Memiliki tujuan keuangan di masa depan tentu membutuhkan persiapan sejak sekarang. Mulai dari membeli rumah, mempersiapkan dana pendidikan, menikah, hingga menyiapkan dana pensiun, semuanya membutuhkan perencanaan keuangan yang matang.
Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan kebutuhan tersebut adalah melalui investasi jangka panjang.
Investasi jangka panjang dilakukan dengan menempatkan dana pada instrumen investasi dalam periode yang relatif lama untuk membantu mencapai tujuan keuangan di masa depan. Dengan waktu investasi yang lebih panjang, kamu memiliki kesempatan untuk mengembangkan aset sekaligus membangun kebiasaan investasi secara konsisten.
Lantas, apa itu investasi jangka panjang, apa saja manfaatnya, dan instrumen apa yang bisa dipilih? Yuk, kenali lebih lanjut melalui artikel berikut!
Baca juga: Kenali Jenis Profil Risiko Investasi, Kamu Termasuk Tipe Apa?
Apa Itu Investasi Jangka Panjang?
Investasi jangka panjang adalah strategi menempatkan dana pada instrumen investasi dalam periode yang relatif lama dengan tujuan mencapai target keuangan di masa depan.
Umumnya, investasi jangka panjang dilakukan selama lebih dari lima tahun. Namun, durasi investasi sebenarnya dapat disesuaikan dengan tujuan, kebutuhan, dan kondisi finansial masing-masing investor.
Dalam investasi jangka panjang, investor tidak hanya berfokus pada pergerakan nilai aset dalam jangka pendek. Namun, sebaliknya investor mempertimbangkan potensi pertumbuhan aset dalam periode yang lebih panjang.
Contoh, kamu ingin mempersiapkan dana pensiun 20 tahun mendatang. Kamu dapat mulai mengalokasikan sebagian penghasilan ke instrumen investasi yang sesuai dengan profil risiko dan jangka waktu tersebut.
Dengan waktu investasi yang panjang, kamu memiliki kesempatan untuk menghadapi berbagai kondisi pasar dan mengembangkan aset secara bertahap. Meski begitu, setiap investasi tetap memiliki risiko sehingga pemilihan instrumen perlu dilakukan dengan bijak.
Tujuan Investasi Jangka Panjang
nvestasi jangka panjang dapat digunakan untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan finansial di masa depan. Beberapa tujuan yang umum di antara lain:
- Mempersiapkan dana pensiun
- Membeli rumah atau properti
- Mempersiapkan dana pendidikan
- Mempersiapkan dana pernikahan
- Membangun aset untuk masa depan
- Mencapai kebebasan finansial
Dengan memiliki tujuan yang jelas, kamu akan lebih mudah menentukan jumlah dana yang perlu disiapkan, instrumen yang sesuai, serta jangka waktu investasinya. Contoh, tujuanmu adalah menyiapkan dana pendidikan anak dalam sepuluh tahun.
Kamu bisa menghitung estimasi dana yang dibutuhkan, kemudian menentukan strategi investasi yang sesuai dengan target tersebut.
Baca juga: Strategi Investasi Rutin, Apa Itu Dollar Cost Averaging?
Manfaat Investasi Jangka Panjang
Selain membantu mempersiapkan tujuan finansial, investasi jangka panjang juga memiliki sejumlah manfaat. Berikut beberapa di antaranya:
1. Membantu Mencapai Tujuan Keuangan
Investasi akan lebih terarah ketika kamu memiliki tujuan keuangan yang jelas.
Misalnya, kamu ingin mengumpulkan dana Rp300 juta dalam sepuluh tahun untuk membeli rumah. Dengan mengetahui target dan jangka waktu tersebut, kamu dapat membuat strategi investasi secara lebih terencana.
Tujuan yang jelas juga dapat membuatmu lebih disiplin dalam menyisihkan sebagian penghasilan untuk investasi.
2. Memanfaatkan Potensi Pertumbuhan Aset
Investasi jangka panjang memberikan waktu bagi aset untuk berkembang.
Pada instrumen tertentu, investor juga dapat memanfaatkan efek compounding atau bunga berbunga, yaitu ketika hasil investasi kembali diinvestasikan sehingga berpotensi menghasilkan pertumbuhan berikutnya.
Namun, perlu diingat bahwa tidak semua investasi memberikan keuntungan yang pasti. Setiap instrumen memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda.
3. Memberikan Waktu Menghadapi Fluktuasi Pasar
Sejumlah instrumen investasi mengalami kenaikan dan penurunan harga dalam jangka pendek. Kondisi tersebut merupakan bagian dari risiko investasi. Dengan jangka waktu investasi yang lebih panjang, investor memiliki lebih banyak waktu untuk menghadapi fluktuasi tersebut.
Meski demikian, investasi jangka panjang bukan berarti bebas dari risiko kerugian. Oleh karena itu, kamu tetap perlu memilih instrumen berdasarkan profil risiko dan tujuan keuangan.
