Home » Right Issue dalam Investasi Saham, Apakah Itu?

Right Issue dalam Investasi Saham, Apakah Itu?

oleh | Des 14, 2021

Buat kamu yang sudah lama berkecimpung dalam dunia investasi, khususnya investasi saham, kamu mungkin nggak asing dengan istilah right issue. Beberapa bulan belakangan topik ini jadi perbincangan hangat di kalangan investor. Supaya kamu nggak kudet seputar istilah populer dalam dunia investasi, yuk, kita kupas tuntas bersama apa itu right issue dan cara mendapatkannya!

1. Apa Itu Right Issue?

Right issue adalah hak yang diberikan kepada investor lama untuk membeli saham baru atau juga Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Suatu perusahaan yang sudah pernah menerbitkan saham pertamanya atau Initial Public Offering (IPO), di waktu mendatang dapat menerbitkan saham baru. Sebelum perusahaan menawarkan saham baru ke investor baru, biasanya perusahaan akan menawarkan terlebih dahulu saham baru tersebut pada investor lama, baik investor korporat maupun ritel. Biasanya, suatu perusahaan akan melakukan hal ini untuk mendukung perencanaan korporasi tertentu atau menambah modal kerja. 

2. Bagaimana Cara Kerja Right Issue?

Suatu perusahaaan yang sudah IPO akan memiliki banyak investor, baik perseorangan mau pun korporasi. Perusahaan dapat mengeluarkan saham baru jika diperlukan. Para investor lama yang sudah dan masih memegang saham perusahaan tersebut akan mendapatkan prioritas untuk dapat membeli saham baru tersebut terlebih dahulu. Meskipun begitu, investor lama tetap memiliki pilihan untuk membeli atau tidak membeli.

Perusahaan biasanya memberi right issue kepada investor lama berdasarkan rasio. Misalnya, perusahaan ABC mengeluarkan saham baru dan memberikan right issue kepada investor lamanya dengan rasio 1:2. Artinya, kamu memiliki dua hak membeli saham dari setiap lembar saham baru yang akan terbit. Harga saham baru yang akan terbit disebut harga right. Harga right bisa lebih murah dibandingkan harga di bursa, tetapi bisa juga lebih mahal. Meskipun begitu, biasanya untuk memberikan keuntungan lebih kepada investor lama, perusahaan akan membuat harga right lebih rendah dari harga bursa.

Sebagai contoh, harga saham perusahaan A adalah Rp1.200,- per lembarnya. Untuk memberikan keuntungan lebih pada investor lama, ketika menerbitkan saham baru, perusahaan akan memberikan harga right sebesar Rp1.000,- per lembarnya.

3. Cara Mendapatkan Right Issue

Untuk mendapatkan titel “pemegang saham lama” yang memiliki hak memesan efek terlebih dahulu, kamu perlu memperhatikan jadwal proses right issue yang perusahaan umumkan. Waktu yang paling penting untuk kamu perhatikan adalah tanggal cum right dan ex right. Kamu akan masuk ke dalam kategori investor lama yang mendapatkan keistimewaan ini jika kamu membeli saham hingga tanggal terakhir cum right. Kalau kamu membeli saham pada periode ex right, kamu tidak akan mendapatkan hak (rights) untuk memesan saham baru. Akan tetapi, kamu tetap bisa menjual saham kamu pada periode ex right tanpa kehilangan hakmu untuk memesan saham baru.

Perlu kamu garis bawahi, right issue adalah hak untuk memesan saham baru terlebih dahulu, artinya kamu bisa membeli saham dengan “harga spesial”, bukan mendapatkan kepemilikan secara cuma-cuma. Saham baru tersebut juga hanya dapat kamu beli pada periode pendaftaran, pembayaran, dan pelaksanaan right sesuai jadwal yang perusahaan tentukan.

4. Adakah Dampak Right Issue Bagi Investor Lama yang Tidak Menggunakannya?

Right issue diberikan dalam bentuk rasio yang dapat mempengaruhi kepemilikan saham kamu. Misalnya, hak memesan efek terlebih dahulu perusahaan diberikan dalam rasio 1:2, artinya kepemilikan kamu yang tadinya hanya 1 lembar saham, bertambah menjadi 3 lembar saham. Jadi, kalau kamu nggak menggunakan hakmu untuk membeli saham baru, persentase kepemilikanmu akan menurun. Berdasarkan contoh rasio di atas, kamu hanya akan memiliki 1 lembar saham, sedangkan 2 lembar saham lainnya akan dimiliki oleh investor baru. Sebelum kamu memiliki right, kepemilikan selembar sahammu mewakili 100% kepemilikan. Setelah periode ini, jumlah saham bertambah menjadi 3 lembar yang artinya 1 lembar saham milikmu kini hanya mewakili 33,33% kepemilikan. Secara tidak langsung, kamu kehilangan 66,7% kepemilikan.

5. Jual Right di Bursa, Emangnya Bisa?

Momen right issue terkadang datang di waktu kurang tepat, contohnya saat kita nggak punya dana untuk klaim hak kita dengan membeli saham baru. Meskipun begitu, kamu bisa menjual hak (right) kamu di bursa, lho. Right dapat kamu perjualbelikan di Bursa Efek Indonesia (BEI) saat tanggal perdagangan right yang tertera pada jadwal right issue sebelumnya. Jadi, bagi investor yang belum sempat memiliki saham perusahaan A pada periode cum right, masih bisa membeli right di bursa pada periode yang telah terjadwal. Biasanya, traffic jual-beli right akan lebih ramai kalau harga right perusahaan A lebih rendah dari harga saat ini di bursa.

6. Pengaruh Right Issue Terhadap Perusahaan

Fenomena ini biasanya akan mendorong harga saham mengalami kenaikan. Akan tetapi, kenaikan harga saham biasanya mendapat pengaruh juga oleh harga teoritis pasca right issue. Harga teoritismerupakan harga penyesuaian antara harga pasar dan harga tebus right issue.

7. Cara Menghitung Harga Teoritis

Mari kita mulai dengan permisalan. Misalnya right issue perusahaan A rasionya dengan 1:2. Harga saham pada tanggal terakhir cum right adalah Rp1.200,- dan harga right yang perusahaan tentukan adalah Rp1.000,-. Berikut cara menghitungnya!

right-issue

right-issue

Nah, pada tanggal ex right, kenaikan harga saham akan mengacu pada harga teoritis di atas, yaitu Rp1.066,67 per lembarnya.

Kesimpulan

Penerbitan saham baru sama-sama memberikan keuntungan, baik untuk investor lama mau pun perusahaan. Investor lama punya kesempatan emas untuk menambah persentase kepemilikan saham atas perusahaan, sementara perusahaan mendapatkan suntikan modal dengan mengeluarkan saham baru.

Buat kamu yang pemula dan ingin belajar investasi, kamu bisa memulainya dengan berinvestasi di reksa dana dan emas. Kedua produk tersebut dapat kamu beli di aplikasi tanamduit. Yuk, mulai perjalanan investasimu bareng tanamduit sekarang!

Penulis: Syafira Maulida

 

 

Syafira Maulida
Syafira Maulida

Penulis lulusan Sastra Indonesia yang tertarik dengan dunia musik dan kecantikan. Saat ini, Fira juga sedang mengerjakan projek musik bersama kedua bandnya sebagai vokalis sekaligus komposer lirik.

banner-download-mobile