fb-logo
Beranda » belajar » Investasi » Apa Itu Diversifikasi Investasi? Ini Dia 5 Cara Melakukannya!

Apa Itu Diversifikasi Investasi? Ini Dia 5 Cara Melakukannya!

oleh | Agu 5, 2026

Dalam dunia investasi, memperoleh keuntungan tentu menjadi tujuan utama setiap investor. Namun, di balik potensi keuntungan tersebut selalu ada risiko yang perlu dipahami. Oleh karena itu, penting bagi investor untuk memiliki strategi dalam mengelola risiko, salah satunya melalui diversifikasi investasi.

Sederhananya, diversifikasi investasi adalah strategi menyebarkan dana ke beberapa instrumen investasi, bukan hanya menempatkannya pada satu produk saja. Dengan begitu, apabila salah satu aset mengalami penurunan nilai, aset lain masih berpotensi menjaga kestabilan portofolio.

Cara Diversifikasi Investasi

Agar portofolio investasi terdiversifikasi dengan baik, Anda bisa tempatkan dana Anda pada beberapa produk dengan tingkat risiko berbeda. Berikut langkah-langkah melakukan diversifikasi:
1. Kenali profil risiko investasi
2. Sesuaikan profil risiko dengan tujuan keuangan
3. Tentukan target yang siap kamu investasikan
4. Sesuaikan alokasi kebutuhan setiap tujuan keuangan
5. Rutin lakukan rebalancing

Apa itu diversifikasi, jenis-jenisnya, dan cara melakukannya? Yuk, kita bahas melalui artikel berikut!

Apa Itu Diversifikasi?

Dilansir dari nerdwallet.com, diversifikasi adalah bagian dari alokasi aset. Ibaratkan Anda membeli buah-buahan, yakni apel, pisang, brokoli, dan bayam, kelas aset umumnya adalah buah dan sayuran. Investor punya banyak pilihan aset investasi dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. 

Diversifikasi investasi juga merupakan cara paling sederhana, guna meningkatkan potensi keuntungan investasi, sekaligus meminimalisir potensi kerugiannya. Analogi sederhana yang mungkin tidak asing adalah “don’t put all your eggs in one basket” atau jangan menaruh semua telurmu di satu keranjang yang sama.

Kalau keranjang tersebut jatuh, alhasil semua telur bisa pecah dan Anda akan kehilangan semua telur Anda. Analogi tersebut sejalan dengan istilah diversifikasi. Jadi, kalau Anda menaruh seluruh dana Anda pada satu produk saja, kalau sewaktu-waktu harganya turun, Anda akan mengalami kerugian penuh. Namun, berbeda halnya jika Anda menaruhnya di berbagai macam produk. 

Kalau sewaktu-waktu salah satu nilai aset investasi Anda mengalami penurunan, risiko kerugian dapat Anda dan investor lainnya minimalisir dengan menaruh sebagian dana pada instrumen lain yang pertumbuhannya stabil.

Sebagai contoh, Anda berinvestasi pada produk saham. Kita tahu, bahwa harga saham rentan naik-turun (fluktuatif) dalam jangka yang pendek. Guna meminimalisir risiko tersebut, Anda bisa menaruh sebagian aset Anda pada produk yang stabil pertumbuhannya seperti deposito atau reksadana pasar uang.

Jenis Diversifikasi Investasi

Beberapa cara paling umum untuk mendiversifikasikan portofolio adalah dengan membagi portofolio dengan membagi portofolio ke berbagai kelas aset. Secara umum, terdapat dua jenis diversifikasi, yaitu berdasarkan kelas aset dan di luar kelas aset.

1. Diversifikasi Berdasarkan Kelas Aset

Secara umum, terdapat tiga kelas aset utama dalam portofolio investasi, yaitu saham, obligasi, dan uang tunai.

