Memulai investasi bukan hanya soal mencari instrumen dengan potensi imbal hasil yang menarik. Bagi sebagian investor, memastikan investasi berjalan sesuai dengan prinsip syariah juga menjadi pertimbangan penting.
Kabar baiknya, sekarang tersedia berbagai pilihan instrumen yang dapat kamu gunakan untuk berinvestasi dengan prinsip syariah. Mulai dari Sukuk Ritel, emas, hingga reksa dana syariah.
Ketiganya memiliki karakteristik, risiko, dan tujuan penggunaan yang berbeda. Jadi, investasi halal bukan berarti hanya ada satu pilihan yang cocok untuk semua orang. Lalu, apa saja jenis investasi halal yang bisa dipertimbangkan oleh para pemula?
Apa Itu Investasi Halal?
Secara sederhana, investasi halal adalah kegiatan menempatkan dana pada aset atau instrumen yang pengelolaan dan transaksinya sesuai dengan prinsip syariah.
Dalam konteks pasar modal syariah, instrumen investasi tidak boleh bertentangan dengan prinsip syariah, termasuk menghindari unsur seperti riba, maysir (judi), dan gharar (ketidakjelasan). OJK juga mengatur berbagai instrumen pasar modal syariah, termasuk sukuk dan reksa dana syariah.
Jadi, saat memilih investasi halal, jangan hanya melihat potensi keuntungan. Perhatikan juga akad, mekanisme transaksi, aset yang mendasari, serta ketentuan syariah yang berlaku.
3 Jenis Investasi Halal untuk Pemula
Berikut tiga instrumen yang dapat kamu kenali, jika ingin mulai berinvestasi sesuai prinsip syariah, yaitu:
1. Sukuk Ritel
Sukuk Ritel (SR) merupakan salah satu jenis Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang diterbitkan pemerintah dan ditawarkan kepada individu masyarakat Indonesia. Sukuk Ritel dikelola berdasarkan prinsip syariah dan telah mendapatkan pernyataan kesesuaian syariah dari DSN-MUI.
Struktur Sukuk Ritel menggunakan akad Ijarah – Asset to be Leased. Salah satu karakteristiknya adalah imbal hasil tetap yang dibayarkan setiap bulan. Sukuk Ritel juga dapat diperdagangkan di pasar sekunder sesuai ketentuan yang berlaku.
Kenapa Sukuk Ritel dapat Menjadi Pilihan Tepat bagi Pemula?
Beberapa karakteristik yang membuat Sukuk Ritel menarik, yaitu:
- Dikelola berdasarkan prinsip syariah.
- Pokok dan imbalannya dijamin oleh negara sesuai ketentuan.
- Bisa mulai berinvestasi dari Rp1 juta.
- Imbal hasil dibayarkan secara berkala setiap bulan.
- Memiliki tenor tertentu sehingga cocok untuk tujuan keuangan jangka menengah.
- Dapat diperdagangkan di pasar sekunder sesuai ketentuan seri yang diterbitkan.
Namun, perlu diingat bahwa setiap seri Sukuk Ritel memiliki ketentuan yang berbeda, termasuk tenor, tingkat imbal hasil, masa penawaran, dan mekanisme perdagangan.
Jadi, pastikan selalu membaca informasi resmi seri yang sedang ditawarkan sebelum membeli produk.
2. Emas
Emas merupakan salah satu aset yang sejak lama digunakan sebagai instrumen penyimpan nilai.
Dalam konteks investasi syariah, transaksi emas memiliki ketentuan tersendiri. Sebab, jika memilih investasi halal, penting untuk memastikan mekanisme transaksi dan kepemilikannya sesuai dengan ketentuan syariah yang berlaku.
Emas juga memiliki karakteristik berbeda dengan instrumen seperti Sukuk Ritel atau reksa dana. Harganya dapat bergerak naik dan turun mengikuti kondisi pasar. Artinya, meskipun emas sering digunakan untuk diversifikasi dan menjaga nilai kekayaan jangka panjang, tidak ada jaminan harga emas akan selalu naik.
Kenapa emas dapat menjadi pilihan?
Beberapa hal yang membuat emas menarik untuk dipertimbangkan, yaitu:
- Bisa menjadi salah satu aset untuk diversifikasi.
- Dapat dimiliki dalam bentuk fisik maupun melalui mekanisme digital sesuai produk yang digunakan.
- Nilainya dapat dipantau secara berkala.
- Bisa digunakan untuk tujuan keuangan jangka menengah maupun panjang, tergantung kebutuhan investor.
Namun, sebelum membeli emas digital, jangan lupa mengecek legalitas penyedia, mekanisme kepemilikan, penyimpanan, harga beli dan jual, biaya, serta fasilitas pencetakan fisik jika tersedia.
Cocok untuk siapa?
Emas bisa dipertimbangkan oleh kamu yang:
- Ingin melakukan diversifikasi
- Memiliki tujuan investasi jangka menengah atau panjang
- Memahami bahwa harga emas tetap dapat berfluktuasi
- Ingin memiliki aset yang berbeda karakteristik dengan instrumen pasar modal lainnya
3. Reksa Dana Syariah
Reksa dana syariah adalah wadah investasi kolektif yang dikelola oleh Manajer Investasi dengan menempatkan dana pada instrumen yang sesuai dengan prinsip syariah.
Dilansir dari situs OJK, reksa dana syariah dapat berinvestasi pada efek syariah seperti saham syariah, sukuk, dan instrumen syariah lainnya.
