Home » Kenali Jenis Profil Risiko Investasi, Kamu Termasuk Tipe Apa?

Kenali Jenis Profil Risiko Investasi, Kamu Termasuk Tipe Apa?

oleh | Mar 22, 2022

Apa itu Profil Risiko Investasi?

Profil risiko investasi adalah indikator untuk mengetahui tingkat toleransi investor terhadap risiko investasi. Karakter seseorang dalam menghadapi sebuat risiko sangat berpengaruh terhadap perencanaan keuangan dan kegiatan penanaman modal. Setiap instrumen investasi memiliki risiko yang berbeda. Semakin tinggi imbal hasilnya, semakin tinggi risikonya. 

Untuk itu, investor harus mengetahui profil risikonya agar bisa memilih instrumen penanaman modal yang tepat. Dengan begitu, kamu bisa medapatkan imbal hasil optimal di masa yang akan datang. Sekarang, kamu harus mengenali jenis profil risiko dan cara menentukannya. Berikut merupakan penjelasan selengkapnya.

Jenis Profil Risiko Investasi

1. Agresif (Risiko Tinggi)

Investor agresif cenderung berani menghadapi risiko yang tinggi. Dalam hal ini, investor tidak ragu untuk mengalokasikan uang dalam jumlah tertentu ke jenis investasi berisiko tinggi. Karakter investor agresif ini biasanya meningkatkan peluang dengan memaksimalkan pertumbuhan modal sehingga memperoleh imbal hasil optimal. Orang yang memiliki minat belajar tinggi dan senang mencoba hal baru biasanya masuk ke kategori investor agresif. Adapun aset berisiko tinggi ini, antara lain reksa dana saham, saham, hingga crypto.

2. Moderat (Risiko Menengah)

Profil risiko investasi moderat merujuk pada seseorang yang cenderung berani mengambil risiko besar, tetapi berhati-hati dalam memilih instrumen asetmu. Tipe ini akan berusaha menyeimbangkan antara risiko dengan imbal hasilnya sehingga mampu memberikan keuntungan optimal. Umumnya, investor dengan karakter ini membatasi jumlah dana investasi pada instrumen tertentu. Reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana campuran bisa menjadi produk yang cocok bagi investor moderat.

3. Konservatif (Risiko Rendah)

Tipe investor konservatif adalah investor yang cenderung memilih investasi yang sangat aman dengan risiko rendah. Investor dengan karakter ini akan menghindari risiko tinggi dan menyukai produk dengan nilai stabil. Produk reksa dana pasar uang, emas, Surat Berharga Negara (SBN), deposito, P2P Lending, dan properti bisa menjadi pilihan produk finansial yang cocok untuk karakter investor konservatif.

 

Cara Menentukan Profil Risiko

Ada banyak faktor yang mempengaruhi profil risiko investasi seseorang. Berikut merupakan penjelasannya.

1. Sesuaikan dengan Usia

Semakin muda seseorang, semakin lama jangka waktu investasi. Untuk itu, kalangan muda cenderung lebih berani mengambil risiko tinggi dengan rentang waktu 5 tahun atau lebih. Sementara itu, investor yang mendekati masa pensiun lebih memilih produk dengan risiko rendah untuk jangka waktu pendek. Umumnya, generasi muda memilih produk finansial yang memberikan imbal hasil maksimal untuk mencapai tujuan keuangan di masa depan. Jika kamu seorang pemula, maka kamu bisa mengenali tipsnya melalui artikel berikut: 7 Tips Investasi Untuk Pemula yang Mudah, Kamu Harus Tahu!

2. Kenali Kondisi Finansial

Penghasilan bulanan seseorang dapat mempengaruhi profil risiko investasi. Oleh sebab itu, kamu harus mengenali kondisi finansialmu agar memilih produk terbaik. Seseorang dengan penghasilan besar dan stabil cenderung mengalokasikan sebagian gajinya untuk produk berisiko tinggi seperti saham, reksa dana saham, dan instrumen lainnya. Sementara itu, investor dengan penghasilan minim cenderung memilih produk yang sangat aman dan berisiko rendah.

3. Pertimbangkan sesuai Tanggungan

Umumnya, investor yang belum berkeluarga dan tidak memiliki tanggungan apapun cenderung memilih produk berisiko tinggi. Namun, seseorang yang memiliki tanggungan menghidupi rumah tangga dan harus mempersiapkan biaya pendidikan anak akan lebih memilih produk berisiko rendah. Untuk itu, kamu bisa mempertimbangkan tanggungan saat ini dalam memilih aset yang tepat.

4. Pengetahuan tentang Investasi

Jika seseorang memiliki pengetahuan yang banyak seputar penanaman modal, maka ia akan lebih siap menghadapi risikonya. Selain itu, investor dengan pengetahuan tentang investasi yang baik cenderung mempersiapkan strategi khusus untuk mencegah risiko kerugian. Bagi investor pemula, kamu bisa memulainya dengan instrumen produk berisiko rendah. Kamu bisa mempelajari informasi tentang dunia penanaman modal sambil mengalokasikan sebagian penghasilan ke produk reksa dana. 

Sekarang, semua orang berkesempatan untuk mengalokasikan sebagian penghasilan ke instrumen reksa dana sesuai dengan profil risiko investasi. Bahkan, kamu juga bisa berinvestasi reksa dana dengan mudah, aman, dan praktis melalui satu aplikasi. tanamduit adalah salah satu aplikasi penyedia layanan investasi reksa dana, emas, dan Surat Berharga Negara (SBN) yang sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kamu juga bisa mulai investasi reksa dana mulai dari Rp10 ribu, lho! Yuk, download aplikasi tanamduit sekarang!

 

Hani Nastiti
Hani Nastiti

Hani adalah seorang penulis yang senang belajar dan berbagi seputar investasi di tanamduit.

banner-download-mobile