  • Saham (ekuitas), memungkinkan investor punya penyertaan kepemilikan atas suatu perusahaan. Instrumen investasi satu ini berpotensi memberikan keuntungan besar dalam jangka panjang, tetapi nilainya fluktuatif dalam jangka pendek.
  • Obligasi (pendapatan tetap), merupakan surat utang yang pihak tertentu keluarkan (pemerintah atau perusahaan)
  • Uang tunai (cash), yaitu uang di rekening bank, dompet, atau celenganmu. Baik tingkat risiko dan imbal hasil, keduanya sama-sama rendah.

2. Diversifikasi Di Luar Kelas Aset

Diversifikasi tidak selalu dalam bentuk investasi. Ada jenis produk lain seperti dana pensiun dan asuransi. Namun, keberadaan keduanya dapat menjadi pegangan saat kita jatuh sakit dan tabungan di masa depan.

Cara Melakukan Diversifikasi Investasi

Agar aset Anda tidak terdiversifikasi dengan baik, Anda dapat menaruhnya pada produk dengan tingkat risiko yang berbeda. Misal, Anda berinvestasi pada instrumen reksa dana. Secara garis besar, reksa dana terbagi menjadi empat jenis, yaitu Reksa Dana Pasar Uang (RDPU), Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT), Reksa Dana Campuran (RDC), dan Reksa Dana Saham (RDS).

Setiap jenis reksa dana memiliki tingkat risiko dan imbal hasil yang berbeda. Jadi, kalau Anda memiliki beberapa tujuan keuangan berbeda dan target waktu capaian yang berbeda, alokasikan uang Anda pada beberapa produk reksa dana dengan jenis berbeda. Langkah-langkah dalam melakukan diversifikasi adalah sebagai berikut:

1. Kenali Profil Risiko Investasi

Profil risiko adalah gambaran diri kita ketika menghadapi risiko dalam berinvestasi. Umumnya, pemula kurang memahami hal tersebut. Sering kali investor pemula mengharapkan imbal hasil tinggi, tetapi tidak dapat menoleransi risiko yang tinggi. 

Padahal, prinsip investasi adalah high risk, high return. Semakin tinggi potensi imbal hasil, makin tinggi juga risikonya. Mengenali profil risiko dalam melakukan diversifikasi adalah hal penting, agar Anda dapat memilih produk yang sesuai dengan risk tolerance Anda. Secara umum, profil risiko terbagi menjadi tiga, yakni konservatif, moderat, dan agresif.

Baca juga: Kenali Jenis Profil Risiko Investasi, Kamu Termasuk Tipe Apa?

2. Sesuaikan Profil Risiko Dengan Tujuan Keuangan Anda

Setelah mengenali profil risiko investasi dan risk tolerance, Anda dapat melakukan diversifikasi investasi sesuai dengan tujuan finansial Anda. Seorang investor konservatif yang tingkat toleransi risikonya rendah akan  cenderung memilih jalan yang lebih aman dengan menaruh sebagian besar uangnya pada instrumen deposito ataupun reksa dana pasar uang.

3. Tentukan Target Aset yang Siap Diinvestasikan

Dalam menentukan target aset, kamu perlu menyeimbangkan antara tujuan keuangan dan risk tolerancemu. Biasanya, semakin tinggi risk tolerance investor, mereka cenderung mengalokasikan sebagian besar dananya pada risky asset dengan tingkat pengembalian tinggi.

Berbeda halnya dengan investor yang risk tolerancenya rendah, mereka akan cenderung menaruh uangnya pada investasi yang lebih aman dengan tingkat pengembalian yang stabil. Contohnya adalah Surat Berharga Negara (SBN), reksadana pasar uang, deposito, dsb.

Baca juga: 7 Tips Investasi Untuk Pemula Paling Mudah, Kamu Harus Tahu!

