifat volatile (dapat naik dan turun di waktu yang relatif singkat) sehingga untuk meredam risiko tersebut, kita perlu berinvestasi dengan jangka waktu yang lebih panjang.

Untuk kamu yang baru mau memulai investasi, mulailah dengan jumlah yang kecil terlebih dahulu. Teruslah belajar dan memperkaya pengetahuan mengenai investasi dan strategi manajemen risikonya.

 

3. Berinvestasi Itu Repot

 

Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-photos-vectors/headache

Mungkin sebagian orang beranggapan bahwa butuh keahlian khusus untuk mulai berinvestasi. Kenyataannya, dunia investasi pada masa kini memudahkan semua orang dari berbagai kalangan dengan beragam pilihan produk investasi dan kemudahan aksesnya. Investasi reksa dana, khususnya produk reksa dana pasar uang menjadi salah satu solusi untuk para pemula investasi.

Kamu tidak perlu repot menganalisa secara mendalam mengenai instrumen investasinya seperti para analis pasar modal dan mengelolanya secara terpisah. Kamu hanya perlu mengisi data diri kamu secara online di aplikasi penyedia layanan investasi seperti tanamduit, memilih produk investasi sesuai dengan profil risiko yang cocok dengan tujuan investasimu, melakukan transfer pembelian reksa dana dan voila! Kamu tinggal duduk manis tanpa perlu pusing untuk mengelola dana investasi kamu setiap hari. Tenang saja, Manajer Investasi profesional siap membantu kamu melakukannya.

    4. Berinvestasi Saham atau Reksa Dana Ibarat Bermain Kasino

     

    Sumber gambar: https://www.essentiallysports.com/choosing-new-online-casinos-things-to-consider-in-evaluating-the-best-site/

    Risiko investasi saham (atau reksa dana saham) yang lebih tinggi dibandingkan instrumen lainnya membuat orang berasumsi bahwa investasi saham seperti bermain-main dengan keberuntungan. Mitos ini berkembang karena banyak orang berinvestasi jangka pendek, tetapi mengharapkan return yang tinggi. Padahal faktanya, investasi saham termasuk investasi jangka panjang yang dalam jangka waktu pendek, hasil investasinya bisa sangat volatile (tidak pasti).  Potensi return yang lebih tinggi akan lebih terukur jika kita berinvestasi dengan jangka waktu yang lebih panjang, misalnya >5 tahun.

      5. Emas Adalah Investasi yang Nggak Ada Matinya

       

      Sumber gambar: https://www.shutterstock.com/image-photo/swiss-vreneli-gold-coins-leather-purse-1043310301

      Pernahkah orang tua kalian menyarankan untuk membeli logam mulia sebagai investasi jangka panjang yang paling menguntungkan? Well, sebenarnya saran orang tuamu tidak sepenuhnya salah. Akan tetapi, perlu untuk kamu ketahui, sama halnya dengan instrumen investasi lain, berinvestasi emas juga memiliki risikonya tersendiri. Kenyataannya, harga emas pun sama fluktuatifnya dengan nilai saham. Harga emas dipengaruhi oleh kurs rupiah terhadap dolar, harga acuan emas dunia, dan kondisi pasar.

       

      Nah sekarang terbukti kan, hal-hal seputar investasi tadi hanya sekedar mitos. Semakin kita terbiasa berinvestasi dan terus memperluas wawasan seputar investasi, kita tidak lagi mudah takut dan khawatir akan mitos-mitos di atas.

      Yuk, biasakan diri untuk investasi. Melalui aplikasi tanamduit, investasi kamu jadi jauh lebih mudah dan menyenangkan.

       

       

       

       

       

      banner-download-mobile