Salah satu hal yang membedakan reksa dana syariah dengan reksa dana konvensional adalah proses pemilihan dan pengelolaan portofolionya yang mengikuti prinsip syariah, termasuk mekanisme screening dan cleansing.
Menariknya, reksa dana syariah juga memiliki beberapa jenis berdasarkan aset yang menjadi portofolionya, di antaranya:
- Reksa Dana Syariah Pasar Uang
- Reksa Dana Syariah Pendapatan Tetap
- Reksa Dana Syariah Saham
- Reksa Dana Syariah Campuran
- dan jenis lainnya.
Artinya, kamu bisa menyesuaikan jenis reksa dana syariah dengan tujuan investasi, jangka waktu, dan profil risiko.
Kenapa Reksa Dana Syariah Cocok untuk Pemula?
Kamu tidak harus memilih dan mengelola setiap aset dalam portofolio sendiri. Dana investor dikelola oleh Manajer Investasi sesuai kebijakan investasi produk.
Selain itu, reksa dana syariah memiliki pilihan produk dengan karakteristik risiko yang berbeda.
Misalnya, kalau kamu lebih konservatif, kamu bisa mempelajari reksa dana syariah pasar uang. Sementara untuk tujuan jangka panjang dan investor yang siap menghadapi fluktuasi lebih tinggi, tersedia jenis reksa dana syariah dengan aset yang lebih agresif.
Tetap perlu diingat, reksa dana bukan produk tanpa risiko. Nilai investasi dapat naik maupun turun mengikuti kinerja aset dalam portofolionya. OJK juga mencantumkan risiko seperti penurunan nilai unit penyertaan dan risiko likuiditas.
Bagaimana Memilih Investasi Halal untuk Pemula?
Setelah mengetahui beberapa pilihan di atas, jangan buru-buru memilih hanya berdasarkan instrumen yang menawarkan potensi imbal hasil paling tinggi.
Coba pertimbangkan beberapa hal berikut.
1. Tentukan Tujuan Keuangan
Misal, apa tujuan awal investasimu?
Contoh:
- Dana Pendidikan
- Beli Rumah
- Dana Pernikahan
- Persiapan Pensiun
- Membangun kekayaan dalam jangka panjang
Tujuan akan membantu menentukan jangka waktu dan instrumen yang lebih sesuai.
2. Kenali Profil Risiko
Setiap instrumen memiliki tingkat risiko yang berbeda. Jangan memilih investasi hanya karena melihat orang lain mendapatkan keuntungan dari instrumen tertentu. Kenali seberapa besar fluktuasi yang sanggup kamu hadapi.
3. Perhatikan Jangka Waktu
Investasi untuk kebutuhan satu tahun tentu berbeda dengan investasi untuk tujuan sepuluh tahun. Semakin panjang jangka waktu, semakin banyak pilihan instrumen yang dapat dipertimbangkan, dan tetap dengan menyesuaikan profil risiko.
4. Pastikan Prinsip Syariah
Kalau aspek syariah menjadi prioritas, pastikan produk yang dipilih memang memiliki mekanisme dan status yang sesuai dengan prinsip syariah. Untuk instrumen pasar modal syariah, kamu juga bisa melihat referensi dan regulasi dari OJK serta ketentuan DSN-MUI yang relevan.
5. Jangan Menaruh Dana di Satu Instrumen
Diversifikasi dapat membantu mengelola risiko portofolio. Misalnya, kamu bisa memiliki kombinasi beberapa instrumen dengan karakteristik berbeda sesuai tujuan dan profil risiko.
Kesimpulan
Investasi jangka panjang merupakan strategi menempatkan dana dalam periode yang relatif lama untuk membantu mencapai tujuan keuangan di masa depan.
Ada berbagai instrumen yang dapat dipertimbangkan, mulai dari saham, reksa dana, SBN, emas, hingga properti. Setiap instrumen memiliki karakteristik, potensi keuntungan, dan risiko yang berbeda. Bagi pemula, investasi jangka panjang sebaiknya dimulai dengan menentukan tujuan keuangan, mengenali profil risiko, memilih instrumen yang sesuai, melakukan diversifikasi, serta berinvestasi secara konsisten.
Kamu tidak harus menunggu memiliki dana besar untuk mulai mempersiapkan masa depan. Mulai sesuai kemampuan, lakukan secara terencana, dan evaluasi secara berkala.
tanamduit adalah aplikasi penyedia layanan investasi online yang sudah berizin dan diawasi oleh OJK. Jadi, kegiatan investasimu bisa lebih praktis dan aman.
Tanam Mimpi di tanamduit
Sekarang, kamu bisa mewujudkan mimpimu dengan fitur Tanam Mimpi di aplikasi tanamduit. Tanam Mimpi adalah fitur yang membantu investor, khususnya para pemula untuk mewujudkan tujuan keuangan di masa mendatang, mulai dari dana menikah, pendidikan anak, DP rumah, beli mobil, dan masih banyak lagi.
Kamu bisa menentukan sendiri target budget yang ingin ditabung dan waktu mencapainya sesuai keinginan dan kemampuan finansialmu. Selain itu, fitur Tanam Mimpi juga memiliki:
- Tips budgeting beragam tujuan finansial
- Top 3 Reksa Dana Performa Terbaik di tanamduit
- Reminder investasi rutin otomatis
- Pantau progress mimpimu (on-track/off-track)
Yuk, download tanamduit sekarang dan mulai perjalanan investasi pertamamu!