4. Membantu Membangun Kebiasaan Investasi
Investasi tidak selalu harus dimulai dengan nominal besar. Kamu bisa mengalokasikan sebagian penghasilan secara rutin sesuai kemampuan. Kebiasaan tersebut dapat membantu membangun disiplin dalam mengelola keuangan sekaligus mempersiapkan kebutuhan di masa depan. Semakin konsisten kamu berinvestasi, semakin terarah pula proses untuk mencapai tujuan finansialmu.
5. Membantu Menjaga Nilai Aset
Inflasi dapat menyebabkan daya beli uang berubah dari waktu ke waktu. Karena itu, menyimpan seluruh dana hanya dalam bentuk uang tunai belum tentu menjadi strategi yang sesuai untuk semua tujuan finansial.
Dengan mengalokasikan sebagian dana ke instrumen investasi yang sesuai, kamu memiliki kesempatan untuk mengembangkan nilai aset dalam jangka panjang. Tetap perlu sesuaikan instrumen dengan tujuan, profil risiko, dan jangka waktu investasi.
Contoh Investasi Jangka Panjang
Ada berbagai instrumen yang dapat dipertimbangkan untuk tujuan investasi jangka panjang. Di antaranya:
1. Saham
Saham merupakan instrumen yang memberikan kepemilikan kepada investor atas suatu perusahaan. Investasi saham dapat menjadi pilihan bagi investor yang memiliki tujuan jangka panjang dan siap menghadapi fluktuasi harga.
Potensi keuntungan saham dapat berasal dari kenaikan harga atau capital gain, serta pembagian dividen dari perusahaan. Karena memiliki risiko yang relatif tinggi, saham perlu dipilih dengan mempertimbangkan profil risiko dan tujuan investasi.
2. Reksa Dana
Reksa dana merupakan wadah yang menghimpun dana dari investor untuk kemudian dikelola oleh Manajer Investasi ke dalam portofolio sesuai jenis reksa dananya. Terdapat beberapa jenis reksa dana, seperti reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, dan reksa dana saham.
Untuk tujuan jangka panjang, investor dapat memilih jenis reksa dana yang sesuai dengan profil risiko dan jangka waktu investasinya. Reksa dana juga dapat menjadi pilihan bagi investor yang ingin berinvestasi tanpa harus memilih dan mengelola setiap aset dalam portofolio secara langsung.
3. Surat Berharga Negara (SBN)
Surat Berharga Negara atau SBN merupakan surat berharga yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia. SBN ritel dapat menjadi salah satu pilihan bagi investor yang ingin memperoleh pendapatan berupa kupon sesuai ketentuan seri yang dimiliki.
Beberapa produk SBN ritel memiliki tenor beberapa tahun sehingga dapat menjadi bagian dari strategi investasi untuk tujuan keuangan jangka menengah hingga panjang.
4. Emas
Emas juga dapat menjadi salah satu pilihan untuk diversifikasi portofolio investasi. Emas tersedia dalam bentuk fisik maupun digital. Investor dapat memilih bentuk emas sesuai kebutuhan dan layanan yang tersedia.
Namun, harga emas juga dapat mengalami perubahan. Oleh karena itu, emas tetap perlu ditempatkan sebagai bagian dari strategi investasi yang disesuaikan dengan tujuan dan profil risiko.
5. Properti
Properti seperti rumah, apartemen, atau tanah juga dapat menjadi salah satu aset untuk tujuan jangka panjang. Selain berpotensi mengalami kenaikan nilai, properti juga dapat menghasilkan pendapatan apabila disewakan.
Namun, investasi properti umumnya membutuhkan modal yang relatif besar dan memiliki likuiditas yang lebih rendah dibandingkan beberapa instrumen investasi lainnya.
Strategi Investasi Jangka Panjang
Setelah menentukan tujuan dan instrumen investasi, kamu juga perlu memiliki strategi agar investasi dapat berjalan secara lebih terarah, yaitu:
- Buy and Hold
Buy and hold merupakan strategi membeli aset kemudian mempertahankannya dalam jangka waktu panjang. Strategi ini tidak berarti kamu membeli aset lalu tidak melakukan pemantauan sama sekali.
Evaluasi tetap diperlukan untuk memastikan investasi yang dimiliki masih sesuai dengan tujuan dan kondisi keuanganmu.
2. Investasi secara Rutin
Investasi secara rutin dapat membantu membangun kebiasaan finansial yang lebih disiplin. Kamu dapat menentukan nominal investasi setiap bulan sesuai kemampuan dan kondisi keuangan.
Tidak perlu memaksakan nominal besar. Yang terpenting adalah menentukan jumlah yang realistis dan konsisten.
3. Diversifikasi
Diversifikasi investasi merupakan strategi menyebarkan dana ke beberapa instrumen atau aset untuk mengelola risiko portofolio. Contohnya, kamu tidak hanya menempatkan dana pada saham, tetapi juga mempertimbangkan reksa dana, SBN, atau emas sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan.
