Home » Apa itu Zakat Investasi? Begini Cara Penghitungan Zakatnya

Apa itu Zakat Investasi? Begini Cara Penghitungan Zakatnya

oleh | Apr 19, 2022

Apa itu Zakat Investasi?

Zakat investasi adalah harta tertentu hasil keuntungan investasi yang wajib dikeluarkan oleh orang muslim kepada golongan yang berhak menerimanya. Dalam hal ini, investor menyisihkan sebagian hartanya untuk kaum dhuafa. Hal ini menjadi bentuk rasa syukur, membuat harta lebih berkah, dan mampu mensucikan diri dari penyakit hati.

Pada 29 Rajab 1404, para ulama membuat kesepakatan mengenai zakat investasi dalam Mukhtamar Internasional I di Kuwait. Para ulama sepakat bahwa seseorang yang memiliki harta beredar dan mendapatkan keuntungan dari hasil transaksi jual-beli itu harus melakukan zakat.

Menurut Hadist Abu Zahrah, aset penanaman modal itu wajib zakat tanpa melihat status perusahaannya. Aset penanaman modal yang beredar itu dapat diperjual belikan dan investor mendapatkan keuntungan dari transaksi jual-beli tersebut. 

Berdasarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI), besaran zakat investasi itu 2,5% dari total aset yang sudah memenuhi batas minimal nilai harta (nishab) dan mencapai jangka waktu harta menjadi objek zakat (haul) selama 1 tahun. Hukum ini berlaku bagi investor yang menghasilkan keuntungan dari hasil perdagangan aset saham, reksa dana, emas atau surat berharga lainnya.

Cara Penghitungan Zakat Investasi 

Zakat investasi adalah zakat yang harus investor muslim penuhi atas nilai aset penanaman modal yang mencapai nishab senilai 85 gram emas dan sudah mencapai satu tahun (haul). Jika investor memenuhi syarat tersebut, maka ia harus membayarnya dengan tarif 2,5% dari total harta asetnya. Penghitungan ini berlaku untuk aset berupa saham, reksa dana, dan surat-surat berharga lainnya milik investor perorangan.

Misalnya, seorang investor memiliki aset reksa dana senilai Rp100.000.000,00 selama genap 1 tahun. Saat ini, harga emas 1 gram terkini itu sebesar Rp900.000,00. Oleh sebab itu, nishab itu senilai Rp76.500.000,00 sehingga ia sudah wajib menyisihkan sebagian harta dari keuntungan penanaman modal. Dalam hal ini, investor tersebut harus menyisihkan sebagian hartanya dengan perhitungan berikut ini.

Zakat = 2,5% x jumlah aset investasi selama 1 tahun

           = 2,5% x Rp100.000.000,00 = Rp2.500.000,00

Dalam hal ini, investor bisa membayar zakat investasi ini kapan saja. Jika seseorang belum memiliki aset dengan nilai mencapai nishabnya, maka ia tidak wajib membayarnya. Namun, kamu juga tetap bisa bersedekah kepada orang yang membutuhkan dari hasil keuntungan investasimu. Sedekah di bulan Ramadhan juga menjadi momen yang tepat untuk berbagi. Di samping menunaikan zakat, kamu juga bisa berinvestasi sekaligus bersedekah di tanamduit, lho. 

Setiap investasi reksa dana mulai dari Rp500 ribu atau beli emas cetak minimal 1 gram, kamu bisa mendapatkan bonus investasi, lho. Bonus investasi berupa reksa dana tersebut akan tanamduit salurkan melalui BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional). Jadi, kamu bisa bersedekah dengan bonus investasi berupa reksa dana di bulan Ramadhan ini. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut. Yuk, menebar kebaikan bersama Baznas dan tanamduit!

Hani Nastiti
Hani Nastiti

Hani adalah seorang penulis yang senang belajar dan berbagi seputar investasi di tanamduit.

banner-download-mobile