4. Tentukan Alokasi Kebutuhan Setiap Tujuan Keuangan

Langkah selanjutnya dari diversifikasi adalah menentukan juga alokasi dana untuk setiap tujuan keuangan. Setiap tujuan keuangan biasanya memiliki punya target waktu dan dana yang berbeda sehingga kamu bisa menyusun skala prioritas mengacu pada target waktu dan dana tersebut.

Contoh, budget investasi per bulan Anda Rp2 juta, berikut contoh ilustrasi alokasi diversifikasi sesuai skala prioritas:

ilustrasi-diversifikasi-adalah-berdasarkan-skala-prioritas

Anda dapat memprioritaskan untuk memenuhi tujuan jangka pendek terlebih dahulu dengan mengalokasikan budget investasi lebih besar agar bisa mencapai target. Jangan lupa untuk sesuaikan nominal investasi sesuai dengan kemampuan finansial Anda, ya!

5. Rutin Melakukan Rebalancing

Rebalancing adalah suatu proses di mana investor menyeimbangkan bobot aset pada portofolio investasinya. Contoh, komposisi investasi reksa dana Anda 50% pada RDS, 30% pada RDPT, dan 20% pada RDPU. Lalu, pada waktu tertentu, 

Lalu, pada waktu tertentu, pasar saham sedang merah membara. Untuk meminimalisir risiko, kamu bisa mengamankan portofolio reksa dana saham dengan memindahkannya (switching) ke produk RDPU. Meskipun begitu, jika tren penurunan pasar modal berlangsung lama, investor dengan profil risiko agresif dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menambah kembali portofolio reksa dana sahamnya. Hal ini mereka lakukan guna mendapatkan potensi imbal hasil yang lebih besar di waktu mendatang.

Kelebihan dan Kekurangan Diversifikasi

Diversifikasi adalah bagian dari strategi investasi yang memiliki kelebihan dan kekurangan. Apa sajakah kelebihan dan kekurangan diversifikasi? Anda dapat melihat melalui tabel perbandingan berikut!

Kelebihan Kekurangan
Meminimalisir risiko kerugian Menuntut investor untuk memahami berbagai jenis instrumen investasi
Meningkatkan potensi imbal hasil Potensi keuntungan lebih rendah
Menambah pengetahuan seputar dunia investasi

Kesimpulan

Bagi investor, diversifikasi adalah strategi kunci untuk meminimalisir risiko investasi, sekaligus mengoptimalkan potensi keuntungan yang akan didapat di masa mendatang. Selain pada kelas aset, diversifikasi investasi juga dapat dilakukan di luar kelas aset seperti pada produk asuransi, dana pensiun, dsb.

Bagi Anda yang masih pemula, Anda bisa melakukan diversifikasi dengan berinvestasi pada produk reksa dana. Dalam satu produk reksa dana saja, alokasi dana kelolaannya dapat

Tanam Mimpi di tanamduit

Sekarang, Anda dapat mewujudkan mimpi Anda dengan fitur Tanam Mimpi di aplikasi tanamduit. Tanam Mimpi adalah fitur yang membantu investor, khususnya para pemula untuk mewujudkan tujuan keuangan di masa mendatang, mulai dari dana menikah, pendidikan anak, DP rumah, beli mobil, dan lainnya.

Anda bisa menentukan sendiri target budget yang ingin ditabung dan waktu mencapainya sesuai keinginan dan kemampuan finansial Anda. Selain itu, fitur Tanam Mimpi juga memiliki:

  1. Tips budgeting beragam tujuan finansial
  2. Top 3 reksa dana performa terbaik di tanamduitReminder investasi rutin otomatis
  3. Pantau progress mimpimu (on-track/off-track)

    Yuk, download tanamduit sekarang dan mulai perjalanan investasi pertamamu!

    tanamduit Team

    tanamduit adalah platform digital untuk berinvestasi berbagai produk reksa dana, SBN, emas yang sudah berizin dan diawasi oleh OJK.

    banner-download-mobile