Diversifikasi tidak menghilangkan risiko investasi sepenuhnya, tetapi dapat membantu mengurangi ketergantungan pada satu jenis aset.
4. Dollar Cost Averaging (DCA)
Dollar Cost Averaging (DCA) merupakan strategi melakukan investasi secara rutin dengan nominal yang relatif sama tanpa terlalu mempertimbangkan apakah harga aset sedang naik atau turun.
Dengan strategi ini, kamu tidak perlu terus-menerus mencoba menentukan kapan waktu terbaik untuk membeli aset.Namun, DCA juga tidak menjamin keuntungan dan tidak menghilangkan risiko investasi.
Tips Memulai Investasi Jangka Panjang untuk Pemula
Kalau kamu baru ingin mulai berinvestasi untuk tujuan jangka panjang, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan, yaitu:
1. Tentukan Tujuan Keuangan
Pertama, tentukan apa yang ingin kamu capai dalam beberapa waktu ke depan. Apakah untuk membeli rumah? Dana pendidikan? Pernikahan? Atau dana pensiun? Setelah itu, tentukan estimasi dana yang dibutuhkan dan kapan target tersebut ingin dicapai.
2. Kenali Profil Risiko
Setiap investor memiliki tingkat toleransi risiko yang berbeda. Kenali apakah kamu termasuk investor konservatif, moderat, atau agresif sebelum memilih instrumen investasi. Dengan memahami profil risiko, kamu dapat memilih investasi yang lebih sesuai dengan kemampuan menghadapi potensi kerugian.
3. Sesuaikan Instrumen dengan Jangka Waktu
Jangan memilih investasi hanya berdasarkan potensi keuntungannya. Namun, pertimbangkan juga kapan dana tersebut akan digunakan. Jika tujuan keuangan masih sangat panjang, kamu mungkin memiliki lebih banyak ruang untuk mempertimbangkan instrumen dengan tingkat risiko yang lebih tinggi.
Sebaliknya, untuk tujuan yang waktunya sudah dekat, pertimbangkan instrumen yang lebih sesuai dengan kebutuhan tersebut.
4. Investasikan Dana secara Konsisten
Tidak perlu menunggu sampai memiliki dana dalam jumlah besar untuk mulai berinvestasi. Mulailah dengan nominal yang sesuai kemampuan dan lakukan secara konsisten.
Kamu juga dapat membuat jadwal investasi rutin setiap bulan, agar kegiatan investasi menjadi bagian dari kebiasaan mengelola keuangan.
5. Evaluasi Portofolio secara Berkala
Kondisi keuangan, tujuan, dan profil risiko dapat berubah seiring waktu. Karena itu, lakukan evaluasi portofolio secara berkala. Jika kondisi atau tujuanmu berubah, kamu dapat menyesuaikan kembali alokasi investasinya.
Kesimpulan
Investasi jangka panjang merupakan strategi menempatkan dana dalam periode yang relatif lama untuk membantu mencapai tujuan keuangan di masa depan.
Ada berbagai instrumen yang dapat dipertimbangkan, mulai dari saham, reksa dana, SBN, emas, hingga properti. Setiap instrumen memiliki karakteristik, potensi keuntungan, dan risiko yang berbeda. Bagi pemula, investasi jangka panjang sebaiknya dimulai dengan menentukan tujuan keuangan, mengenali profil risiko, memilih instrumen yang sesuai, melakukan diversifikasi, serta berinvestasi secara konsisten.
Kamu tidak harus menunggu memiliki dana besar untuk mulai mempersiapkan masa depan. Mulai sesuai kemampuan, lakukan secara terencana, dan evaluasi secara berkala.
tanamduit adalah aplikasi penyedia layanan investasi online yang sudah berizin dan diawasi oleh OJK. Jadi, kegiatan investasimu bisa lebih praktis dan aman.
Tanam Mimpi di tanamduit
Sekarang, kamu bisa mewujudkan mimpimu dengan fitur Tanam Mimpi di aplikasi tanamduit. Tanam Mimpi adalah fitur yang membantu investor, khususnya para pemula untuk mewujudkan tujuan keuangan di masa mendatang, mulai dari dana menikah, pendidikan anak, DP rumah, beli mobil, dan masih banyak lagi.
Kamu bisa menentukan sendiri target budget yang ingin ditabung dan waktu mencapainya sesuai keinginan dan kemampuan finansialmu. Selain itu, fitur Tanam Mimpi juga memiliki:
- Tips budgeting beragam tujuan finansial
- Top 3 Reksa Dana Performa Terbaik di tanamduit
- Reminder investasi rutin otomatis
- Pantau progress mimpimu (on-track/off-track)
Yuk, download tanamduit sekarang dan mulai perjalanan investasi pertamamu!

